Repair Win 7 Kado Pernikahan Tabahkan aku Kabhialvida na kehna Kepiting Pedas Anxietas Dawai Asmara XP Repair SFilm Veer Zaara

Jumat, 09 Maret 2012

Kado Pernikahan Bab 11




Tinggal di Mana Setelah Menikah?
Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu...” (Al-Qur’an 65: 6)

etelah  menikah,  suami  mempunyai  kewajiban  untuk  menyediakan tempat  tinggal  bagi  istri  sesuai  dengan  kemampuannya. Para  Imam Mazhab1   sepakat,  dengan  beberapa  perbedaan  kecil,  bahwa  seorang suami wajib menempatkan istri di tempat tinggal yang layak. Sehingga
istri    terjaga    kehormatannya    dan    merasakan    kedamaian    dalam    kehidupan berumahtangga bersama suami.

Kalau suami mempunyai kewajiban untuk menyediakan tempat tinggal yang memberikan kedamaian, rasa aman dan privacy2 bagi istri, maka secara seimbang istri mempunyai kewajiban untuk tinggal di tempat yang telah disediakan oleh suaminya. Kewajiban untuk tinggal di rumah suami, betapa pun sederhananya tempat tinggal itu, merupakan ketetapan syari’at. Syari’at menjadikan kewajiban sang istri itu sebagai salah satu hak laki-laki yang menjadi suaminya. Suami berhak menuntut istrinya agar tinggal di rumah dan tidak meninggalkannya, kata Dr. Musa Kamil menjelaskan.

Sekarang, ketika Anda telah mengikat perjanjian berat (mitsaqan ghalizha) bersama istri, pikirkanlah di mana Anda tinggal. Kalau sekarang Anda dihadapkan pada beberapa kemungkinan tempat tinggal, Anda bisa mempertimbangkan maslahat dan madharat pada masing-masing tempat dengan tetap mengingat bahwa menyediakan tempat tinggal bagi istri merupakan kewajiban Anda.

Masalah ini juga bisa Anda musyawarahkan dengan istri, wanita yang insya- Allah telah mengikhlaskan kesetiaan dan kasih-sayangnya untuk mendampingi Anda sepanjang hidupnya. Apakah sebaiknya Anda tinggal di rumah kontrakan sederhana, kredit rumah KPR/BTN, membangun sendiri rumah tinggal secara berangsur-angsur, atau memenuhi permintaan mertua untuk tinggal bersama mereka?

TINGGAL DI RUMAH SENDIRI

Ada kelebihannya tinggal di rumah sendiri, baik kontrakan maupun hak milik, bagi mereka yang baru saja membangun rumah-tangga. Dengan tempat tinggal yang terpisah sehingga kita bisa mengatur sendiri roda rumah-tangga, kita bisa belajar secara  lebih  leluasa  untuk  saling  mengenal,  memahami  secara  lebih  baik  dan sekaligus membina kepekaan. Ketika suami-istri merasakan peluh perjuangan dalam meletakkan fondasi keluarga, insya-Allah akan dapat mengokohkan arah dan misi perkawinan. Perkawinan melahirkan kekuatan jiwa pada masing-masing anggotanya, kecuali jika masing-masing tidak memiliki kedewasaan yang cukup. Darinya lahir orang-orang yang  memiliki  kejelasan  arah  dan  keberanian berjuang.  Inilah  yang dibutuhkan untuk masa depan masyarakat yang lebih mulia.
Sepanjang sejarah, orang-orang besar yang membawa kemuliaan bagi umat manusia lahir dari keluarga yang memiliki kekuatan jiwa. Jiwalah yang menyimpan kekuatan dan kekayaan. Jiwa yang besar dan kokoh mampu mencairkan gunung- gunung batu yang keras. Tetapi, jiwa yang kerdil justru menyembunyikan kelemahan di  balik  apa-apa yang  tampak sebagai kekuatan. Lihatlah Baghdad setelah masa Nizamul Mulk lewat. Bangsa yang besar dengan sejumlah kemajuan peradaban itu, segera jatuh dan habis oleh serangan Tartar yang waktu itu masih belum berbudaya.
Dan dengan tempat tinggal yang terpisah dari orang lain, insya-Allah kita bisa lebih menghayati bagaimana membangun kekuatan jiwa untuk membentuk orientasi yang kokoh. Dalam rumah sederhana yang kita atur sendiri kita mempunyai kesempatan  untuk  menguati  dan  melengkapi.  Melengkapi  secara  fisik  dengan perabot-perabot rumah-tangga yang diperlukan, maupun melengkapi secara psikis dengan hati yang menerima, jiwa yang rela dan kesediaan untuk berjuang bersama- sama.
Jika kita mau menengok sejenak ke masa Rasulullah Saw dan para sahabat, kita melihat bahwa keluarga-keluarga yang baru saja terbentuk memulai kehidupan berumah-tangga  dalam      rumah   yang   terpisah  dari   orangtua.  Fathimah  putri Rasulullah, tinggal di rumah sederhana bersama suaminya Ali bin Abi Thalib dengan perabot rumah tangga yang dibeli dari sebagian mahar. Padahal mahar yang diterima Fathimah dari Ali bin Abi Thalib tidak terlalu besar untuk ukuran waktu itu maupun untuk ukuran waktu sekarang. Barangkali keseluruhan yang dikeluarkan untuk ke- pentingan tersebut tidak lebih besar dibanding sebuah prosesi perkawinan yang sangat sederhana di negeri kita yang jarang lahir orang besar ini. Wallahu A’lam bishawab.

Ketika menikah, Ali tidak memiliki sebuah rumah yang akan ditempati untuk hidup  berumah-tangga.  Fathimah  meminta  sebuah  rumah  pada  ayahnya,  kata
‘Abdurrahman Asy-Syarqawi dalam buku Muhammad Sang Pembebas. Tapi ayahnya menolak keras permintaannya. Lalu datanglah seorang laki-laki kaya dari kalangan Anshor yang bermaksud untuk memberikan sebuah rumah yang mungil di antara
rumah yang dimilikinya pada kedua suami-istri yang masih muda belia. Ali dan
Fathimah tidak mau menerima pemberian laki-laki tersebut. Akan tapi laki-laki itu bersumpah tak akan memasuki rumah itu selama-lamanya. Laki-laki itu tetap bersikap keras untuk memberikan rumahnya, hingga akhirnya Muhammad Saw. membolehkan mereka berdua menerima pemberian itu dengan cara jual-beli. Tidak dengan cara hibah.
Begitu Fathimah putri Rasulullah dan Sayyidina Ali membangun rumah- tangganya. Bagaimana dengan pengantin baru lainnya? Mari kita tengok Asma’ binti Abu Bakar yang baru saja menikah dengan Az-Zubair. Ayahnya adalah seorang pedagang kaya yang sukses (kelak kita mengenalnya sebagai khalifah Rasulullah yang pertama). Ketika mengungsi ke Yatsrib, Abu Bakar membawa kekayaan yang bernilai empat puluh ribu dirham Makkah, ukuran yang sangat besar waktu itu. Abu Bakar memang sangat kaya waktu itu. Tetapi bagaimana dengan keluarga Asma’ binti Abu Bakar dengan Az-Zubair?
Mari kita dengar penuturan Asma’ binti Abu Bakar:
“Az-Zubair mengawiniku,” kata Asma’, “Di bumi ini dia tidak memiliki harta atau hamba atau apapun kecuali unta dan kudanya. Akulah yang memberi makan kudanya, menimba air, menjahit timba airnya (yang terbuat dari kulit) serta membuat adonan.... Aku juga biasa mengangkut biji kurma dari tanah Az-Zubair yang diserahkan kepadanya oleh Rasulullah Saw. di atas kepalaku. Tanah itu jauhnya kira- kira dua pertiga farsakh (2 mil)... hingga Abu Bakar mengirimkan seorang pelayan kepadaku setelah itu untuk menggantikanku mengurusi kuda. Dengan demikian se- olah-olah dia memerdekakanku.” (HR Bukhari dan Muslim).
Salah satu manfaat tinggal di rumah sendiri, baik kontrakan maupun hak milik, adalah istri bisa berusaha melepaskan ikatan-ikatan keluarganya3 untuk memulai satu warna kehidupan rumah-tangga yang baru bersama suaminya. Ia belajar mengatur rumah-tangga sekaligus menyelami pikiran, semangat, dan perasaan suaminya. Sehingga ia bisa betul-betul mengenal suaminya dengan baik. Ini sangat penting bagi kelangsungan kehidupan rumah-tangga yang sejuk dan penuh kasih-sayang sesuai dengan keunikan pribadi masing-masing, sejauh tidak melanggar batas-batas agama.
Kondisi   ini   merupakan   fondasi   untuk   mendidik   anak   setelah   mereka mendapatkan amanah tersebut dari Allah Swt. Cita-cita melahirkan keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah sulit untuk tercapai jika kedua orangtua anak itu belum memiliki bekal jiwa yang mantap dan kokoh. Bagaimana  orangtua  harus  memberikan  pendidikan  yang  akan  menumbuhkan syaja’ah (keberanian), iffah (kemampuan menahan diri), dan izzah (harga diri) jika

orang  tuanya  masih  berkubang  dengan  kurangnya  kehangatan  dalam  hubungan suami-istri?
Wallahu A’lam bishawab wastaghfirullahal ‘azhim.
Dalam rumah-tangga kita menginginkan kedamaian. Kita mengharapkan suasana keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, sehingga masing- masing anggota keluarga merasakan rumah mereka sebagai tempat peristirahatan yang memberikan keteduhan jiwa,  kelapangan  dan  kedamaian.  Tetapi  adalanya  keluarga  yang  baru  belajar berumah-tangga harus mengalami benturan-benturan sampai menyebabkan mereka saling mendiamkan.

Situasi semacam ini tidak perlu terjadi. Tetapi adakalanya, situasi konflik yang lahir karena masing-masing masih kurang mampu menyesuaikan diri, “menuntut” sikap khusus yang tidak memungkinkan ketika mereka tinggal dalam satu rumah dengan orangtua atau mertua. Alhasil, mereka harus tampil dengan topeng manis di depan anggota keluarga lainnya tanpa ada pengendapan masalah secara jernih. Akibatnya,  mereka  mengalami  konflik-konflik  tersembunyi.  Na’udzubillahi  min dzalik. Allahu A’lam bishawab.
Saya kira cukup sampai di sini pembicaraan kita tentang manfaat tinggal di rumah  sendiri.  Masih  ada  manfaat  lain,  yaitu  suami-istri  bisa  belajar  bertaba’ul dengan lebih baik serta lebih memungkinkan terbentuk kedekatan yang lebih erat antara suami dan istri. Tetapi saya kira lebih baik kita membicarakan beberapa hal yang perlu kita perhatikan kalau kita akhirnya memutuskan untuk mengontrak rumah. Adapun bagi Anda yang telah memiliki rumah hak milik, bisa langsung menyimak bab berikutnya Saat Tepat untuk Berhias. Atau, Anda bisa mempertimbangkan untuk tinggal bersama orangtua. Tentang ini insya-Allah akan kita bicarakan di bagian akhir bab ini.

Catatan Ketika Mengontrak Rumah

Sewa-menyewa   rumah   termasuk   salah   satu   kegiatan   muamalah   yang memerlukan perjanjian tertulis. Dalam hukum positif, akta sewa sangat penting untuk memberi jaminan hukum terhadap transaksi yang terjadi antara penyewa dengan pihak  yang  menyewakan  sehingga  tidak  ada  pihak  yang  dirugikan.  Baik  secara perdata maupun pidana.
Persoalan ini penting untuk Anda perhatikan, terutama ketika perjanjian sewa berlaku  untuk  jangka  waktu  beberapa  tahun  dimana  selama  masa  itu  banyak perubahan dan  kemajuan  yang  mungkin  terjadi.  Anda  perlu  membuat  perjanjian tertulis yang memiliki kedudukan di hadapan hukum, sehingga Anda maupun pihak yang menyewakan dituntut untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku antar kedua pihak. Pelanggaran atas ketentuan yang disepakati bersama dapat berimplikasi hukum.  Sebaliknya,  Anda  juga  akan  memperoleh jaminan  hukum  karena  segala
 
Bentuk  tindakan  pemilik  rumah  yang  menciderai  kesepakatan  bersama  dapat mendatangkan sanksi hukum.
Keluarga  muda  kadang  harus  menghadapi  berbagai  masalah  karena ketidaksiapan ketika pemilik rumah secara sepihak menciderai perjanjian, sementara penyewa tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada akta perjanjian yang memiliki kekuatan hukum. Mereka harus panik ketika pemilik rumah mengambil tindakan sepihak, misalnya dengan menaikkan harga secara tiba-tiba dan harus dipenuhi dalam tempo yang singkat semata sebagai strategi untuk mengeruk keuntungan secara sewenang-wenang. Mereka harus kalut karena tidak siap dalam banyak hal. Ketidaksiapan psikis untuk pindah, ketidaksiapan finansial untuk membayar atau mencari kontrakan baru, ketidaksiapan sosial untuk secara tiba-tiba menghadapi masyarakat yang berbeda, ketidaksiapan dalam masalah pendidikan anak-anak yang juga berarti proses adaptasi ulang yang mendadak serta ketidaksiapan lainnya yang riskan. Cukup mahal yang harus dibayar atas berbagai ketidaksiapan, terutama yang harus  dibayar  oleh  anak  bagi  perkembangan dan  pertumbuhannya di  masa-masa berikutnya. Kepribadian anak bisa menjadi fragile (seperti barang yang mudah pecah) jika peristiwa semacam ini sering terjadi. Kecuali jika Anda mampu menjadi ibu seperti Khadijah istri Rasulullah.
Keadaan semacam ini  tidak  hanya bisa  membahayakan kondisi psikis anak. Orangtua pun bisa mengalami masalah berkenaan dengan interaksi sosial maupun interaksi antar anggota keluarga. Keadaan tempat tinggal yang tidak stabil dan selalu dihadapkan pada sejumlah kecemasan untuk melakukan penyesuaian diri kembali secara total akibat tindakan sepihak, dapat mengubah orientasi keluarga. Sehingga mereka menjadi pribadi-pribadi yang sulit berempati kepada orang lain, sekaligus mengembangkan sikap-sikap  egois.  Mereka  juga  bisa  mengembangkan orientasi- orientasi materialis atau bahkan ketidakpercayaan pada akhlak-akhlak suci. Ini merupakan  predisposisi  untuk  tumbuhnya  ideologi-ideologi  yang  bertentangan dengan watak suci aqidah Islam.
Ideologi ini bisa jadi tumbuh sebagai sikap hidup sehari-hari sekalipun mereka tetap merasa Islam sebagai pandang-an dunianya yang otentik. Bisa jadi secara sadar mereka mengalami perubahan pandangan. Yang pertama sebagai pandangan dunia aktual saja, sedang yang kedua menjadi pandangan dunia aktual sekaligus tekstual.4
Karena itu,  Anda  perlu  memperhatikan betul  masalah-masalah penting yang berkenaan dengan sewa-menyewa rumah, baik berkenaan dengan aspek hukum maupun as-pek psikis dan pendidikan. Perjanjian sewa-menyewa secara tertulis yang memiliki  kekuatan  hukum  perlu  Anda  perhatikan  sekalipun  Anda  melakukan transaksi (muamalah) dengan sesama muslim. Apalagi jika Anda berniat melakukan sewa selama beberapa tahun sementara bea sewa tidak dapat Anda penuhi sekaligus dalam satu kali pembayaran.
Masalah Anak Ketika Pindah

Keluarga-keluarga muda  di  masa  sekarang  semakin  banyak  yang  tinggal  di rumah-rumah kontrakan sampai mereka mempunyai beberapa anak. Bahkan adakalanya mereka masih tinggal di rumah kontrakan ketika anak-anak mereka sudah memasuki usia sekolah dasar maupun menengah pertama. Tidak jarang mereka harus berpindah-pindah karena berbagai alasan, sejak dari pencideraan akad sewa-menyewa secara sepihak oleh pemilik rumah sampai dengan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan sering berpindah.
Setiap perpindahan ke tempat tinggal baru menuntut penyesuaian diri kembali secara drastis. Apalagi jika rumah baru yang akan ditempati berada di lokasi yang sama sekali asing. Tidak ada orang yang telah dikenal sebelumnya.
Keadaan ini dapat menimbulkan masalah, terutama bagi anak usia TK ataupun awal SD.  Karena itu,  orangtua perlu mempersiapkan mental anak jauh-jauh hari sebelum pindah. Kecuali jika Anda terpaksa pindah secara mendadak atau anak Anda masih bayi (kalau ini, ibunya yang perlu mempersiapkan diri).
Orangtua perlu memberitahukan rencana kepindahan kepada anak beberapa minggu sebelumnya. Syukur bisa satu atau dua bulan sebelumnya. Selama masa itu, orangtua bisa memberi gambaran tentang tempat tinggal yang baru dan apa saja yang bisa dilakukan di sana. Orangtua juga bisa menceritakan mengenai berbagai hal yang “dapat” menjadi nilai lebih dari tempat tinggal yang baru sehingga menggerakkan keinginan anak untuk pindah. Ini akan sangat membantu anak untuk mengurangi stress dan perasaan terasing karena berpisah dari kawan-kawan bermainnya setelah berpindah.
Keterlibatan orangtua untuk membantu anaknya melakukan penyesuaian diri sangat diperlukan. Di saat-saat anak masih terasa terasing, orangtua perlu menjadi kawan yang akrab dan hangat bagi anak-anaknya sehingga mereka tetap bisa berkembang secara baik. Jika Anda mampu menjadi sahabat yang baik bagi anak- anak Anda, bisa jadi saat-saat seperti ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk bisa menyelami anak Anda secara lebih mendalam dan akrab. Sehingga Anda mengenal betul  anak  Anda,  dan  anak  merasa hormat sekaligus sayang  terhadap Anda.  Ini membantu Anda menjadi orangtua yang efektif.
Untuk menuju ke arah sana, orangtua dapat melibatkan anak-anak untuk pindah tempat tinggal sekaligus melakukan penyesuaian diri. Ini dilakukan sejak masa belum pindah, ketika sedang pindah, sampai dengan awal-awal menjalani kehidupan di tempat tinggal yang baru. Yang disebut terakhir ini misalnya menemani anak untuk memperoleh kesempatan bergaul dengan teman sebaya, tanpa menjadikan anak terhambat proses sosialisasinya. Maksudnya, keterlibatan orangtua jangan sampai menjadikan teman-teman anak tidak bisa berekspresi sebagai anak-anak karena rikuh terhadap Anda.
Contoh lain adalah berkenaan dengan proses penyesuaian diri dengan sekolah yang   baru.   Orangtua   bisa   membantu   anak   melakukan   sosialisasi   dengan mengantarkan anak ke sekolah. Membantu anak melakukan penyesuaian diri dan sosialisasi ini juga bisa Anda lakukan dengan menanyakan perkembangan anak di

sekolah yang baru maupun mengajak anak mengkomunikasikan pengalaman- pengalaman serta perasaannya dalam penyesuaian diri dan bergaul dengan teman barunya.Sekali waktu Anda juga bisa memaklumi kebutuhan anak untuk bertemu dengan teman-teman lamanya di tempat tinggal Anda yang dulu. Anda justru bisa mengajak anak silaturrahmi ke tetangga-tetangga lama jika memungkinkan.

TINGGAL BERSAMA ORANGTUA

Adakalanya keluarga muda memilih tinggal bersama orangtua, bukan di rumah kontrakan atau bahkan rumah sendiri. Sebagian memilih tinggal bersama mertua karena desakan orangtua atau sanak kerabat istri. Sebagian karena desakan ekonomi, sehingga lebih baik dana yang terbatas dialokasikan untuk kepentingan-kepentingan lain yang maslahat daripada membayar sewa rumah. Sebagian lagi karena dorongan untuk berbakti kepada orangtua. Ada juga yang ingin menyenangkan istri dengan berbagai alasan. Dan mungkin juga ada yang tinggal bersama mertua karena masalah ini  menjadi syarat nikah dari  istri  ketika suami mengajukan keinginannya untuk menikahi. Khusus yang terakhir ini, saya tidak membahas di bab ini. Silakan Anda melihat  kembali  pada  bab  "Dimanakah Wanita-wanita Barakah  Itu?"  di  jendela pertama buku kita ini.
Ada  kelebihannya  tinggal  bersama  mertua  atau  orang-tua5.  Mereka  telah memiliki pengalaman hidup  yang  banyak, sehingga insya-Allah telah  cukup  arif untuk memahami masalah-masalah suami-istri yang baru menikah. Mereka dapat memberi   bimbingan   kepada   anak   dan   menantunya,   sehingga   mereka   dapat membangun keluarga dengan kondisi yang lebih baik. Mereka juga bisa memberikan bantuan-bantuan kepada rumah tangga anaknya, tanpa menjadikan fondasi rumah tangga  anaknya  lemah.  Sebab  kebaikan  dapat  melemahkan  manusia.  Al-ihsanu yu’jizul insan.
Ada sebuah ungkapan yang dinisbahkan kepada Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib6. Katanya, “Ajaklah bermusyawarah orang yang sudah tua karena mereka telah banyak pengalaman. Dan mintailah pendapat yang masih muda karena mereka masih jernih.”
Dalam keadaan demikian, tinggal bersama orangtua atau mertua di masa awal- awal menikah bisa justru lebih dekat kepada kemaslahatan. Mereka dapat membimbing Anda bagaimana menjalankan kehidupan berumah tangga, tanpa mencampuri perkara-perkara yang mestinya memang diserahkan kepada Anda sendiri untuk menentukan. Mereka dapat mengarahkan bagaimana Anda harus menjadi suami dan istri Anda harus mendampingi Anda, tanpa menjadikan Anda berdua mengalami ketegangan dan konflik-konflik psikis.
Orangtua yang bagus agamanya, insya-Allah dapat bertindak demikian. Mereka tahu apa yang menjadi hak menantu atas mertua. Juga, mereka insya-Allah dapat memahami batas-batas kewajiban seorang menantu. Hak menantu atas mertua antara lain “pembelaan” ketika menghadapi konflik.
Sejauh  yang  saya  pahami,  Islam  menggariskan  bahwa  mertua  merupakan pembela bagi menantu ketika menengahi masalah. Mereka membela menantunya, bukan anaknya. Mereka merupakan sumber rasa aman bagi menantu sekaligus membantu dalam proses ishlah (perbaikan hubungan) ketika masalah yang ada pada mereka tidak dapat diselesaikan sendiri. Sekalipun demikian, tentu saja mereka tetap dituntut untuk adil terhadap anaknya sendiri maupun menantu.
Jadi, orangtua suami merupakan “pembela” sekaligus sumber rasa aman bagi istri. Sementara orangtua istri merupakan “pembela” bagi suami. Bukan sebaliknya, menjadi sumber ketegangan dan perasaan tertekan karena adanya berbagai tuntutan yang ditujukan kepada menantunya.
Ketegangan dan konflik psikis ini rentan muncul ketika orangtua atau saudara- saudara  perempuan  suami  sudah  memiliki  sikap  “seharusnya  seorang  istri  itu sikapnya begini atau begitu”. Ketika sikap semacam ini muncul, yang terjadi adalah pihak keluarga suami mengembangkan tuntutan-tuntutan psikis terhadap istri. Padahal ketika seseorang memiliki tuntutan psikis untuk memperoleh perlakuan dari orang lain, ia akan berkurang kepekaannya terhadap kebaikan yang ada.
Masalah ini riskan, terutama jika terdapat dua hal. Pertama, tidak terbangun komunikasi yang baik antara suami dan istri. Kurang bagusnya komunikasi bisa jadi karena mereka mengalami kekalutan emosi, sehingga cenderung melihat masalah dengan satu arah. Bisa jadi karena belum matangnya kedua pihak, terutama suami, sehingga menghasilkan komunikasi yang cenderung koersif (memaksa)7.
Kedua, orangtua memiliki prasangka yang kurang baik tentang iktikad menantunya, sehingga dapat menjadi self-fulfilling prophecy (nubuwwah yang dipenuhi sendiri). Ini bisa membawa ke persoalan psikis yang akumulatif. Orang tua tetap mengingat “kesalahan-kesalahan” menantunya yang terjadi di masa lalu.
Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi yang demikian, khususnya dampak akumulatif. Salah satunya yang cukup rentan adalah kebiasaan untuk saling menceritakan kekecewaan dan secara bersama-sama mengembangkan sikap minor. Dalam keadaan demikian, masing-masing pihak tidak berusaha untuk memberikan interpretasi terbaik terhadap sikap atau perkataan pihak lain.
Tentang ini, Rasulullah Saw. mengingatkan, “Jika engkau mendengar sesuatu yang mungkin diucapkan oleh saudaramu, berikan interpretasi yang terbaik sampai engkau tidak dapat menemukan alasan untuk melakukannya.”
Ketika Imam Ahmad ibn Hanbal ditanya mengenai hadis ini, beliau berkata, “Carilah alasan untuknya dengan mengatakan mungkin dia berkata begini, atau mungkin maksudnya begini.”

Saya tidak berani meneruskan pembicaraan tentang masalah ini. Hanya kepada Allah kita berharap, mudah-mudahan Allah memperbaiki lisan kita dan menjaminkan bagi kita beserta keturunan kita keselamatan dunia akhirat. Allahumma amin.
Selain masalah komunikasi, terutama jika tidak ada budaya tabayyun (mengklarifikasi informasi), ada beberapa hal yang bisa menyebabkan munculnya konflik. Konflik ini mungkin bersifat internal, mungkin bersifat eksternal. Konflik internal lebih bersifat beban psikis. Mereka mengalami konflik batin, tetapi tidak sampai muncul ke permukaan sehingga tidak menimbulkan pertengkaran. Namun demikian masalah semacam ini dapat muncul dalam bentuk lain, misalnya sikap mereka atau salah satu di antara mereka terhadap orang lain. Bisa juga sikap mereka terhadap anak.
Sebagian sistem perkawinan juga potensial menimbulkan masalah. Hanya saja, pembicaraan tentang  masalah  ini  perlu  tempat  khusus  agar  cukup  leluasa  untuk mendalami. Saat ini cukuplah saya garis bawahi bahwa sejauh pemahaman saya, Islam menetapkan prinsip kesederhanaan dan kemudahan. Sederhana dalam proses, sederhana  dalam  pelaksanaan.  Mudah  dalam  proses,  mudah  dalam  pelaksanaan. Sejauh memenuhi ketentuan minimal; ada kedua mempelai, ada wali, ada saksi, dan ada mahar, cukuplah. Selanjutnya, suami dapat melaksanakan walimah --meskipun hanya dengan seekor kambing-- setelah memboyong istrinya ke rumah.
Beberapa hal yang bisa menjadi sumber masalah, antara lain:
Anak yang Diharapkan
Ada anak yang sangat diharapkan oleh keluarga dan sanak saudara. Ia menjadi orang yang dibanggakan. Ia menjadi orang yang diperhatikan dan didengarkan. Keluarga merasa kurang lengkap kalau ia tidak hadir dalam acara yang khas keluarga.
Anak yang diharapkan bisa juga karena keluarga bertumpu kepadanya untuk melanjutkan garis kehormatan keluarga; untuk melanjutkan klan keluarga --apa pun istilahnya.
Posisi sebagai anak yang diharapkan dapat menjadikan istri pilihannya lebih mudah  diterima  dan  dipahami oleh  keluarga.  Keluarga  memberi  dukungan  yang penuh dan tulus kepada menantunya, sehingga memudahkan dia dalam penyesuaian diri. Bisa juga sebaliknya, keluarga bias dengan sikapnya terhadap orang yang sekarang menjadi suami Anda. Keluarga biasa memperlakukannya sebagai porselen antik,   sehingga   mereka   mengharapkan   Anda   memperlakukan   suami   (juga keluarganya, barangkali) sebagai porselen antik. Padahal Anda dan suami menghendaki pola interaksi yang berbeda.

Keluarga yang Menuntut

Sikap menuntut kadang menimbulkan masalah. Ini terutama jika tidak diimbangi dengan  kelapangan hati  bahwa  setiap  orang  memiliki  sejarah  hidup  dan  sejarah keluarga sendiri. Setiap orang memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Setiap orang tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang berbeda-beda keadaannya maupun kerangka sikapnya. Pola berpikir antara dua orang bersaudara saja bisa berbeda.
Sikap menuntut yang tidak diimbangi dengan penerimaan tentang keunikan perkembangan setiap manusia, menyebabkan keluarga tidak mau mengerti mengenai proses belajar. Mereka menuntut menantunya untuk bisa bersikap dan berperilaku sesuai “standar nilai keluarga” dengan tidak memberi permakluman bahwa untuk itu orang membutuhkan waktu. Waktu untuk belajar, waktu untuk menyesuaikan diri, dan waktu untuk mensinkronkan nilai-nilai yang ada dalam dirinya.
Di sinilah perlu komunikasi yang baik. Setiap kita wajar memiliki tuntutan. Yang kita  perlukan  adalah  mempertemukan  tuntutan-tuntutan  itu  agar  tidak  menjadi benturan yang keras.

Saudara Perempuan Serumah

Salah satu hal yang riskan ketika saudara perempuan serumah dengan istri adalah pembandingan. Saudara perempuan membandingkan dengan apa yang ideal menurutnya terhadap iparnya; membandingkan dirinya atau bahkan ibu dan kerabat dengan iparnya. Masalah juga bisa muncul jika saudara perempuan memiliki kecemburuan terhadap iparnya karena “telah mengambil” perhatian saudaranya.
Masalah ini ketika disimak kadang terasa lucu. Akan tetapi, peristiwa semacam ini acapkali memang terjadi. Meskipun demikian, tentu saja Anda jangan menggeneralisir sehingga menyamaratakan. Kehadiran saudara perempuan serumah kadang malah sangat positif karena mau memahami, mendampingi, membimbing ipar dalam memahami suaminya. Ini memudahkan istri mengenali dan menyesuaikan diri dengan suaminya.
Insya-Allah   benturan-benturan   tidak   akan   terjadi   seandainya   keluarga memahami agama, sehingga mereka menghormati kedudukan menantu dan saudara ipar dalam rumah serta memahami batas-batas hak dan kewajiban. Benturan kadang muncul karena tuntutan maupun penilaian didasarkan pada standar nilai pribadi yang kadang tidak jelas ukurannya.
Selain itu, peran suami dalam menyelaraskan sikap keluarga dengan istrinya sangat banyak menentukan. Misalnya berkenaan dengan kecemburuan saudara perempuannya, ia dapat menetralisir sejak awal.
Pada akhirnya, memang kedewasaan sikap dari kita yang banyak menentukan. Masalahnya, apakah kita selama ini telah cukup dewasa dalam mengarifi kehidupan kita? Itulah!

PRIORITAS TEMPAT TINGGAL

Setelah  menikah, maka  yang  harus  ditaati  pertama kali  oleh  seorang suami adalah orangtua, terutama ibunya. Sedang bagi istri, yang pertama kali harus dipatuhi adalah suaminya. Suami berkewajiban menyediakan tempat tinggal bagi istri. Sebagai imbangan, istri harus bersedia bertempat tinggal di mana pun, sejauh suami tidak menjerumuskan dengan menempatkannya pada lingkungan yang rusak dan penuh kefasikan (naudzubillahi min dzalik).
Kalau  suatu  saat  mereka  dihadapkan  pada  pilihan  untuk  tinggal  bersama orangtua agar bisa berkhidmat kepada mereka, sedangkan orangtua dari kedua belah pihak menghendaki, maka yang perlu diprioritaskan pertama kali adalah orangtua suami. Sesudah itu, baru orangtua istri. Meskipun demikian, jalan musyawarah adalah lebih baik, sehingga tercapai kemaslahatan bersama.
Ada hukum. Ada kearifan (tanpa merusak hukum).
Sampai di sini pembahasan kita tentang tempat tinggal. Semoga bermanfaat. Semoga Allah Swt. memberikan barakah dan ampunan-Nya. Allahumma amin.
Catatan Kaki:
1. Periksa misalnya dalam buku Suami-Istri Islami karya Dr. Musa Kamil terbitan Remaja Rosdakarya, Bandung, 1997.
2. Penjagaan terhadap privacy istri ini terutama menonjol pada pandangan mazhab Hanafi.  Menurut  mazhab  Hanafi,  suami  harus  menyediakan tempat  tinggal untuk istrinya di satu rumah yang terpisah, tidak ada seorang pun keluarganya di situ, kecuali yang dikehendaki oleh istrinya.
3. Melepaskan ikatan keluarga tidak dalam pengertian mengurangi silaturrahmi, apalagi sampai memutus. Melepaskan ikatan keluarga berarti melepaskan pola berumahtangga sebagaimana yang diterimanya dalam keluarga orangtua, untuk kemudian bisa memulai pola kehidupan berumahtangga sebagaimana dikehendaki oleh kedua pihak: suami dan istri. Semoga dengan demikian, lebih mudah mencapai keharmonisan dan kekukuhan. Wallahu A’lam bishawab.
4. Pembahasan mengenai pandangan-dunia aktual dan pandangan-dunia tekstual silakan lihat pada buku Mendidik Anak menuju Taklif (Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1996).
5. Dalam bab ini, jika saya menyebut kata mertua dan orangtua secara bersamaan, maka kata mertua berarti orangtua istri. Sedang kata orangtua berarti orangtua suami. Ini karena yang berkewajiban menyediakan tempat tinggal adalah suami, sehingga pembicaraan ini seakan-akan saya tujukan kepada suami. Meskipun sesungguhnya juga perlu dibaca oleh istri karena istri juga bisa ikut memberi pertimbangan.
6. Saya belum menemukan sumber tertulis apakah qaul (pendapat, nasehat) ini memang berasal dari beliau r.a. atau tidak. Karena itu saya tidak memastikan bahwa qaul ini berasal dari beliau. Meskipun demikian dari isinya, insya-Allah kita bisa mengambil beberapa pelajaran yang bermanfaat.
7. Coercive-communication adalah pola komunikasi yang memberi efek perasaan dipaksa atau terpaksa pada orang yang diajak berkomunikasi. Pembahasan lebih lanjut tentang coercive communication bisa Anda baca pada bab Komunikasi Suami-Istri di jendela ketiga buku ini.







Tante Butuh Pelampiasan



Aku menikah pada usia sangat belia, yakni 22 tahun. Aku tak sempat melanjutkan kuliah, karena aku pada usia tersebut sudah dinikahkan oleh orang tua, karena ayah memiliki hutang judi yang banyak dengan seorang laki-laki playboy “kampungan”. Aku menikah dengan sang playboy, usianya sangat renta sekali, 65 tahun pada saat aku dinikahinya. Setahun aku hidup sekasur dengan dia, selama itu pula aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan nikmat seksual.
Padahal, kata teman-teman, malam pertama malam yang paling indah. Sedangkan untuk aku, malam pertama adalah malam neraka!!!. Ternyata, Burhan, suamiku itu mengidap penyakit diabetes (kadar gula darah yang tinggi), yang sangat parah, hingga mengganggu kejantanannya diatas ranjang. Selama lima tahun kami menikah, selama itu pula aku digaulinya hanya dengan mencumbu, mencium, dan mengelus-elus saja, selebihnya hanya keluhan-keluhan kekecewaan saja. Burhan sering merangsang dirinya dengan memutar film-film porno yang kami saksikan berdua sebelum melakukan aktifitas seksual. Tapi apa yang terjadi? Burhan tetap saja loyo, tak mampu merangsang penisnya agar bisa ereksi, tapi justru aku yang sangat amat terangsang, konyol sekali. Aku mendapat pelajaran seksual dari film-film yang diputar Burhan. Aku sering berkhayal, aku disetubuhi laki-laki jantan. Aku sering melakukan masturbasi ringan untuk melampiaskan hasrat seksualku, dengan berbagai cara yang kudapat dari khayalan-khayalanku.
Pada suatu hari, Burhan harus terbaring di rumah sakit yang disebabkan oleh penyakitnya itu. Selama hampir satu bulan dia dirawat di RS, aku semakin terasa kesepian selama itu pula. Pada suatu hari aku harus pergi menebus obat di sebuah apotek besar, dan harus antre lama. Selama antre aku jenuh sekali. Tiba-tiba aku ingin keluar dari apotek itu dan mencari suasana segar. Aku pergi ke sebuah Mall dan makan dan minum disebuah restauran. Disitu aku duduk sendiri disebuah pojok. Karena begitu ramainya restauran itu, sehingga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok. Setelah beberapa saat aku makan, ada seorang anak muda ganteng minta ijin untuk bisa duduk dihadapan aku.
Karena mungkin hanya bangku itu yang satu-satunya masih tersisa. Dia ramah sekali dan sopan, penuh senyum. Singkat cerita, kami berkenalan, dan ngobrol ngalor-ngidul, hingga suatu waktu, dia membuka identitas dirinya. Dia masih bujang, orang tuanya tinggal di luar negeri. Di Jakarta dia tinggal bersama adik perempuannya yang masih di bangku SMU. Hampir satu jam kami ngobrol. Dalam saat obrolan itu, aku memberikan kartu namaku lengkap dengan nomor teleponnya. Cowok itu namanya Ronald, badannya tegap tinggi, kulitnya sawo matang, macho tampaknya. Sebelum kami berpisah, kami salaman dan janji akan saling menelpon kemudian. Sewaktu salaman, Ronald lama menggenggam jemariku seraya menatap dalam-dalam mataku diiringi dengan sebuah senyum manis penuh arti. Aku membalasnya, tak kalah manis senyumku. Kemudian kami berpisah untuk kembali ke kesibukan masing-masing. Dalam perjalanan pulang, aku kesasar sudah tiga kali.
Sewaktu aku nyetir mobil, pikiranku kok selalu ke anak muda itu? Kenapa hanya untuk jalan pulang ke kawasan perumahanku aku nyasar kok ke Ciputat, lalu balik kok ke blok M lagi, lantas terus jalan sambil mengkhayal, eh….. kok aku sudah dikawasan Thamrin. Sial banget!!! Tapi Ok lho?! Sudah satu minggu usia perkenalanku dengan Ronald, setiap hari aku merasa rindu dengan dia. Suamiku Burhan masih terbaring di rumah sakit, tapi kewajibanku mengurusi Burhan tak pernah absen. Aku memberanikan diri menelpon Ronald ke HP nya. Ku katakan bahwa aku kangen banget dengan dia, demikian pula dia, sama kangen juga dengan aku. Kami janjian dan ketemu ditempat dulu kami bertemu. Ronald mengajak aku jalan-jalan, aku menolak, takut dilihat orang yang kenal dengan aku. Akhirnya kami sepakat untuk ngobrol di tempat yang aman dan sepi, yaitu; ” Hotel”.
Ronald membawa aku ke sebuah hotel berbintang. Kami pergi dengan mobilnya dia. Sementara mobilku ku parkir di Mall itu, demi keamanan privacy. Di hotel itu kami mendapat kamar di lantai VII, sepi memang, tapi suasananya hening, syahdu, dan romantis sekali.
“Kamu sering kemari?” tanyaku, dia menggeleng dan tersenyum.
“Baru kali ini Tante” sambungnya.
“Jangan panggil aku tante terus dong?! ” pintaku.
Lagi-lagi dia tersenyum. “Baik Yulia” katanya.
Kami saling memandang, kami masih berdiri berhadapan di depan jendela kamar hotel itu. Kami saling tatap, tak sepatah pun ada kata-kata yang keluar. Jantungku semakin berdebar keras, logikaku mati total, dan perasaanku semakin tak karuan, bercampur antara bahagia, haru, nikmat, romantis, takut, ah….. macam-macamlah!!!.
Tiba-tiba saja, entah karena apa, kami secara berbarengan saling merangkul, memeluk erat-erat. Ku benamkan kepalaku di dada Ronald, semakin erat aku dipeluknya. Kedua lenganku melingkar dipinggangnya. Kami masih diam membisu. Tak lama kemudian aku menangis tanpa diketahui Ronald, air mataku hangat membasahi dadanya.
“Kamu menangis Yulia?” tanyanya.
Aku diam, isak tangisku semakin serius.
“Kenapa?” tanyanya lagi.
Ronald menghapus air mataku dengan lembutnya.
“Kamu menyesal kemari Yulia?” tanya Ronald lagi.
Lagi-lagi aku membisu. Akhirnya aku menggeleng. Dia menuntunku ke tempat tidur. Aku berbaring di bagian pinggir ranjang itu. Ronald duduk disebelahku sambil membelai-belai rambutku. Wah…. rasanya selangit banget!.
Aku menarik tangan Ronald untuk mendekapku, dia menurut saja. Aku memeluknya erat-erat, lalu dia mencium keningku. Tampaknya dia sayang padaku. Ku kecup pula pipinya. Gairah sex ku semakin membara, maklum sekian tahun aku hanya bisa menyaksikan dan menyaksikan saja apa yang dinamakan “penis” sementara belum pernah aku merasakan nikmatnya. Ronald membuka kancing bajunya satu persatu. Kutarik tangannya untuk memberi isyarat agar dia membuka kancing busanaku satu persatu. Dia menurut. Semakin dia membuka kancing busanaku semakin terangsang aku. Dalam sekejap aku sudah bugil total! Ronald memandangi tubuhku yang putih mulus, tak henti-hentinya dia memuji dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. Lantas diapun dalam sekejap sudah menjadi bugil.
Aduh…… jantan sekali dia. Penisnya besar dan ereksinya begitu keras tampaknya. Nafasku semakin tak beraturan lagi.
Ronald mengelus payudaraku, lalu…… mengisapnya. Oh….. nikmat dan aku terangsang sekali. Dia menciumi bagian dadaku, leherku. Aku tak kalah kreatif, ku pegang dan ku elus-elus penisnya Ronald. Aku terbayang semua adegan yang pernah kusaksikan di film porno. Aku menunduk tanpa sadar, dan menghisap penisnya Ronald. Masih kaku memang gayaku, tapi lumayanlah buat pemula. Dia menggeliat setiap kujilati kepala penisnya. Jari jemari Ronald mengelus-elus kemaluanku, bulu memekku di elus-elus, sesekali menarik-nariknya. Semakin terangsang aku. Basah tak karuan sudah vaginaku, disebabkan oleh emosi sex yang meluap-luap.
Aku lupa segalanya. Akhirnya, kami sama-sama mengambil posisi ditengah-tengah ranjang. Aku berbaring dan membuka selangkanganku, siap posisi, siap digempur. Ronald memasukkan penisnya kedalam vaginaku, oh…. kok sakit, perih?, aku diam saja, tapi makin lama makin nikmat. Dia terus menggoyang-goyang, aku sesekali meladeninya.
Hingga…. cret… cret… cret… air mani Ronald tumpah muncrat di dalam vaginaku. Sebenarnya aku sama seperti dia, kayaknya ada yang keluar dari vaginaku, tapi aku sudah duluan, bahkan sudah dua kali aku keluar. Astaga, setelah kami bangkit dari ranjang, kami lihat darah segar menodai seprei putih itu. Aku masih perawan!!! Ronald bingung, aku bingung. Akhirnya aku teringat, dan kujelaskan bahwa selama aku menikah, aku belum pernah disetubuhi suamiku, karena dia impoten yang disebabkan oleh sakit kencing manis.
“Jadi kamu masih perawan?!” tanyanya heran.
Aku menjelaskannya lagi, dan dia memeluk aku penuh rasa sayang dan kemesraan yang dalam sekali. Kami masih bugil, saling berangkulan, tubuh kami saling merapat. Aku mencium bibirnya, tanda sayangku pula. Seharusnya kegadisanku ini milik suamiku, kenapa harus Ronald yang mendapatkannya? Ah…. bodo amat! Aku juga bingung! Hampir satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini.
Tidak semua gaya bisa ku praktekkan di kamar itu. Aku belum berpengalaman! Tampaknya dia juga begitu, selalu tak tahan lama!! Tapi lumayan buat pemula. Setelah istirahat makan, kami tidur-tiduran sambil ngobrol, posisi masih dengan busana seadanya. Menjelang sore aku bergegas ke kamar mandi. Membersihkan tubuh. Ronald juga ikut mandi. Kami mandi bersama, terkadang saling memeluk, saling mencium, tertawa, bahkan sedikit bercanda dengan mengelus-elus penisnya. Dia tak kalah kreatif, dimainkannya puting payudaraku, aku terangsang…… dan……. oh,…. kami melakukannya lagi dengan posisi berdiri. Tubuh kami masih basah dan penuh dengan sabun mandi. Oh nikmatnya, aku melakukan persetubuhan dalam keadaan bugil basah di kamar mandi. Ronald agak lama melakukan senggama ini, maklum sudah berapa ronde dia melakukannya, kini dia tampak sedikit kerja keras. Dirangsangnya aku, diciuminya bagian luar vaginaku, dijilatinya tepinya, dalamnya, dan oh…. aku menggeliat kenikmatan.
Akupun tak mau kalah usaha, kukocok-kocok penis Ronald yang sudah tegang membesar itu, kutempelkan ditengah-tengah kedua payudaraku, kumainkan dengan kedua tetekku meniru adegan di blue film VCD. Tak kusangka, dengan adegan begitu, Ronald mampu memuncratkan air maninya, dan menyemprot ke arah wajahku. Aneh sekali, aku tak jijik, bahkan aku melulurkannya ke bagian muka dan kurasakan nikmat yang dalam sekali.
“Kamu curang! Belum apa-apa sudah keluar!” seruku.
“Sorry, enggak tahan….” jawabnya.
Kutarik dia dan kutuntun penis Ronald masuk ke memekku, kudekap dia dalam-dalam, kuciumi bibirnya, dan kugoyang-goyang pinggulku sejadinya. Ronald diam saja, tampak dia agak ngilu, tapi tetap kugoyang, dan ah…. aku yang puas kali ini, hingga tak sadar aku mencubit perutnya keras-keras dan aku setengah berteriak kenikmatan, terasa ada sesuatu yang keluar di vaginaku, aku sudah sampai klimaks yang paling nikmat.
Setelah selesai mandi, berdandan, baru terasa alat vitalku perih. Mungkin karena aku terlalu bernafsu sekali. Setelah semuanya beres, sebelum kami meninggalkan kamar itu untuk pulang, kami sempat saling berpelukan di depan cermin. Tak banyak kata-kata yang kami bisa keluarkan. Kami membisu, saling memeluk.
“Aku sayang kamu Yulia” terdengar suara Ronald setengah berbisik, seraya dia menatap wajahku dalam-dalam.
Aku masih bisu, entah kenapa bisa begitu. Diulanginya kata-kata itu hingga tiga kali. Aku masih diam. Tak kuduga sama sekali, aku meneteskan airmata, terharu sekali.
“Aku juga sayang kamu Ron” kataku lirih.
“Sayang itu bisa abadi, tapi cinta sifatnya bisa sementara” sambungku lagi.
Ronald menyeka air mataku dengan jemarinya. Aku tampak bodoh dan cengeng, kenapa aku bisa tunduk dan pasrah dengan anak muda ini? Setelah puas dengan adegan perpisahan itu, lantas kami melangkah keluar kamar, setelah check out, kami menuju Blok M dan kami berpisah di pelataran parkir. Aku sempat mengecup pipinya, dia juga membalasnya dengan mencium tanganku. Ronald kembali ke rumahnya, dan aku pulang dengan gejolak jiwa yang sangat amat berkecamuk tak karuan.
Rasa sedih, bahagia, puas, cinta, sayang dan sebagainya. Ketika memasuki halaman rumahku, aku terkejut sekali, banyak orang berkumpul disana. Astaga ada bendera kuning dipasang disana. Aku mulai gugup, ketika aku keluar dari mobil, kudapati keluarga mas Burhan sudah berkumpul, ada yang menangis. Ya ampun, mas Burhan suamiku sudah dipanggil Yang Kuasa. Aku sempat dicerca pihak keluarganya, kata mereka aku sulit dihubungi. Karuan saja, HP ku dari sejak di Hotel kumatikan hingga aku dirumah belum kuhidupkan. Kulihat mas Burhan sudah terbujur kaku ditempat tidur. Dia pergi untuk selamanya, meninggalkan aku, meninggalkan seluruh kekayaannya yang melimpah ruah. Kini aku jadi janda kaya yang kesepian dalam arti yang sebenarnya. Tiga hari kemudian aku menghubungi Ronald via HP, yang menjawab seorang perempuan dengan suara lembut. Aku sempat panas, tapi aku berusaha tak cemburu. Aku mendapat penjelasan dari wanita itu, bahwa dia adik kandungnya Ronald. Dan dijelaskan pula bahwa Ronald sudah berangkat ke Amerika secara mendadak, karena dipanggil Papa Mamanya untuk urusan penting.
Kini aku telah kehilangan kontak dengan Ronald, sekaligus akan kehilangan dia. Aku kehilangan dua orang laki-laki yang pernah mengisi hidupku. Sejak saat itu sampai kini, aku selalu merindukan laki-laki macho seperti Ronald. Sudah tiga tahun aku tak ada kontak lagi dengan Ronald, dan selama itu pula aku mengisi hidupku hanya untuk shopping, jalan-jalan, nonton, ah… macam-macamlah. Yang paling konyol, aku menjadi pemburu anak-anak muda ganteng. Banyak sudah yang kudapat, mulai dari Gigolo profesional hingga anak-anak sekolah amatiran. Tapi kesanku, Ronald tetap yang terbaik!!! Dalam kesendirianku ini… Segalanya bisa berubah … Kecuali, Cinta dan kasihku pada Ronald, aku tetap menunggu, sekalipun kulitku sampai kendur, mataku lamur, usiaku uzur, ubanku bertabur, dan sampai masuk kubur, Oh…. Ronald, kuharap engkau membaca kisah kita ini. Ketahuilah, bahwa aku kini menjadi maniak seks yang luar biasa, hanya engkau yang bisa memuaskan aku Ron.

Cukupi Zat Besi Saat Diet


Diet kian menjadi bagian dari gaya hidup. Tidak sedikit orang yang mengambil keputusan tersebut demi terciptanya tubuh yang ideal, juga manfaat kesehatan yang alinnya. Mengkonsumsi jenis makanan sehat seperti sayurandan buah masih mendominasi ketika program diet dijalankan.

Hal tersebut menyebabkan aktivitas program diet jauh dari konsumsi jenis makanan yang berbahan daging dan ikan sehingga menyebabkan defisensi zat besi.

Namun sebenarnya konsumsi daging dan ikan saat diet sangat dianjurkan, karena kaduanya mengandung banyak zat besi dari protein hewani yang bermanfaat bagi tubuh.

Salah satu penelitian mengungkapkan, kurangnya asupan zat besi saat diet dapat membahayakan kesehatan perempuan. Survei yang dilakukan oleh National Diet and Nutrition  survey, seperempat wanita di inggris menderita rendahnya asupan zat besi, terutama saat diet.

Studi yang juga dikutip dari indiatimes.com, menyimpulakan bahwa kekurangan mengkonsumsi jenis makanan dengan kandungan zat besi, pada akhirnya akan menimbulkan lesu, kelelahan, dan menurunkan kemampuan dalam menyerap informasi.

Untuk memenuhi zat besi dari protein hewani saat diet, anda dapat mengkonsumsi daging sapi, daging ayam, kerang, juga beragam jenis ikan.(*/ptkps)

Kamis, 08 Maret 2012

Efek Negatif Jarum tato



Tato sering dikatakan sebagai karya seni yang seudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang. Jika pengguna alat dalam pembuatan tato dipastikan aman dan steril, hal tersebut tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan, namun bagaimana jika tato dilakukan secara asal-asalan dari segi alat ???

Menurut laporan dari Centers for disease Control and prevesion (CDC), tato non profesional mengkibatkan resiko infeksi melalui darah yang pada akhirnya akan mengundang datangnya hepatitis C.

Dr. rania A. Tohme, seorang pemimpin dalam penelitian dan ahli epidemiologi medis di CDC menyatakan,tatodan tindik dapat menyebabkan hepatitis C dan infeksi lain jika dilakukan dengan alat yang tidak steril. Hepatitis C yang diakibatkan dari jarum suntik pada pembuatan tato ditularkan melalui kontak darah oleh orang yang telah terinfeksi hepatitis C.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Infectious Dieseases, disasarrkan pada kumpulan peneliti yang diterbitkan sejak tahun 1994. Secara umum, orang yang memiliki tato dilakukan oleh non profesional mengahdapi resiko hepatitis C  yang berumur dua sampai empat kali lebih tinggi.

Diamerika tercatat sekitar 18.000 orang yang terinfeksi setiap tahunnya akibat jarum suntik yang sebagian besar terjadi ketika orang menyuntikan heroin atau obat serupa, termasuk saat pembuatan ttato.(*/ptkpos)

Nikmat Kerja di Hotel



 “hai abang!” terdengar satu suara yang sangat kukenali menyapaku dari belakang. Saatku berpaling ku lihat Ella sedang berjalan ke arahku. Ella menghulur tangannya lalu kusambut dan bersalaman terus dicium tanganku. Memang kebiasaan kami bersalam Ella akan mencium tanganku tanda hormatnya padaku yang menjadi abang angkatnya sejak setahun yang lalu.
“haa…ingatkan tak datang…” kataku seraya menghulurkan kain pario(kain batik yang sering dipakai untuk bersantai di pantai) berwarna hitam kepadanya.
“eh…kena pakai ni?” Tanya Ella.
“ya, temanya pun ‘beach nite’ kan?” jawabku.
Malam ini adalah malam tahun baru 2007. setiap tahun hotelku mengadakan acara yang sedikit meriah untuk menyambut tahun baru. Aku sebagai bar tender di pub dalam hotel ini sedari pagi sudah sibuk membuat persiapan. Ella dan beberapa waitress di restoran ku minta datang pada pukul 9 pm sebagai back up kerana aku tahu malamnya pasti sibuk dan kaptenku Noni pasti membutuhkan bantuan.
“oklah..” jawab Ella setelah ku tegaskan bahawa waitress mesti mengenakan kain pario pada malam itu. Ella kemudiannya keluar membawa kain pario tersebut dan kembali tak berapa lama.
“bang, tolong simpankan seluar jeans Ella ni” Ella menghulurkan jeans biru yang dikenakan tadi.
“Ella tak bawa seluar tight, pakai CD aja”
Sambil berdiri di sebelahku Ella menunujukkan belahan kain parionya yang hanya diikat di bahagian pinggul. Ikatannya berada di sebelah kiri pinggulnya dan jika ia melangkah maka terlihatlah peha mulus miliknya hingga ke pangkalnya. Aku dengan bersahaja menyelak sedikit belahan parionya hingga terlihat CD Ella yang berwarna merah. Ella hanya membiarkan kelakuanku membuatku lebih berani mengelus lembut pantatnya.
Aku memandang wajah Ella sambil tersenyum. Ella membalas senyumanku dengan raut wajah yang tidak ku fahami.
“it”s ok, dalam pub ni gelap. Orang tak nampak.” Kataku setelah ku tarik kembali tanganku dari dalam parionya.
Ella hanya tersenyum kemudian meninggalkanku di dalam bar menuju ke ruangan tangah pub di mana dia akan ditugaskan. Aku memandang Ella dari belakang. Goyangan pinggulnya sangat menggoda. Kerana itulah aku sering meraba pantatnya. Tetapi hanya sebatas itu. Aku tidak berani berlebih-lebih. Ella juga tidak pernah memarahi perbuatanku meraba pantatnya. Seringkali juga ku ramas-ramas pantatnya kerana tidak tahan. Ella hanya tertawa melayan gelagatku.
Ella memang berani dari segi pemakaian. Celana jeans ketat dan t-shirt ketat belahan dada rendah memang selalu dikenakannya. Berkulit putih gebu, buah dada yang agak besar bagiku, berwajah manis keturunan bugis dan pantatnya yang sering membuat penisku mengeras. Ella memang cantik. Aku bangga mempunyai adik angkat secantik Ella. Seringkali juga Ella menceritakan padaku beberapa orang manager hotel tempat kami bekerja menggodanya. Pernah satu hari Vincent yang terkenal dengan sikap kurang ajar itu meraba pantatnya, kemudian Ella memaki hamun kepada orang tua tak sedar diri itu yang membuatnya tersentak dan malu sewaktu lunch break di café hotel. Tapi aneh, Ella tidak pernah memarahiku jika pantatnya kuraba dan ku ramas sesuka hati.
Jam 11pm pub mulai penuh dengan pengujung. Aku jadi sibuk menyediakan minuman yang dipesan. Berpuluh gelas cocktail dan 2 barrel beer membuatku sedikit berpeluh. Dan ketika jam menunjukkan 12 tengah malam, suasana di dalam pub semakin bising dan riuh. Ketika itulah Ella menghampiriku.
“happy new year!” katanya. Yang membuatku terkejut ialah Ella mencium pipiku yang tak pernah dilakukan sebelum ini. Apalagi di hadapan khalayak ramai.
“happy new year” balasku.
“kenapa cium di pipi? Kalau di bibir kan lebih syok” sambungku sekadar niat mengusik. Tanpaku duga Ella menarik tanganku dan kami keluar ikut pintu belakang pub. Sampai di belakang Ella hanya diam menatapku penuh erti. Aku mengerti kemahuannya cuma dia malu. Lalu dengan pantas ku raih wajahnya mendekati wajahku. Bibir kami bertemu saling berkucupan dengan ganas. Tak ku sangka Ella sangat handal bertarung lidah. Lidahku terasa disedut-sedut ke dalam mulutnya yang mungil. Aku tidak mahu kalah dan ku balas sedutan lidahnya.
Setelah lima minit aksi bercium kami lakukan, kami sama-sama berhenti dan saling menatap wajah masing-masing. Kami seperti dapat merasakan gejolak yang membara di dalam diri. Kemudian kerana belum puas ku rangkul pinggangnya dari hadapan menarik tubuhnya rapat ke tubuhku dan melumat bibirnya kembali. Ella membalasnya dengan rakus sambil nafasnya kedengaran bertambah berat. Kali ini tanganku tidak tinggal diam. Ku ramas kedua-dua belah pantatnya. Kemudian ku singkap parionya ke atas lantas kembali meraba pantatnya yang bulat dan besar yang masih ditutup CD. Aku pindahkan ciuman dan jilatanku kearah lehernya.
“ohh…mmm…abg…hhh” desahan lembut keluar dari mulut Ella.
Aku semakin berani memasukkan tanganku ke dalam Cdnya dan meramas pantatnya dari dalam CD. Ku julurkan jari tengah kearah belahan pantatnya. Kumainkan jariku sebentar di lubang anusnya sebelum menuju ke vagina Ella. Tangan Ella juga tidak tinggal diam. Sebelah tangannya memeluk tubuhku, manakala yang sebelahnya menggosok penisku yang sudah mengeras dari luar celana. Sungguh nikmat kurasakan tangan lembutnya mengelus penisku.
Aku sudah tidak memikirkan bahawa ketika itu kami masih lagi dalam waktu bekerja. Jariku sedari tadi sudah memasuki liang vagina Ella yang basah akibat kenikmatan yang kuberikan. Cdnya sudah kuturunkan sebatas pehanya. Setelah puas menyerang vaginanya, ku pindahkan kedua-dua tanganku menuju ke arah dua bukit nikmat di dadanya. Ku singkapkan t-shirt putihnya ke atas sehingga menampakkan buah dadanya yang dibaluti bra half cup berwarna hitam. Tanganku lantas menuju belakang tubuhnya mencari kaitan branya, dan dengan sekali sentap terlepaslah kaitan branya. Tanpa buang masa tanganku dengan agak keras meramas buah dada yang menjadi pujaanku selama ini. Sambil bibirnya kembali kulumat dengan bibirku, ku picit-picit kedua-dua putingnya yang mengeras.
“aahh…abg…mmmhhh…ohhh…” desah Ella diselangi dengan cumbuannya yang sekarang sudah berpindah ke leherku. Kadang disedut dan digigitnya leherku yang pasti meninggalkan kesan merah. Aku tidak mempedulikan itu semua. Apa yang ada di benakku ialah untuk memenuhi tuntutan berahiku saat ini dengan seorang gadis cantik yang sedang berada dalam taklukanku. Serangan bibir dan lidahku kuarahkan kearah dadanya yang sangat indah itu. Kujilat, kusedut, dan ku gigit semahunya kedua-dua puting merah kecoklatan itu bergilir-gilir. Serangan-serangan nikmat yang ku lancarkan membuat Ella menjerit kecil dan menekan kepalaku ke arah dadanya.
“abg…sakit…ohh sedapnya…aawww…” tidak karuan lagi desahan dan rintihan Ella yang membuatku lebih teransang.
Tiba-tiba kurasakan penisku sudah tidak berada di dalam sarangnya. Entah sejak bila Ella membuka celanaku mungkin kerana aku keasyikan menikmati tubuh gebu milik Ella sehingga tidak sedar celana panjang dan celana boxerku sudah separas lutut. Ella dengan lembut memegang dan mengocok penisku. Berdesir darahku menahan nikmat kocokan tangan halus Ella yang semakin rancak menjalankan tugasnya. Penisku berukuran biasa, tidak seperti yang sering kubaca di dalam cerita-cerita lain di mana penisnya seperti saiz orang America atau Eropah. Terang-terangan membohong.
“Ella, hisap sayang…” bisikku ke telinganya. Aku ingin sekali merasakan sentuhan bibirnya yang sangat seksi itu dan menguji setahap mana servis oralnya.
Ella mencangkung di hadapanku sambil tangannya terus memegang dan mengocok lembut penisku. Mulai dari jilatan pada pangkal penisku menyusuri batangnya dan terus ke bahagian kepala penisku. Diulangnya beberapa kali sebelum mula mengulum penisku. Perlahan namun nikmatnya sukar untuk kugambarkan dalam cerita ini. Dari atas ku lihat pandangan yang cukup erotis dimana seorang gadis berwajah cantik sedang memberi oral seks. Setelah kurasakan puas dengan kuluman mulut Ella, ku tarik tubuhnya berdiri dan bibir kami bergelut kembali tetapi tidak lama kerana aku sudah tidak sabar untuk merasai kehangatan vagina Ella. Aku menyuruhkan berpaling membelakangiku dan sedikit membongkok. Tangannya menahan pada dinding. Segera kugeselkan penisku ke permukaan vaginanya yang terasa banjir. Perlahan-lahan ku dorong pinggulku, hanya kepala penisku yang masuk kerana vagina Ella terasa sangat sempit.
“aduh…tunggu bang…tahan dulu…eerghh” Ella menahan sakit memintaku berhenti seketika. Aku turutkan kemahuannya kerana aku memang tidak suka memaksa.
“tahan ya sayang..” kali ini aku tekan sedikit keras dan hasilnya setengah batang penisku berjaya memasuki liang vaginanya. Kudiamkan sebentar untuk membolehkan dinding vaginanya menerima kehadiran penisku. Setelah nafasnya kembali tersusun Ella meminta aku memasukkan seluruh batang penisku ke liang nikmat miliknya.
“lagi bang…masuk lagi…adik boleh tahan…ohh…” kata-katanya tersekat kerana aku menyentakkan pinggulku sehingga rapat ke pantatnya.
“aahh..ella…sedapnyaa…” erangku tak mampu lagi menahan sensasi yang kurasakan.
Penisku tersasa dikepit erat oleh dinding vagina Ella. Ella memang bukan perawan lagi tetapi tidak pernah melakukan hubungan seks setelah perawannya direnggut mantan kekasihnya tidak lama dahulu. Perlahan-lahan aku menggerakkan pinggulku dengan gerakan sorong-tarik. Sungguh mengasyikkan menikmati geseran lubang vagina Ella yang sempit. Makin lama makin cepat gerakan pinggulku sehingga kedengaran bunyi gerlaga tubuhku dengan pantat Ella. Aku mengamati saat-saat pelanggaran tubuhku dengan pantatnya, sesungguhnya aku amat suka melihat pantat besar milik Ella bergetar menerima tusukan-tusukan keras dariku
“aahhh…aahh…abang…ohh…mmmppphhh…sedap bang…” Ella kembali meracau setelah kesakitan vaginanya bertukar menjadi nikmat yang sangat membuatnya teransang hebat.
“sedap sayang?” tanyaku sambil tanganku meraih ke hadapan tubuhnya lalu meramas kedua-dua buah dadanya.
“sedap bang…oohh lagi bang…laju lagiii…aaarrggghhh…” erangan keras keluar dari mulut Ella mengiringi orgasme yang melanda dirinya. Kakinya dirapatkan, tubuhnya bergetar hebat dan hampir jatuh. Mujur aku sempat menahan tubuhnya daripada jatuh. Ku biarkan Ella menikmati orgasmenya tanpa menarik keluar penisku.
“abang…Ella puas bang…kalau Ella tahu yang abang pandai membuat Ella macam ini, dari dulu lagi Ella minta…” ujarnya setelah dia dapat mengawal dirinya.
“abang belum sampai ni sayang..” kataku tertahan tak sanggup lagi aku menunggu lama lalu ku tarik penisku keluar dan memalingkan tubuh Ella menghadap ke arah ku. Aku lihat terdapat sedikit linangan airmata di wajahnya.
Lalu aku angkat sebelah kakinya melingkar di pinggulku dan mengarahkan penisku menuju vaginanya. Kedua belah tangannya memegang bahuku menahan tubuhnya. Lalu kuteruskan permainan yang belum sudah dengan gerakan yang cepat. Kembali Ella merintih kuat. Bibirku mencari bibirnya yang mungil lalu sambil ku pompa penisku kami berkucupan. Setelah lebih kurang sepuluh minit kurasa spermaku ingin keluar lalu kupercepatkan tusukanku dan tusukan terakhir yang keras sedalam-dalamnya ke dalam liang vagina Ella. Rupanya Ella juga menikmati puncaknya ketika itu.
“aarrgghh abang sampai…” hanya itu yang keluar dari mulutku. Begitu banyaknya spermaku kucurahkan ke dalam vagina Ella sehingga sebahagiannya meleleh keluar membasahi pehanya.
“maaf, abang keluar di dalam” risau juga kerana takut Ella hamil.
“ tak apa bang, Ella baru dua hari lepas tamat period” jelas Ella yang membuatku lega.
Kami kemudian merapikan pakaian, lalu aku masuk kembali ke dalam pub seperti tidak berlaku apa-apa. Manakala Ella menuju ke tandas untuk membersihkan vagina dan pehanya. Sesampai di dalam bar aku meneguk segelas bir kerana kehausan. Kemudian, Lia cashier di pub itu menghampiriku lalu berdiri rapat di sebelahku. Tangannya memeluk pinggangku. Memang Lia manja denganku dan perlakuan seperti ini sudah biasa bagiku namun apa yang diucapkannya membuat jantungku seperti berhenti.
“abang berani betul ya main di belakang sana…”
“Lia nampak?” aku lihat Lia melihat ke arahku dengan mata yang tajam.
“tadi semasa Lia hendak ke tandas, Lia buka pintu dan nampak abang dengan Ella…” Lia tidak meneruskan kata-katanya. Tangannya lantas menggenggam penisku dari luar celanaku. Terasa ngilu kerana baru habis bertempur.
“lain kali giliran Lia pula yaa…” katanya sambil menghadiahkan satu kucupan lembut di bibirku.
“mm…ya..ya..” kataku gugup kerana tidak menyangkakan hal tersebut. Lia kemudian melepaskan genggaman tangannya pada penisku dan menuju ke kaunter cashier. Nanti pula akan kuceritakan kisahku dengan Lia yang bagiku sangat mengasyikkan.
Setelah kejadian itu aku sering melakukan hubungan seks dengan Ella di rumah sewaku. Memang indah setiap kali melakukannya dengan Ella yang sehingga kini tiada seorang pun yang mengetahuinya. Ella kini sudah berumahtangga dan mempunyai seorang anak lelaki. Setelah dia menikah kami tidak lagi meneruskan perbuatan kami kerana kukatakan pada Ella yang dia harus setia dan menjaga hubungan suami isteri dengan baik dan jujur.

Laki-laki Perokok Cepat Jadi Pelupa



Sebuah Studi yang dilakukan oleh para peneliti di Inggris menyatakan bahwa laki-laki yang merokok mengalami penurunan fungsi otakle lebih cepat dibanding dengan mereka yang tidak merokok.

Organisasi Kesehatan dunia ( WHO ) menyatakan bahwa kebiasaan merokok merupakan salah satu ancaman terbesar kesehatan masyarakat yang dihadapi dunia. Peneliti yang juga dikutip dari Reuters ini menunjukan adanya penurunan fungsi konitif pada laki-laki perokok, berupa gangguan pada memori, seperti lupa meletakan sesuatu, atau lupa kejadian sehari-hari meskipun kami kami sadar bahwa merukok merupakan faktor resiko untuk peenyakit pernafasan, kanker, dan penyakit kordivaskular, penelitian ini menunjukan juga efek yang merugikan pada penurunan kognitif dan ini terbukti sejak 45 tahun " kata serverine sabia dani University College london, sang ketua penelitian.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of General Psychiatry jurnal menyebutkan, seorang laki-laki perokok mengalami penurunan kognitif sama seperti laki-laki tidak merokok yang berusia sepuluh tahun lebuh tua darinya (*/ptkpos)

Rabu, 07 Maret 2012

Cara menambahkan Kode Bank Lokal Ke PayPal




Dalam Postingan ini PENJELAJAH INTERNET akan memberikan  sedikit pengetahuan PENJELAJAH INTERNET.Setelah berjalan-jalan mengembara dapat deh caranya, sebelumnya PENJELAJAH INTERNET pun bingung kenapa kok tidak berhasil terus mendaftarkan kode bank ke paypal untuk Sandi Bank Penerima ( Bank code ). Kalo kamu sudah mendaftar dan setelah akun Paypal diverifikasi, agar dana di Paypal dapat dicairkan melalui Bank maka kita harus mendaftar data-data bank lokal indonesia ke Paypal. Pada Contoh dibawah ini adalah Bank BRI. Kamu dapat juga menambahkan data Bank lokal lebih dari satu jika maksud untuk mencairkan dan ke berbagai Bank terdaftar
sesuai kebutuhan Dibawah ini caranya :

1. Login ke Paypal dengan username
2. Pada Profile pilih Add/edit bank Account
3. Isi Formulir dengan menulis nama depan, nama bank Lokal contoh BRI, BNI, Mandiri, tau nama Bank Yang lain sesuai data yang telah terdaftar di PayPal



4. Tulis sandi Bank Penerima seperti di bawah:

Bank Indonesia : 0010016
Bank Rakyat Indonesia (BRI) : 0020307
Bank Ekspor Indonesia : 0030012
Bank Mandiri : 0080606
Bank Negara Indonesia (BNI) : 0090010
BNI Syariah : 0090010
Bank Danamon Indonesia : 0111274
Bank Permata : 0130307
Bank International Indonesia : 0160131
Bank Centarl Asia (BCA) : 0140012
Bank Panin : 0190017
Bank Niaga : 0220026
Lebih lengkapnya Klik Disini

5. Klik Continue

6. Pada My Account >> Profile akan terlihat nama Bank Lokal yang telah didaftarkan beserta 4 digit terakhir nomor rekening

Semoga Bermanfaat Selamat Mencoba

Faktor Penentu Kecerdasan Janin


Karena Anda tidak tamat kuliah karena memilih untuk bekerja, misalnya, tidak berarti anda tidak bisa mempunyai anak pintar. Yang penting, anak mendapat stimulasi yang baik sejak didalam kandungan. Menurut dr Tri Yuniarti, SpOG, spesialis obstertri dan ginekologi dari RS Yadika, Jakarta, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, antara lain :

1.Ginetik
Salah satu faktor yang menjadi penentu kecerdasan janin adalah faktor genetik dari orang tua “ orang tua yang pintar bisanya akan memiliki anak yang cerdas, karena genetik memiliki kontribusi yang paling besar dalam pengaruh kecerdasan janin”.

2.Kecukupan Gizi
Faktor lain yang sangat berpengaruh adalah gizi yang cukup selama kehamilan. Kesadaran orang tua akan pentingnya asupan gizi yang cukup sangat berpengaruh pada perkembangan otak anak, dan membuat anak menjadi cerdas. Asupan yang sangat berpengaruh untuk kecerdasan adalah asam folat, omega-3, dan berbagai Vitamin lainnnya. Kebutuhan Gizi ini bisa diperoleh dari bahan makanan seperti kacang-kacangan, buah dan sayur. Asupan ini sangat diperlukan terutama pada trimester pertama, karena saat inilah perkembangan otak anak terjadi. Sayangnya, meski sudah banyak menyantap makanan sehat ini, kadang-kadang ibu masih kekurangan Vitamin dan mineral yang di butuhkan. Hal ini disebabkan rusaknya zat-zat gizi teersebut akibat kesalahan dalam pengolahan makanan. Sebagai alternatifnya, ibui hamil sebaiknya mengkonsumsi suplemen yang mengandung AHA dan DHA.

3.Stimulasi Musik
Banyak yang meyakini, musik bisa mebantu merangsang kecerdasan anak. Anda tidak harus membatasi diri dengan mendengarkan musik klasik saja. Semua jenis musik ternyata bisa digunakan untuk menstimulasi kecerdasan anak, dan bisa dilakukan sejak masa kehamilan 24 Minggu. Stimulasi musik bisa membuat anak memiliki daya ingat yang lebih baik ketika dewasa. (*/PTKPOS)

Bahan Makanan Berkhasiat Afrodisiak

Sejak ribuan tahun lalu, manusia sudah mempercayai afrodisiak sebagai resep alami untuk meningkatkan gairah seksual. Ada banyak bahan kanan yang dipercaya memiliki efek sebagai penambah daya stamina:

1. KERANG

Hewan yang satu ini kaya mineral zinc yang mampu meningkatkan produksi hormon testosterone. Zinc berperan peenting sebagai neurotransmitter atau penghantar pesan pada sistem implus syaraf, sehingga rangsangan di area sensitif akan lebih cepat direspon otak.

2. COKELAT

Mengandung banyak zat PEA (phenylethylamine) yang melepaskan dopamine dan Norepinephrine sehingga merangsang otak untuk memproduksi endorphins, yaitu zat yang membuat otak lepas dari segala ketegangan.

3. M A D U

Tak hanya berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan, kenyataannnya madu juga punya efek afrodisiak, madu murnibanyak mengandung baron, yaitu mineral yang membantu tubuh memproduksi hormon estrogen pada perempuan dan testosteron pada kaum pria.

4. JAHE

Dapat menstimulasi sistem peredaran darah. menambah sedikit jahe dalam masakan maupun kue akan semakin membangkitkan dorongan seksual.

5. SEMANGKA

Mengandung Phytonutrient citrulline yang mampu meningkatkan kada oksida nitrit di dalam tubuh untuk meningkatkan sirkulasi darah.

6. ASPARAGUS & ALPUKAT

Banyak mengandung Vitamin E, Potasium, serta fosfor yang berkhasiat untuk meningkatkan energi. Keduanya dapat meningkatkan libidpo pria ,aupun wanita.

7. SELEDRI 

Dapat meningkatkan androsteron, sebuah hormon yang dikeluarkan lewat keringat, yang bermanfaat untuk mengundang gairah bercinta. Khasiatnya makin terasa bila dinikmati mentah, bisa juga dijadikan jus dikombinasikan denga buah lain.

8. ALMOND

Disebut juga sebagai lambang fertilitas. Aroma Almond dipercaya bisa meningkatkan gairah seksual wanita. Almond kaya akan Votamin E, Magnesium serta serat.

9. DAUN BASIL 

Daun Basil punya aroma yang fantastik efek afrodisiak. Yaitu meningkatkan gairah seksual dan meningkatkan kesuburan.

10. RESPBERRY, STRAWBEERY & POMEGRANATE

Buah dengan warna cerah dan atraktif ini memiliki efek sensual. Mencampurlkan ketiga buah ini dalam makanan/minumaman bisa membangkitkan gairah seksual dan perasaan romantis. 

Semoga Bermanfaat.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes