Repair Win 7 Kado Pernikahan Tabahkan aku Kabhialvida na kehna Kepiting Pedas Anxietas Dawai Asmara XP Repair SFilm Veer Zaara

Jumat, 01 Februari 2013

Puisi Dalam Diam



Dalam diam aku mencari mu
Dalam Resah ku menantimu
Dalam sepi ku merindukan mu
Dalam sedih ku mendoakan mu
Dalam keiklasan kutakan pernah melupakanmu
Walaupun kita jauh, Tapi aku merasakan bahagia
Karena Dirimu selalu dalam hatiku ....

Kamis, 13 Desember 2012

Lirik Kabhi Alvida Naa Kehna ( Kabhi Alvida Naa Kehna )


Judul Lagu : Kabhee Alvida Naa Kehna
Film Album : Kabhi Alvida Naa Kehna
Penyanyi : Alka Yagnik, Sonu Nigam
Musik :Shankar - Ehsaan - Loy
Lirik : Javed Akhtar

Lirik Lagu :




tumko bhee hai khabar, mujhko bhee hai pata
ho raha hai juda dono kaa raasta
dur jake bhee mujhse, tum meree yado mai rehna
kabhee alvida naa kehna - > (2x)

tum ko bhee hai khabar, mujhko bhee hai pata
ho raha hai juda dono kaa raasta
dur jake bhee mujhse, tum meree yado mai rehna
kabhee alvida naa kehna - > (2x)

jitanee thee khushiyam sab kho chukee hai
bas ek gham hai kee jata nahee
samjha ke dekha behla ke dekha, dil hai kee chain isako aata nahee
aarju hai kee hai angadayee, aag hai kab aankho se behna
kabhee alvida naa kehna - > (2x)

rut aa rahee hai rut ja rahee hai, dard kaa mausam badla nahee
rang yeh halka itna hai gehra, sadiyo mai hoga halka nahee, halka nahee
kaun jane kya hona hai, ham ko hai abb kya kya sehna

kabhee alvida naa kehna - > (2x)

tum ko bhee hai khabar, mujhko bhee hai pata
ho raha hai juda dono kaa rasta
dur jake bhee mujhse, tum meree yado mai rehna
kabhee alvida naa kehna - > (2x)

FILM JAB TAK HAI JAAN (2012)

Seorang imigran muda jatuh cinta dengan NRI yang ingin menikah setiap orang Inggris, bukan India coklat yang khas. Tapi dia jatuh cinta dengan musisi muda, tapi ini kisah cinta berakhir dengan perpisahan. Kemudian orang itu, muak dengan kehidupan dengan emosi besar bergabung skuad pasukan bom India, di mana ia menggoda dengan kematian setiap hari. Seorang wartawan Penemuan channel muda mendekati timnya untuk menutupi cerita bom skuad tapi jatuh cinta dengan dia.



[IMDb rating : 7.9/10]
[Awards : - ]
[Production Co : Yash Raj Films]
[IMDb link : http://www.imdb.com/title/tt2176013]



[Quality : DVDScr]
[File Size : 575 MB]
[Format : Matroska >> mkv]
[Resolution : 720x304]
[Source : ExD]
[Encoder : nItRo]

BillionUploads
| Part1 | Part2 | Part3 | Part4 | Uploading..
Join with HJ-Split, Download HJ-Split
Credit to original uploaders
======================================
Putlocker
| Part1 | Part2 | Part3 | Part4 |
Join with HJ-Split, Download HJ-Split
Credit to original uploaders
======================================
Zippyshare
| Part1 | Part2 | Part3 | Part4 |
Extract with winrar
Credit to original uploaders

Download English Subtitle (Not available yet)
Download Indonesian Subtitle (Not available yet)
Bagi Pengunjung Baru klik di sini Cara Menggabungkan File Ekstensi .001 dan .002

DOWNLOAD THIS MOVIE QUICKLY WITH USENET - 14 Free days
( klik " Like " Dan " +1 " jika kamu suka Film ini )

Pencarian Populer:

Sinopsis FILM JAB TAK HAI JAAN (2012) ini dipersembahkan oleh http://iwandevan.blogspot.com share Link Download Filem .com.

Lirik Lagu Mitwa ( Kabhi Alvida Naa Kehna )



Judul Lagu : Mitwa Kahe Dhadkane Tujhase Kya
Film Album : Kabhi Alvida Naa Kehna
Penyanyi : Caralisa, Shafqat Amanat Ali, Shankar Mahadevan
Musik : Shankar - Ehsaan - Loy
Lirik : Javed Akhtar

Lirik Lagu :



janiye hiriye........ - > (2x)
mere mann yeh bata de too, kis or chala hai too
kya paya nahee tune, kya dhundh raha hai too
jo hai ankahee jo hai ansunee, woh bat kya hai bata
mitwa kahe dhadkane tujhase kya
mitwa yeh khudse toh naa too chhupa

mere mann yeh bata de too, kis or chala hai too
kya paya nahee tune, kya dhundh raha hai too
jo hai ankahee jo hai ansunee, woh bat kya hai bata
mitwa kahe dhadkane tujhase kya
mitwa yeh khudse toh naa too chhupa

jivan dagar me prem nagar me ->2x, aaya najar me jab se koyee hain
too sochta hain too puchata hain, jisakee kamee thee kya yeh wohee hain
ha yeh wohee hain ->2x, too ek pyasa aur yeh nadee hain
kahe nahee isko too khulke bataye
jo hai ankahee jo hai ansunee, woh bat kya hai bata
mitwa kahe dhadkane tujhase kya
mitwa yeh khudse toh naa too chhupa

teree nigahe, par too yeh soche jau naa jau
yeh jindagee jo hai nachatee toh, kyon bediyo me hai tere panv
prit kee dhun par nach le pagal, udata agar hai udane de aanchal
kahe koyee apne ko aaise tarsaye
jo hai ankahee jo hai ansunee, woh bat kya hai bata
mitwa kahe dhadkane tujhase kya
mitwa yeh khudse toh naa too chhupa
mere mann yeh bata de too, kis or chala hai too
kya paya nahee tune, kya dhundh raha hai to
mitwa...........

Lirik Lagu Tumhee Dekho Naa ( Kabhi Alvida Naa Kehna )



Judul Lagu : Tumhee Dekho Naa Yeh Kya Ho Gaya
Film Album : Kabhi Alvida Naa Kehna
Penyanyi : Alka Yagnik, Sonu Nigam
Musik : Shankar - Ehsaan - Loy
Lirik : Javed Akhtar

Lirik Lagu :

tumhee dekho naa yeh kya ho gaya, tumhara hu mai aur tum meree
mai hairan hu tumhe kya kahu, ke din me huyee kaisee chandanee
jagee jagee see hai phir bhee khwabo me hai, khoyee khoyee jindagee
tumhee dekho naa yeh kya ho gaya, tumhara hu mai aur tum meree

behke behke se mann, mehke mehke se tann
ujalee ujalee fijjaon me hai aaj ham hai jaha
kitanee ranginiya chhalakee chhalakee nigaho me hai
nilee nilee ghatao se hai chhan rahee, halakee halakee roshnee
tumhee dekho naa yeh kya ho gaya, tumhara hu mai aur tum meree
mai hairan hu tumhe kya kahu, ke din me huyee kaisee chandanee

mai toh anjan thee yu bhee hoga kabhee, pyar barsega yu tut ke
sach yeh ikrar hai sach yahee pyar hai, bakee bandhan hai sab jhuth ke
meree saanso me hai ghul rahee pyar kee, dhimee dhimee raginee
tumhee dekho naa yeh kya ho gaya, tumhara hu mai aur tum meree
mai hairan hu tumhe kya kahu, ke din me huyee kaisee chandanee
jagee jagee see hai phir bhee khwabon me hai, khoyee khoyee jindagee
tumhee dekho naa yeh kya ho gaya, tumhara hu mai aur tum meree
yeh din me huyee kaisee chandanee

Biodata Saif Ali Khan



Nama : Saif Ali Khan
Tempat Tanggal Lahir : New Delhi, India, 16 Agustus 1970



Sekilas Biografi Saif Ali Khan :

      Saif Ali Khan adalah aktor sekaligus produser film India yang telah malang melintang di dunia film sejak tahun 1992. Khan lahir dari di New delhi, India pada tanggal 16 Agustus 1970 dari pasangan Mansoor Ali Khan Pataudi dan Sharmila Tagore.

      Khan pernah menikah dengan aktris Amrita Singh pada bulan Oktober 1991. Sayangnya, setelah 13 tahun menjalani kehidupan rumah tangga, keduanya memutuskan untuk berpisah pada tahun 2004. Dari pernikahan ini, Khan memiliki seorang anak laki-laki bernama Ibrahim Ali Khan dan seorang anak perempuan bernama Sara Ali Khan. Keduanya kini tinggal bersama sang ibu.

      Saat ini, Khan sedang menjalin hubungan asmara dengan aktris Kareena Kapoor. Hubungan ini tampaknya sudah serius. Bahkan baru-baru ini telah beredar kabar bahwa keduanya akan mengikat tali perkawinan pada tahun 2012 mendatang.
      Saif Ali Khan mengawali karirnya sebagai aktor saat ia membintangi film PARAMPARA. Film yang dilepas tahun 1993 ini tak terlalu mendapat sambutan masyarakat. Baru saat Saif membintangi film keduanya AASHIQ AWARA, ia mendapatkan penghargaan Filmfare Best Male Debut Award.
      Kesuksesan ini berlanjut saat ia membintangi film YEH DILLAGI tahun 1994. Walaupun film-film awal Saif Ali Khan banyak mendapat pujian dari kritikus film, namun kenyataannya film-film ini gagal menembus box office. Film pertama Saif yang berhasil menembus box office adalah film KYA KEHNA yang dilepas tahun 2000 kemarin.
      Sampai saat ini, tak kurang dari 45 film termasuk KAL HO NA HO, HUM TUM, SALAAM NAMASTE, EK HASINA THI, dan PARINEETA sudah memasang nama Saif Ali Khan sebagai salah satu pemerannya.




Rabu, 12 Desember 2012

Simontok



Diawali dengan masuknya aku ke salah satu kampus yang kebetulan memang tempat cita-citaku sebagai ahli komputer. Pada tahun 1994, kepindahanku dari Jakarta Barat ke Bandung, tepatnya aku tinggal di daerah perumahan yang dulu pernah ditinggali kedua orang tuaku, dan sekarang aku tinggal bersama pembantu dan seorang anak kecil.

Beranjak dari kehidupanku yang jauh dari kedua orang tua dan aku baru saja memiliki motor untuk mendukungku berangkat ke kampus. Aku mulai terbiasa dengan kehidupan bertetangga dan aku sering dipanggil untuk membantu tetangga dekat yang kadang kuperhatikan sepertinya adalah seorang wanita beranak satu dan suaminya jarang di rumah. Usianya kira-kira 32 tahun, di sini namanya aku samarkan saja yaitu Anna. Aku memanggilnya Tante Anna.

Satu tahun sudah aku tinggal, di akhir tahun 1995 aku mulai merasakan gejolak nafsu yang amat sangat terhadap wanita. Pada suatu malam aku mulai merasa ingin sekali bermain/bertamu ke rumah tante Anna namun aku selalu tidak berani dan merasa takut kalau nanti suaminya akan datang dan aku akan dikomentari tidak baik.

Bulan itu adalah bulan Januari 1996, usiaku pada saat itu baru 19 tahun dan tepat pada bulan Januari tanggal 20 aku genap 20 tahun. Di sini aku mengkisahkan hal sangat nyata yang terjadi dalam diriku. Malam itu malam Jum’at, cuaca sangat tidak mendukung dan tiba-tiba hujan sangat deras dengan diikuti angin kencang.

Aku sangat sedih dengan kesendirianku, karena malam ini adalah malam kelahiranku. Aku duduk-duduk seorang diri sambil menghisap rokok kesukaanku, namun malam semakin tidak mendukung karena cuacanya. Aku berusaha mencari kesibukan dengan membaca-baca buku pelajaran, tiba-tiba aku dikejutkan dengan bunyi pagar samping yang khas, seorang wanita menghampiriku yang ternyata adalah tetangga sebelahku (Tante Anna).

“Ada apa tante?” aku mulai bertanya.
“Bob, (namaku) tolong dong pasangin lampu kamar saya di rumah,”

Ternyata lampu kamar tante Anna putus dan aku disuruh memasangkannya. Lalu aku mengikutinya dari belakang menuju rumahnya melalui pintu belakang. Di saat aku mengikutinya aku sempat terangsang dengan sentuhannya pada saat memasuki pintu belakang, karena ternyata dia tidak menggunakan bra dan aku sempat gemetar.

Sementara ini aku berkonsentrasi dengan permintaanya agar aku memasangkan lampu di dalam kamarnya. Setelah selesai kukerjakan, cepat-cepat aku keluar kamarnya dan berusaha tenang, kemudian aku diminta untuk duduk dulu minum kopi karena kopinya sudah disuguhkan. Aku duduk sambil melihat tayangan TV dan aku lihat anaknya yang baru satu sedang tidur pulas di depan TV. Kemudian tidak berapa lama baru anaknya dipindahkan ke kamar. Sekarang tinggal aku dan tante Anna berdua di ruangan tengah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 dan aku minta izin untuk pulang namun aku dicegah, ia memintaku menemaninya ngobrol. Lama kelamaan aku mulai mengantuk dan dimintanya aku untuk rebahan dan diambilkannya bantal dan aku menurut saja. Ia bercerita bahwa tadi ada telepon dari temannya, katanya ia ditakut-takuti karena sekarang malam Jum’at ada hantu kalau sendirian di rumah.

Asyik juga lama-lama acara mengobrolnya hingga tanpa kusadari tante Anna mulai mendekatiku dan meletakkan kepalanya di paha sebelah kiriku, karena aku rebahan agak di belakang dari tante Anna. Perasaanku mulai tak karuan, jantungku berdebar sangat keras serta sekujur tubuhku dingin. Karena baru pertama kali ini aku diperlakukan seperti itu (aku masih perjaka). Tiba-tiba tangan tante Anna mulai bergerak menuju selangkanganku, dan meremasnya kemudian mengusapnya. Saat itu aku memakai celana pendek berbahan lemas.

“Hei, Bob!, ini kamu kok bangun?” tanya tante Anna.

Saat itu aku sangat malu dan tidak bisa berkata-kata lagi. Kemudian Tante mematikan lampu dan memintaku pindah ke kamarnya dengan menarikku ke atas tempat tidur. Pikiranku sangat kacau dan sangat gugup saat tiba-tiba aku dipeluk dan ditindih kemudian diciumi. Hingga pada saat bibirku dikulumnya aku mulai panas dan terangsang amat sangat.

Lama aku dibuatnya terlena dalam kemelut yang dibuatnya. Hingga tante itu mulai menuruni lekuk tubuhku sampai pada selangkanganku dan membuka celanaku. Sesaat kemudian seluruh pakaianku sudah terlepas dan apa yang terjadi ternyata penisku dimasukkan ke mulutnya. Aku merasa sangat tegang dan memang baru pertama kali aku mengalami hal seperti ini. Dengan lembut dan penuh penghayatan, penisku dipegangnya, kadang dijilatnya kadang dihisapnya namun juga kadang digigitnya hingga sampai pada buah zakarku juga di kulumnya.

“Bob, jangan keluar dulu ya?” ujarnya dengan mulutnya yang tertutup oleh penisku.
“Akh.. Mmnyamm”

Aku sudah dapat membaca bahwa tante sangat haus akan sex. Seperti orang yang lama tidak bersetubuh hingga dengan ganasnya aku mulai ditindihnya dan aku mulai merespons. Dengan naluri rangsangan, aku dorong Tante Anna kemudian aku buka pakaiannya secara perlahan sambil menciuminya, kemudian kulumat teteknya yang tidak begitu besar namun masih kencang. Aku hisap dan kumain-mainkan lidahku di sekitar puting susunya, Tante Anna mulai terangsang sambil menggeliat-geliat dan menekan kepalaku agar aku lebih keras lagi menghisapnya.

Lama aku bermain di sekitar payudaranya sampai akhirnya aku disuruh menjilat bagian yang sensitif di antara selangkangannya. Aku mulai sedikit mengerti. Dengan dibantu tangannya, aku mengerti yang mana yang harus aku jilat dan kulumat. Hingga pada akhirnya aku ditariknya kembali ke atas sampai aku menindihnya dan dadaku menekan toketnya yang semakin agak keras. Lalu aku didorong ke sampingnya dan aku mulai ditindihnya kembali namun sekarang tante Anna memegang penisku yang semakin keras kemudian dengan perlahan tante Anna membimbingnya memasuki liang kenikmatannya.

Posisi tante Anna berada di atas seperti orang naik kuda, menggoyang-goyangkan pinggulnya dan kadang menaik turunkan bokongnya. Lama sekali dia bertahan pada posisi itu, hingga akhirnya Tante menjerit kecil menahan sesuatu namun sambil mencengkeram bahuku..

“Akhh, Bob, saaya keluar nih, ahh.. Ahh.. Ohh.. Bob kamu belum keluar ya?”

Kemudian aku membalikkan tubuhnya dan sekarang aku ganti berada di atasnya dengan penisku masih menancap di liang kenikmatan itu. Aku mulai menyerang, dan sekarang aku mengeluarmasukkan penisku. Lalu aku mengambil posisi duduk di antara selangkangannya sambil mengocoknya. Suara yang keluar dari mulut Tante Anna membuatku sangat terangsang.

“Bob, yang keras dong, lebih cepat kamu kocoknya,” kata tante sambil memegang kedua tanganku. Aku merasa belum akan sampai, tapi tiba-tiba tante Anna mulai menggeliat-geliat sangat kasar hingga aku dipeluknya.
“Bob, ah.. Saya mau keluar lagii. Bob.. Ahh.. Ohh Bob”

Lalu aku disuruhnya mencabut penisku dan tante Anna keluar menuju kamar mandi. Tidak berapa lama dia kembali dan membawa kain basah lalu mengusapkannya di penisku yang mulai lengket. Kemudian, tante Anna mulai menaiki tubuhku kembali dan memasukkan penisku ke vaginanya yang ternyata sudah kering. Ia memulai dengan gerakan lambat dengan menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan aku kemudian diminta berposisi di atas.

Sekarang aku yang mencoba memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan mulai bereaksi namun sangat seret dan terasa penisku dijepitnya. Aku mencoba memasukkannya lebih dalam dan menekan penisku agar lebih masuk kemudian aku mencoba dengan perlahan kugerakkan maju mundur diiringi goyangan pinggul Tante Anna, sesekali kedua pahanya mengapit rapat. Lama aku mulai merasakan terangsang. Dengan mengulum toketnya aku mulai bereaksi dan aku mulai merasa ingin keluar. Akhirnya aku keluar dengan diiringi jeritan kecil tante Anna yang ternyata juga keluar bersamaan sampai aku tak bisa menahan diri. Kemudian aku langsung dipeluknya erat-erat dan tidak boleh mencabut penisku sampai aku tertidur.

Terdengar suara samar-samar dari kejauhan, orang sudah ramai di luar seperti tukang roti dan lainnya. Aku terbangun dan kulihat tak ada seorangpun di sampingku dengan pintu kamar masih tertutup rapat dan hordeng jendela masih tertutup. Aku sempat kaget dan kulihat diriku dalam keadaan tanpa sehelai benang pun yang menempel di kulitku. Aku berusaha mencari pakaianku yang tadi malam dilempar ke sisi spring bed Tante Anna. Tak berapa lama kemudian Tante Anna membuka pintu dan masuk kembali ke kamar.

“Bobby! Kamu sudah bangun?”
“Ya..” jawabku sambil melihat seluruh tubuh Tante Anna yang ternyata baru selesai mandi dengan hanya menggunakan handuk.

Handuk itu hanya menutupi sebatas toketnya dan pangkal pahanya yang putih merangsang. Lalu aku duduk di pinggir tempat tidur sambil memandangi pemandangan yang indah itu. Tiba-tiba saja penisku yang sudah loyo bangun kembali, namun kuurungkan niatku untuk bermain di pagi hari. Dengan cepat aku keluar dari kamar menuju kamar mandi.

Selesai dari kamar mandi aku masuk kembali ke kamar tidur untuk minta handuk, tapi ternyata yang kulihat di dalam kamar, Tante Anna belum juga berpakaian sementara handuk yang melekat di tubuhnya sudah tidak ada. Aku pandangi terus tubuh tanpa busana itu, lalu aku mendekatinya dan sempat kucium bahunya, namun dengan gerakan yang cepat sekali aku didorongnya ke atas tempat tidur oleh tante Anna dan tanpa basa basi lagi dikulumnya lagi penisku hingga basah oleh liurnya.

Pagi ini ternyata aku sudah mulai on kembali oleh kuluman, hisapan, dan belaian tante Anna pada penisku. Lalu aku dimintanya berdiri dan melumat toketnya yang sudah agak mengeras pada putingnya yang berwarna agak kemerahan. Kujilat, kuhisap kadang kuremas pada toket yang satunya. Kembali aku didorong dan ditindihnya lalu.. Bless.. Slepp.. Ternyata penisku sudah digiringnya masuk kembali ke liang kenikmatannya. Dengan agresif dan penuh nafsu, digoyangkannya maju mundur pantat Tante Anna hingga aku pun mengiringinya dari bawah, sambil kuremas-remas kedua toketnya dengan kedua tanganku.

“Ah.. Aah.. Ahh.. Ohh, Booby saya puaas ssekalii. Bob, saya mau.. Keeluaar.. Ahhohh..”

Lalu Tante Anna mencabut penisku dari memeknya dan membersihkannya dengan kain di sekitar, kemudian aku dengan ganasnya memasukkan kembali senjataku lalu kugoyang-goyangkan lalu kutekan kembali hingga Tante Anna menjerit kecil..

“Aahh.. Oohh, Bobb.. Mentok nih? Terus bob tekan punya kamu, oh Bob!”

Lama sekali aku memainkan Tante Anna, kemudian aku mencoba kembali dengan posisi Doggy Style. Tante Anna sambil membungkukkan badannya di atas kasur kucoba untuk memasukkan penisku dan Blees.. Slepp..

“Ahh, Bobb.. Terus Bob, Masukin sampai dalam, oh Bobb.. Yang kasar Bob”

Lalu dengan cepat aku memaju mundurkan pantatku hingga aku sudah tidak tahan lagi. Dan kemudian aku sudah sampai pada dimana kenikmatan itu terasa sampai ujung rambut. Dan cairan yang kukeluarkan tidak kubuang keluar.

Setelah selesai, aku mulai merasa letih dan sangat lapar. Aku mencoba beristirahat sebentar, kutatap langit-langit yang ada di kamar itu. Kuatur nafasku perlahan dan kupeluk kembali Tante Anna, kuusap-usap toketnya lalu aku mencoba menghisap-hisap pelan hingga sampai kumain-mainkan dengan tanganku.

“Bob, udah ah, nanti lagi”.

Lalu aku lepaskan tanganku dan aku langsung bangun menuju kamar mandi. Pukul 07.15 aku sudah rapi, lalu aku minta izin untuk pulang. Setelah itu aku mulai dengan pekerjaanku di rumah. Di dalam rumah aku sempat berfikir tentang apa yang telah terjadi semalam dengan Tante Anna.

Malam pun tiba, aku seperti biasa ada di rumah sambil menyaksikan tontonan TV. Tiba-tiba pintu samping ada yang mengetuk dan kubuka, ternyata Tante Anna membawa makanan buatku. Dengan senyumnya aku ditawari makan lalu aku diciumnya, namun tangan tante Anna kembali menggerayangi penisku. Aku terangsang tapi niatku untuk bersetubuh lagi dengannya tertunda karena aku ada janji dengan teman.

Mengatasi Kecemasan ( Anxyeti )



Setiap orang pasti pernah merasakan kegelisahan ataupun kecemasan. Jika perasaan gelisah atau cemas itu muncul sesekali maka merupakan hal wajar (normal). Sebab gelisah/cemas maupun emosi-emosi negatif lainnya merupakan anugerah Allah SWT terhadap diri manusia. Lho kok anugerah? Iya donk, sebab tanpa perasaan cemas, takut ataupun gelisah manusia tidak akan memiliki kepekaan untuk menjaga diri dari marabahaya yang mungkin justru malah membahayakan dirinya. Demikian juga suatu kewajaran apabila seseorang merasa agak gugup, takut atau sedikit gelisah jika masuk ke suatu lingkungan baru yang sama sekali asing bagi dirinya. Anak-anak cemas saat hari pertama masuk sekolah, orang dewasa cemas ketika hendak melangsungkan pernikahan, demikian pula bagi seorang pimpinan dalam menghadapi situasi ketika ia harus membuat keputusan sangat penting.

Namun jika kecemasan itu berlebihan sehingga menyebabkan gelisah, serangan panik (panic attacks) dan terjadi berulang-ulang, terlalu sering atau intens dan bahkan muncul tanpa diduga sebelumnya, maka berarti sudah saatnya anda mencari bantuan, perawatan atau terapi terhadap kecemasan tersebut.

Kecemasan yang paling banyak ditemukan adalah anxiety sosial (social anxiety atau sering juga disebut sebagai social phobia) yakni kecemasan berlebihan seseorang terhadap lingkungan sosialnya. Orang-orang dengan gangguan ini biasanya takut dengan penilaian orang lain, takut diejek, takut tidak diterima oleh teman-temannya, dsb.

Tipe kecemasan :
Kecemasan sangat umum terjadi dan mencapai 13% dari jumlah penduduk dewasa. Kecemasan juga dapat menyerang siapa saja baik di usia anak-anak, masa remaja  dan juga dewasa. Kecemasan ini terbagi menjadi 5 (lima) jenis / tipe :

Panic Disorder :
Orang-orang dengan gangguan kepanikan ini biasanya sering merasa diteror secara tiba-tiba dan terjadi berulang kali. Mereka sering kali mudah berkeringat, merasakan sakit di dada, palpitasi (detak jantung tidak teratur), dan perasaan tersedak, yang dapat membuat seseorang merasa seperti sedang mengalami serangan jantung.

Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) :
Orang-orang yang mengalami OCD ini biasanya memiliki gangguan pikiran yang konstan dan ketakutan-ketakutan tertentu akan sesuatu secara berlebihan sehingga mendorongnya untuk melakukan ritual atau rutinitas tertentu. Misalnya, orang yang takut pada kuman secara berlebihan sering kali berpikiran bahwa ada banyak kuman di sekelilingnya, sehingga setiap kali ia menyentuh sesuatu, ia harus segera mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan. Dapat pula menyebabkan orang yang mengalami OCD ini berperilaku terlalu permbersih sehingga kotoran atau ketidak-rapian sedikit sangat mengganggu pikirannya. Selain itu, merupakan gejala OCD yang disebabkan oleh maraknya kasus pencurian di suatu daerah akibat kurang amannya sistem keamanan di daerah tersebut menyebabkan seseorang sangat kuatir terhadap pintu-pintu atau jendela rumah (takut belum dikunci dsb) dan berulang kali mengecek pintu atau jendela rumahnya.

General Anxiety Disorder (GAD) :
Gangguan ini melibatkan rasa khawatir yang berlebihan, sering kali tidak realistis, meski tidak ada hal-hal yang memprovokasi ketakutan tersebut (ketakutan tanpa alasan yang jelas). Orang-orang demikian sering kali mengalami halusinasi.

Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) :
Orang dengan gangguan PTSD ini biasanya pernah mengalami trauma atau peristiwa yang sangat mengerikan seperti pelecehan seksual atau fisik, kematian tak terduga orang yang dicintai, kecelakaan atau bencana alam. Orang dengan PTSD sering memiliki pikiran dan kenangan yang abadi dan cenderung menakutkan terhadap kejadian tersebut. Biasanya, mereka cenderung mati rasa secara emosional.

Phobia-phobia (termasuk Social Phobia, atau Social Anxiety Disorder)
Biasanya, orang-orang dengan gangguan ini memiliki ketakutan-ketakutan terhadap hal-hal tertentu. Seperti takut ketinggian, takut darah, takut ular, takut terbang, takut jarum suntik dsb. Sewajarnya, manusia hanya memiliki 2 jenis ketakutan wajar sejak lahir yaitu takut terhadap suara keras dan takut jatuh. Sedangkan jenis-jenis ketakutan lainnya merupakan pembelajaran dari lingkungan (pengaruh lingkungan) atau kejadian traumatis semasa hidup. Takut kepada Tuhan bukanlah termasuk phobia, melainkan harus diperluas definisinya sebagai ketakwaan/kepatuhan hamba terhadap Tuhannya dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya, bukan seperti takutnya anak kecil terhadap cerita hantu dsb. Phobia terhadap sesuatu adalah akibat emosi intens yang pernah terjadi terhadap sesuatu yang ditakutkan tersebut, apabila akar masalahnya ditemukan dan emosinya dirilis maka phobia tersebut otomatis akan hilang. Untuk lebih jelas tentang phobia klik disini



Cara mengatasi kecemasan

Satu-satunya hal pertama yang perlu anda ketahui adalah tidak perlu kuatir dan santai saja. Jika anda cukup iman maka dengan berdoa, sholat yang khusyu’ dan yakin akan ketetapan-ketetapan Allah SWT atas diri manusia dan makhluk-makhluknya maka dapat membantu diri anda untuk ikhlas dan rileks. Hal ini akan sangat membantu meredakan kecemasan dibandingkan obat-obat penenang atau anti depressan yang justru setelah pemakaian sekian lama sama saja dengan meracuni tubuh anda sendiri.

Keyakinan terhadap Allah SWT (atau sebutan Tuhan bagi agama non-muslim) haruslah seyakin keyakinan anda bahwa bumi itu bulat atau ikan hidupnya di air. Pernyataan saya ini berarti bahwa jangan ada sedikitpun keraguan terhadap Allah SWT.

Cara lain adalah dengan membiasakan diri duduk tenang sebelum memulai hari anda, lakukan affirmasi positif atau doa di pagi hari. Dapat pula anda lakukan meditasi ringan di tempat yang anda merasa nyaman dengan cara memperhatikan ritme nafas anda. Hal ini untuk membiasakan diri anda berfikir rileks.

Kemudian anda pahami bahwa setiap masalah hanyalah peristiwa. Peristiwa adalah kejadian netral yang memang harus terjadi sesuai ketetapan dari Allah SWT. Kejadian tersebut bermakna positif maupun negatif adalah pelabelan oleh persepsi kita terhadap kejadian tersebut. Secara cerdas, anda dapat memperluas peta persepsi anda dengan memaknai setiap peristiwa/masalah secara positif. Katakanlah “ambil hikmah dari setiap kejadian” atau “pandang dari sisi positifnya saja”. Jika tidak, maka emosi yang intens akan melekat pada peristiwa tersebut yang kemudian justru akan membebani pikiran anda sendiri.

Langkah berikutnya yang anda lakukan adalah berkonsultasi pada hipnoterapis. Seringkali akar masalah terpendam jauh di dalam pikiran bawah sadar dan telah ditekan sedemikian rupa sehingga anda sendiri lupa bagaimana persisnya peristiwa tersebut. Hipnoterapis yang cakap akan membantu anda menemukan Initial Sensitizing Event (ISE) atau akar masalah tersebut. Melepaskan pikiran anda dari belenggu emosi yang anda alami dan mereedukasi pikiran bawah sadar anda dengan cara mereframing/memaknai ulang peristiwa yang sudah berlalu tersebut. Secara holistik, penyembuhan dengan metode hipnoterapi ini jauh lebih manusiawi dibandingkan anda menekan emosi-emosi tersebut dengan bantuan obat-obatan.

Mengatasi Pasangan Selingkuh



Dikhianati pasangan tentu saja merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat. Tentu saja, di khianati pasangan merupakan masalah utama yang bisa membuat orang-orang stress dan terpuruk. Ketika anda melihat pasangan anda selingkuh, tentunya anda akan merasa sangat terpuruk dan ingin menyelesaikan masalah tersebut.

Namun, apapun yang berhubungan dengan masalah perselingkuhan tentunya perlu di klarifikasi lagi. Belum tentu juga pasangan anda benar-benar selingkuh.
Karena itu, untuk mengetahui apakah benar pasangan anda selingkuh, ada beberapa cara yang akan disarankan kepada anda untuk mengatasi pasangan yang selingkuh.
Ada beberapa cara yang bisa disarankan kepada anda yang ingin mengatasi pasangan selingkuh:

• Biasanya, wanita akan dengan mudah meninggalkan pasangannya ketika ia mulai curiga bahwa pasangannya berselingkuh.
Namun, hal tersebut salah, jika anda merupakan salah satu wanita yang mengalami masalah itu, hindarilah cara meninggalkan pasangan sebagai solusi karena langkah tersebut akan semakin membuat anda jauh dari pasangan anda dan anda tidak bisa melacak kebenaran dari berita tersebut.

• Hal yang kedua yang harus anda perhatikan adalah jangan pernah menceritakan masalah seperti perselingkuhan ini pada banyak pihak.
Bolehlah jika anda membutuhkan seseorang untuk berbagi keluh kesah anda, namun hindari sering menceritakan masalah ini.
Anda harus menghindarinya karena tidak semua orang bisa dipercaya untuk cerita seperti ini, bisa saja dia akan lapor pada kekasih anda tentang kabar perselingkuhan ini.

• Selain itu, tidak baik jika anda berpura-pura tidak terjadi apa-apa pada kekasih anda. Tidak meninggalkannya bukan berarti anda tidak perlu membahasnya dengan kekasih anda. Jadi, bahaslah masalah ini, rumor perselingkuhan ini dengan kekasih anda dengan sikap dewasa.

• Tegas membahas namun dengan dewasa akan membuat anda bisa menemukan titik terang dalam mengatasi kekasih yang selingkuh itu.
Dengan itu, anda bisa mengetahui alasan kenapa kekasih selingkuh, misalnya karena kekasih anda merasa bosan dengan anda, jadi anda bisa menemukan titik temu yang terbaik.

• Namun, ketika anda membicarakan masalah ini, hindari kalimat yang menuduh kekasih anda selingkuh. Karena berita yang anda dengar belum tentu benar.
Jadi, sebelum anda tahu jelas tentang kebenaran berita tersebut, ada baiknya anda tidak menggunakan kalimat yang menuduh.

• Yang paling penting, adalah banyak sekali wanita-wanita yang memang sangat terobsesi dengan selingkuhan dari kekasih mereka. Hindarilah ini.
Sangat baik bagi anda untuk bisa bersikap biasa terhadap selingkuhan kekasih anda. Jangan terobsesi pada selingkuhan karena jika anda bersikap sangat labil pada selingkuhan anda, kekasih anda akan menjauhi anda.

Yang terpenting adalah, jika anda ingin mengatasi pasangan selingkuh, anda harus meneliti benarkah rumor selingkuh tersebut secara dewasa.
Cari tahu tapi tanpa bersikap seperti anak kecil yang terobsesi sehingga tetap bisa terselesaikan dengan kepala dingin.

Jadi, jika anda ingin menyelesaikan masalah dengan dewasa, tentunya mengatasi kekasih selingkuh tidak dapat diselesaikan dengan terburu-buru. Sabarlah dalam mengetahui rumor tersebut bertindak dengan kepala dingin. sumber

Tante Girang



Aku menikah pada usia sangat belia, yakni 22 tahun. Aku tak sempat melanjutkan kuliah, karena aku pada usia tersebut sudah dinikahkan oleh orang tua, karena ayah memiliki hutang judi yang banyak dengan seorang laki-laki playboy “kampungan”. Aku menikah dengan sang playboy, usianya sangat renta sekali, 65 tahun pada saat aku dinikahinya. Setahun aku hidup sekasur dengan dia, selama itu pula aku tidak pernah merasakan apa yang dinamakan nikmat seksual.
Padahal, kata teman-teman, malam pertama malam yang paling indah. Sedangkan untuk aku, malam pertama adalah malam neraka!!!. Ternyata, Burhan, suamiku itu mengidap penyakit diabetes (kadar gula darah yang tinggi), yang sangat parah, hingga mengganggu kejantanannya diatas ranjang. Selama lima tahun kami menikah, selama itu pula aku digaulinya hanya dengan mencumbu, mencium, dan mengelus-elus saja, selebihnya hanya keluhan-keluhan kekecewaan saja. Burhan sering merangsang dirinya dengan memutar film-film porno yang kami saksikan berdua sebelum melakukan aktifitas seksual. Tapi apa yang terjadi? Burhan tetap saja loyo, tak mampu merangsang penisnya agar bisa ereksi, tapi justru aku yang sangat amat terangsang, konyol sekali. Aku mendapat pelajaran seksual dari film-film yang diputar Burhan. Aku sering berkhayal, aku disetubuhi laki-laki jantan. Aku sering melakukan masturbasi ringan untuk melampiaskan hasrat seksualku, dengan berbagai cara yang kudapat dari khayalan-khayalanku.
Pada suatu hari, Burhan harus terbaring di rumah sakit yang disebabkan oleh penyakitnya itu. Selama hampir satu bulan dia dirawat di RS, aku semakin terasa kesepian selama itu pula. Pada suatu hari aku harus pergi menebus obat di sebuah apotek besar, dan harus antre lama. Selama antre aku jenuh sekali. Tiba-tiba aku ingin keluar dari apotek itu dan mencari suasana segar. Aku pergi ke sebuah Mall dan makan dan minum disebuah restauran. Disitu aku duduk sendiri disebuah pojok. Karena begitu ramainya restauran itu, sehingga aku mendapat tempat yang belakang dan pojok. Setelah beberapa saat aku makan, ada seorang anak muda ganteng minta ijin untuk bisa duduk dihadapan aku.
Karena mungkin hanya bangku itu yang satu-satunya masih tersisa. Dia ramah sekali dan sopan, penuh senyum. Singkat cerita, kami berkenalan, dan ngobrol ngalor-ngidul, hingga suatu waktu, dia membuka identitas dirinya. Dia masih bujang, orang tuanya tinggal di luar negeri. Di Jakarta dia tinggal bersama adik perempuannya yang masih di bangku SMU. Hampir satu jam kami ngobrol. Dalam saat obrolan itu, aku memberikan kartu namaku lengkap dengan nomor teleponnya. Cowok itu namanya Ronald, badannya tegap tinggi, kulitnya sawo matang, macho tampaknya. Sebelum kami berpisah, kami salaman dan janji akan saling menelpon kemudian. Sewaktu salaman, Ronald lama menggenggam jemariku seraya menatap dalam-dalam mataku diiringi dengan sebuah senyum manis penuh arti. Aku membalasnya, tak kalah manis senyumku. Kemudian kami berpisah untuk kembali ke kesibukan masing-masing. Dalam perjalanan pulang, aku kesasar sudah tiga kali.
Sewaktu aku nyetir mobil, pikiranku kok selalu ke anak muda itu? Kenapa hanya untuk jalan pulang ke kawasan perumahanku aku nyasar kok ke Ciputat, lalu balik kok ke blok M lagi, lantas terus jalan sambil mengkhayal, eh….. kok aku sudah dikawasan Thamrin. Sial banget!!! Tapi Ok lho?! Sudah satu minggu usia perkenalanku dengan Ronald, setiap hari aku merasa rindu dengan dia. Suamiku Burhan masih terbaring di rumah sakit, tapi kewajibanku mengurusi Burhan tak pernah absen. Aku memberanikan diri menelpon Ronald ke HP nya. Ku katakan bahwa aku kangen banget dengan dia, demikian pula dia, sama kangen juga dengan aku. Kami janjian dan ketemu ditempat dulu kami bertemu. Ronald mengajak aku jalan-jalan, aku menolak, takut dilihat orang yang kenal dengan aku. Akhirnya kami sepakat untuk ngobrol di tempat yang aman dan sepi, yaitu; ” Hotel”.
Ronald membawa aku ke sebuah hotel berbintang. Kami pergi dengan mobilnya dia. Sementara mobilku ku parkir di Mall itu, demi keamanan privacy. Di hotel itu kami mendapat kamar di lantai VII, sepi memang, tapi suasananya hening, syahdu, dan romantis sekali.
“Kamu sering kemari?” tanyaku, dia menggeleng dan tersenyum.
“Baru kali ini Tante” sambungnya.
“Jangan panggil aku tante terus dong?! ” pintaku.
Lagi-lagi dia tersenyum. “Baik Yulia” katanya.
Kami saling memandang, kami masih berdiri berhadapan di depan jendela kamar hotel itu. Kami saling tatap, tak sepatah pun ada kata-kata yang keluar. Jantungku semakin berdebar keras, logikaku mati total, dan perasaanku semakin tak karuan, bercampur antara bahagia, haru, nikmat, romantis, takut, ah….. macam-macamlah!!!.
Tiba-tiba saja, entah karena apa, kami secara berbarengan saling merangkul, memeluk erat-erat. Ku benamkan kepalaku di dada Ronald, semakin erat aku dipeluknya. Kedua lenganku melingkar dipinggangnya. Kami masih diam membisu. Tak lama kemudian aku menangis tanpa diketahui Ronald, air mataku hangat membasahi dadanya.
“Kamu menangis Yulia?” tanyanya.
Aku diam, isak tangisku semakin serius.
“Kenapa?” tanyanya lagi.
Ronald menghapus air mataku dengan lembutnya.
“Kamu menyesal kemari Yulia?” tanya Ronald lagi.
Lagi-lagi aku membisu. Akhirnya aku menggeleng. Dia menuntunku ke tempat tidur. Aku berbaring di bagian pinggir ranjang itu. Ronald duduk disebelahku sambil membelai-belai rambutku. Wah…. rasanya selangit banget!.
Aku menarik tangan Ronald untuk mendekapku, dia menurut saja. Aku memeluknya erat-erat, lalu dia mencium keningku. Tampaknya dia sayang padaku. Ku kecup pula pipinya. Gairah sex ku semakin membara, maklum sekian tahun aku hanya bisa menyaksikan dan menyaksikan saja apa yang dinamakan “penis” sementara belum pernah aku merasakan nikmatnya. Ronald membuka kancing bajunya satu persatu. Kutarik tangannya untuk memberi isyarat agar dia membuka kancing busanaku satu persatu. Dia menurut. Semakin dia membuka kancing busanaku semakin terangsang aku. Dalam sekejap aku sudah bugil total! Ronald memandangi tubuhku yang putih mulus, tak henti-hentinya dia memuji dan menggelengkan kepalanya tanda kekagumannya. Lantas diapun dalam sekejap sudah menjadi bugil.
Aduh…… jantan sekali dia. Penisnya besar dan ereksinya begitu keras tampaknya. Nafasku semakin tak beraturan lagi.
Ronald mengelus payudaraku, lalu…… mengisapnya. Oh….. nikmat dan aku terangsang sekali. Dia menciumi bagian dadaku, leherku. Aku tak kalah kreatif, ku pegang dan ku elus-elus penisnya Ronald. Aku terbayang semua adegan yang pernah kusaksikan di film porno. Aku menunduk tanpa sadar, dan menghisap penisnya Ronald. Masih kaku memang gayaku, tapi lumayanlah buat pemula. Dia menggeliat setiap kujilati kepala penisnya. Jari jemari Ronald mengelus-elus kemaluanku, bulu memekku di elus-elus, sesekali menarik-nariknya. Semakin terangsang aku. Basah tak karuan sudah vaginaku, disebabkan oleh emosi sex yang meluap-luap.
Aku lupa segalanya. Akhirnya, kami sama-sama mengambil posisi ditengah-tengah ranjang. Aku berbaring dan membuka selangkanganku, siap posisi, siap digempur. Ronald memasukkan penisnya kedalam vaginaku, oh…. kok sakit, perih?, aku diam saja, tapi makin lama makin nikmat. Dia terus menggoyang-goyang, aku sesekali meladeninya.
Hingga…. cret… cret… cret… air mani Ronald tumpah muncrat di dalam vaginaku. Sebenarnya aku sama seperti dia, kayaknya ada yang keluar dari vaginaku, tapi aku sudah duluan, bahkan sudah dua kali aku keluar. Astaga, setelah kami bangkit dari ranjang, kami lihat darah segar menodai seprei putih itu. Aku masih perawan!!! Ronald bingung, aku bingung. Akhirnya aku teringat, dan kujelaskan bahwa selama aku menikah, aku belum pernah disetubuhi suamiku, karena dia impoten yang disebabkan oleh sakit kencing manis.
“Jadi kamu masih perawan?!” tanyanya heran.
Aku menjelaskannya lagi, dan dia memeluk aku penuh rasa sayang dan kemesraan yang dalam sekali. Kami masih bugil, saling berangkulan, tubuh kami saling merapat. Aku mencium bibirnya, tanda sayangku pula. Seharusnya kegadisanku ini milik suamiku, kenapa harus Ronald yang mendapatkannya? Ah…. bodo amat! Aku juga bingung! Hampir satu hari kami di kamar hotel itu, sudah tiga kali aku melakukan hubungan sex dengan anak muda ini.
Tidak semua gaya bisa ku praktekkan di kamar itu. Aku belum berpengalaman! Tampaknya dia juga begitu, selalu tak tahan lama!! Tapi lumayan buat pemula. Setelah istirahat makan, kami tidur-tiduran sambil ngobrol, posisi masih dengan busana seadanya. Menjelang sore aku bergegas ke kamar mandi. Membersihkan tubuh. Ronald juga ikut mandi. Kami mandi bersama, terkadang saling memeluk, saling mencium, tertawa, bahkan sedikit bercanda dengan mengelus-elus penisnya. Dia tak kalah kreatif, dimainkannya puting payudaraku, aku terangsang…… dan……. oh,…. kami melakukannya lagi dengan posisi berdiri. Tubuh kami masih basah dan penuh dengan sabun mandi. Oh nikmatnya, aku melakukan persetubuhan dalam keadaan bugil basah di kamar mandi. Ronald agak lama melakukan senggama ini, maklum sudah berapa ronde dia melakukannya, kini dia tampak sedikit kerja keras. Dirangsangnya aku, diciuminya bagian luar vaginaku, dijilatinya tepinya, dalamnya, dan oh…. aku menggeliat kenikmatan.
Akupun tak mau kalah usaha, kukocok-kocok penis Ronald yang sudah tegang membesar itu, kutempelkan ditengah-tengah kedua payudaraku, kumainkan dengan kedua tetekku meniru adegan di blue film VCD. Tak kusangka, dengan adegan begitu, Ronald mampu memuncratkan air maninya, dan menyemprot ke arah wajahku. Aneh sekali, aku tak jijik, bahkan aku melulurkannya ke bagian muka dan kurasakan nikmat yang dalam sekali.
“Kamu curang! Belum apa-apa sudah keluar!” seruku.
“Sorry, enggak tahan….” jawabnya.
Kutarik dia dan kutuntun penis Ronald masuk ke memekku, kudekap dia dalam-dalam, kuciumi bibirnya, dan kugoyang-goyang pinggulku sejadinya. Ronald diam saja, tampak dia agak ngilu, tapi tetap kugoyang, dan ah…. aku yang puas kali ini, hingga tak sadar aku mencubit perutnya keras-keras dan aku setengah berteriak kenikmatan, terasa ada sesuatu yang keluar di vaginaku, aku sudah sampai klimaks yang paling nikmat.
Setelah selesai mandi, berdandan, baru terasa alat vitalku perih. Mungkin karena aku terlalu bernafsu sekali. Setelah semuanya beres, sebelum kami meninggalkan kamar itu untuk pulang, kami sempat saling berpelukan di depan cermin. Tak banyak kata-kata yang kami bisa keluarkan. Kami membisu, saling memeluk.
“Aku sayang kamu Yulia” terdengar suara Ronald setengah berbisik, seraya dia menatap wajahku dalam-dalam.
Aku masih bisu, entah kenapa bisa begitu. Diulanginya kata-kata itu hingga tiga kali. Aku masih diam. Tak kuduga sama sekali, aku meneteskan airmata, terharu sekali.
“Aku juga sayang kamu Ron” kataku lirih.
“Sayang itu bisa abadi, tapi cinta sifatnya bisa sementara” sambungku lagi.
Ronald menyeka air mataku dengan jemarinya. Aku tampak bodoh dan cengeng, kenapa aku bisa tunduk dan pasrah dengan anak muda ini? Setelah puas dengan adegan perpisahan itu, lantas kami melangkah keluar kamar, setelah check out, kami menuju Blok M dan kami berpisah di pelataran parkir. Aku sempat mengecup pipinya, dia juga membalasnya dengan mencium tanganku. Ronald kembali ke rumahnya, dan aku pulang dengan gejolak jiwa yang sangat amat berkecamuk tak karuan.
Rasa sedih, bahagia, puas, cinta, sayang dan sebagainya. Ketika memasuki halaman rumahku, aku terkejut sekali, banyak orang berkumpul disana. Astaga ada bendera kuning dipasang disana. Aku mulai gugup, ketika aku keluar dari mobil, kudapati keluarga mas Burhan sudah berkumpul, ada yang menangis. Ya ampun, mas Burhan suamiku sudah dipanggil Yang Kuasa. Aku sempat dicerca pihak keluarganya, kata mereka aku sulit dihubungi. Karuan saja, HP ku dari sejak di Hotel kumatikan hingga aku dirumah belum kuhidupkan. Kulihat mas Burhan sudah terbujur kaku ditempat tidur. Dia pergi untuk selamanya, meninggalkan aku, meninggalkan seluruh kekayaannya yang melimpah ruah. Kini aku jadi janda kaya yang kesepian dalam arti yang sebenarnya. Tiga hari kemudian aku menghubungi Ronald via HP, yang menjawab seorang perempuan dengan suara lembut. Aku sempat panas, tapi aku berusaha tak cemburu. Aku mendapat penjelasan dari wanita itu, bahwa dia adik kandungnya Ronald. Dan dijelaskan pula bahwa Ronald sudah berangkat ke Amerika secara mendadak, karena dipanggil Papa Mamanya untuk urusan penting.
Kini aku telah kehilangan kontak dengan Ronald, sekaligus akan kehilangan dia. Aku kehilangan dua orang laki-laki yang pernah mengisi hidupku. Sejak saat itu sampai kini, aku selalu merindukan laki-laki macho seperti Ronald. Sudah tiga tahun aku tak ada kontak lagi dengan Ronald, dan selama itu pula aku mengisi hidupku hanya untuk shopping, jalan-jalan, nonton, ah… macam-macamlah. Yang paling konyol, aku menjadi pemburu anak-anak muda ganteng. Banyak sudah yang kudapat, mulai dari Gigolo profesional hingga anak-anak sekolah amatiran. Tapi kesanku, Ronald tetap yang terbaik!!! Dalam kesendirianku ini… Segalanya bisa berubah … Kecuali, Cinta dan kasihku pada Ronald, aku tetap menunggu, sekalipun kulitku sampai kendur, mataku lamur, usiaku uzur, ubanku bertabur, dan sampai masuk kubur, Oh…. Ronald, kuharap engkau membaca kisah kita ini. Ketahuilah, bahwa aku kini menjadi maniak seks yang luar biasa, hanya engkau yang bisa memuaskan aku Ron.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes