Repair Win 7 Kado Pernikahan Tabahkan aku Kabhialvida na kehna Kepiting Pedas Anxietas Dawai Asmara XP Repair SFilm Veer Zaara

Minggu, 05 Februari 2012

Cara Memasang Kalender Gratis Untuk Blok


Cara Memasang Kalender Gratis Untuk Blok

Baiklah setelah 2 hari aku gak mosting hari ini aku mau posting gimana caranya memasang kalender gratis di blog.
cara ini aku dapetin dari tetangga sebelah, gampang kok caranya. nah kalau berminat silahkan kamu kunjungi alamat dibawah ini

http://free-blog-content.com/Animated-Calendars.htm

Nah Setelah kamu masuk ke alamat situs diatas, kamu tinggal pilih konten calender yang mana kamu sukan dan pilih yang cocok dengan
blog kamu, lalu kamu tinggal klik dan copy dibawah gambar yang kamu pilih, kemudian kamu ditinggal pastekan pada gadget kamu di blog.
nah setelah itu di save dan cobalah kamu lihat yang muncul di blog mu....calender yang kamu pilih langsung muncul  deh di blog mu
dan blog mu bertambah cantik...heeee selamat mencoba...samalam sukses.....

Sabtu, 04 Februari 2012

Kado Pernikahan Bab 10

Masa - Masa Pengantin Bab 10

Masa pengantin baru barangkali sama pentingnya dengan malam pertama. Masa ini istri Anda sangat sensitif. Perasaannya sangat peka. Apalagi kalau ia masih gadis. Begitu juga suami, sekalipun perasaan laki-laki konon tak sehalus perasaan wanita, ia akan peka. Karena keduanya sangat sensitif, maka ibarat negatif film yang belum dicuci, ia mudah terbakar. Kalau terbakar, hanguslah potret yang telah dibidik dengan sangat hati-hati itu. Masa ini memang sangat peka. Kehancuran ikatan suci pernikahan, kadang bermula dari masa-masa pengantin baru yang tak terlewati dengan baik. Apalagi jika salah satu atau keduanya telah membawa perasaan yang negatif ketika memasuki pernikahan, goresan luka yang perih akan mudah terjadi. Di sinilah kita melihat lebih dalam lagi hikmah di balik pesan Nabi Saw. agar memurahkan mahar dan memudahkan nikah. Di sinilah kita melihat bahwa hikmah di balik pesan-pesan Nabi tak cukup jika hanya ditulis dalam satu bab panjang seperti pada bab "Di Manakah Wanita-wanita Barakah Itu?". Di sinilah kita melihat bahwa masa-masa ketika proses sedang berlangsung terasa sangat penting.   Tetapi karena akad nikah telah berlangsung dan malam zafaf telah lewat, maka marilah kita teruskan pembicaraan kita tentang masa-masa pengantin baru. Soal indahnya masa yang penuh cerita ini, tak perlu saya tulis. Anda sudah tahu sendiri. Lagi pula indahnya masa pengantin baru itu lebih enak dialami daripada dipelajari. Karena itu lebih baik kita memahami masalah-masalah yang lebih penting berkenaan dengan masa pengantin baru ini.
 
Kado Pernikahan
146
Pertama, jangan lupa menemani istri Anda. Sediakan waktu khusus untuknya. Lebih-lebih jika ini merupakan pernikahan kedua dalam rangka matsna (poligami), maka Anda perlu sekali memperhatikan. Jangan abaikan haknya untuk tinggal bersama Anda dan menghabiskan masa-masa yang khusus untuk Anda berdua itu. Tentang berapa lama Anda harus tinggal bersama istri Anda ini, mari kita simak Anas (bin Malik) r.a. riwayat Abu Qilabah yang berkata: Khath Arab

Termasuk sunnah bagi (seseorang) jika menikahi (lagi) seorang gadis, setelah  dia mempunyai istri, dia bermukim padanya selama tujuh hari, lalu mengadakan pembagian. Apabila menikahi seorang janda, dia berhak untuk bermukim padanya selama tiga hari (tiga malam), kemudian barulah mengadakan pembagian (waktu). (Selanjutnya) Abu Qilabah berkata, "Jika aku mau, pasti aku mengatakan bahwa Anas r.a. memarfu'kan berita (atsar) tersebut kepada Rasulullah Saw." (HR Bukhari). Selama masa pengantin baru ini, sebaiknya suami lebih banyak menghabiskan waktu untuk menemani istri, sehingga istri memiliki kesempatan untuk mulai belajar bertaba'ul (mengurus dan melayani) kepada suami dengan baik dan sesuai dengan suami. Sebaliknya, suami bisa belajar mengenal istri. Yang dimaksud dengan mengenal istri boleh jadi berkait-erat dengan persoalan-persoalan psikis, termasuk yang bersangkutan dengan bagaimana ia dibesarkan keluarganya, sehingga suami dapat memahami perbedaan sikap istri dan menerima apa yang bisa diterima. Tetapi mengenal istri boleh jadi bersangkutan dengan hal-hal yang kelihatan kecil dan sepele, misalnya makanan kesukaan istri.  Berkenaan dengan masalah yang disebut terakhir ini, boleh jadi sebagian orang menganggap sepele (ah, rumah tangga kok cuma ngurusi soal makanan). Tetapi menyepelekan masalah yang sepele ini, bisa memicu ketidakpuasan suami-istri. Mereka merasa diabaikan. Jika ini terus berlanjut, percekcokan bisa timbul. Pentingnya memperhatikan persoalan yang dianggap sepele itu tidak berarti melupakan soal-soal yang lebih penting. Sebab di atas itu semua, masalah yang paling berpengaruh memang orientasi. Pernikahan Hari Moekti adalah contoh yang tepat  untuk menggambarkan bahwa orientasi masing-masing sangat mempengaruhi kebahagiaan pernikahan. Ketika Kang Hari masih menjadi rocker, pernikahannya sering diwarnai ketidakpuasan dan ketegangan-ketegangan. Akan tetapi setelah menemukan Islam, mereka mendapati keluarganya penuh kebahagiaan. Salah satu masalah penting yang perlu dicatat dari perjalanan keluarga Hari  Moekti adalah soal perubahan orientasi keluarga yang ikut mempengaruhi kebahagiaan pernikahan mereka. Ketika Kang Hari telah menemukan Islam, ia menemukan cara pandang yang sama sekali baru tentang istri, tentang bagaimana bersikap dan memuliakan istri, tentang bagaimana memandang kehidupan, serta tentang tujuan hidup yang semuanya berpulang kepada Allah.

Wallahu A'lam bishawab. Semoga kita berkesempatan untuk menemukan Islam  sebelum kita meninggal. Singkat cerita, masa pengantin baru sangat peka. Dan seperti yang dinasehatkan oleh Ummul Mukminin 'Aisyah  radhiyallahu 'anha, tergantung pribadi masingmasing untuk memperoleh kemuliaannya.


---
... Di sinilah kita melihat lebih dalam lagi
hikmah di balik pesan Nabi Saw. 
agar memurahkan mahar dan memudahkan nikah.
Di sinilah kita melihat 
hikmah di balik pesan-pesan Nabi ....
---

Lalu apa yang bisa kita lakukan pada masa-masa pengantin baru? Wallahu A'lam
bishawab. Selebihnya, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada Anda.
Mudah-mudahan ada manfaatnya.
Belajar Mendampingi Suami
Anda barangkali geli dengan sub judul ini. Tetapi kita menghadapi kenyataan
bahwa para wanita usia nikah di zaman kita umumnya tidak memperoleh pendidikan
memadai tentang bagaimana mendampingi suami. Sama halnya dengan suami mereka
yang pada umumnya tidak sempat mendapat pendidikan tentang bagaimana menjadi
suami sebagaimana yang diterima oleh orangtua mereka dulu. Sebabnya sederhana,
sebagian besar dari generasi usia nikah maupun keluarga baru di zaman kita
umumnya menghabiskan masa kecil hingga masa dewasa di sekolah-sekolah formal
saja. Mereka tidak memperoleh pengalaman dan pendidikan mengenai peran-peran
sosial maupun peran keluarga dari lingkungan, katakanlah dari masjid dan pesantren.
Bahkan, mereka juga tidak mendapatkan pengalaman itu dari keluarga --komunitas
terdekat yang sebenarnya paling memungkinkan untuk memberi pengalaman kepada
anak. 
Jika pada generasi orangtua, suami-istri memasuki pernikahan dengan membawa
bekal ilmu berumah-tangga yang mereka peroleh dari pesantren atau mushalla, maka
pada generasi kita tidak seperti itu. Kita memasuki pernikahan dengan tangan kosong;

sebagian nyaris tanpa bekal, kecuali ijazah diploma atau kursus MS Excel. Jika tidak,
kita membawa bekal sertifikat seminar menjelang pernikahan --yang tidak cukup
untuk memberi gambaran kepada kita tentang bagaimana berumah tangga, khususnya
mendampingi suami. Adapun bagaimana bersikap kepada suami ketika sedang marah,
bagaimana meredam emosi suami, bagaimana memberi sentuhan yang
membangkitkan gairah istri ketika suami mempunyai keinginan besar sementara istri
sedang dingin-dinginnya, dan soal-soal semacamnya, kita nyaris tidak tahu. Saya
sendiri baru tahu bahwa di pesantren ada literatur (sekaligus pengajiannya) tentang
urusan yang saya sebut terakhir itu ketika saya sudah menikah. Sampai sekarang saya
belum mengetahui isi kitabnya secara persis. Saya hanya mendengar penjelasan dari
seorang gus (putra kiai) tentang isi kitab yang membahas soal itu ketika menyarankan
kepada saya untuk mempelajari, sehingga bisa melengkapi pembahasan tentang jima'
pada buku Mencapai Pernikahan Barakah.
Kembali ke persoalan mendampingi suami, ada baiknya kita mendengar nasehat
dari Al-Khasyat, "Mendampingi suami merupakan sebuah proses belajar. Kecocokan
perasaan harus melalui beberapa tahapan, entah membutuhkan waktu lama atau relatif
singkat dari 'usaha dan kesalahan'."
Persoalan yang lebih penting dalam mendampingi suami adalah keinginan yang
tulus, bukan keterampilan memasak atau menjahit sebelum Anda menikah. Kata AlKhasyat,
"Sebelumini seorang istri perlu memiliki keinginan tulus untuk memahami suaminya,dan berusaha secara
terus-menerus untuk merealisasikan kecocokan dan keharmonisan dengan suaminya sedikit demi sedikit, dibarengi
dengan kesabaran, kelembutan,dan ketekunan dalam menghindari berbagai sebab permusuhan, serta
menjauhi sebab-sebab perselisihan, dan menciptakan suasana yang sesuai dengan perkembangan
semangat kasih-sayang dan cinta-kasih."
"Adalah mustahil," kata Al-Khasyat lebih lanjut, "bila kelembutan dan
keharmonisan dapat diraih tanpa kemauan dari pihak suami maupun istri untuk
menghilangkan sebagian tingkah laku dan beberapa kebiasaan yang lalu."
Seperti yang telah kita dengar dari Al-Khasyat, yang kita perlukan agar bisa
mendampingi suami adalah keinginan yang tulus. Istilah ini sangat indah dan
barangkali sangat sering Anda dengar. Tetapi apakah keinginan yang tulus itu?   Apa
yang dapat menandakan kita tulus atau tidak?
Wallahu A'lam bishawab. Silakan Anda cari jawabnya dengan bertanya kepada
diri Anda sendiri. 
Sementara Anda mencari jawabnya, mari kita melanjutkan pembicaraan kita
kepada persepsi. Secara sederhana, bagaimana Anda mempersepsi sesuatu sama
halnya dengan bagaimana Anda memandang. Jika Anda memakai kacamata merah,
maka apa pun yang Anda lihat akan tampak ada warna merahnya. Daun yang hijau
dan bunga yang putih pun akan tampak kemerah-merahan.
Selain itu, pengalaman dan pengetahuan Anda juga mempengaruhi. Orang Jawa
Timur akan berbinar-binar melihat rujak cingur yang hitam pekat bumbunya dan

menebar bau petis campur terasi (Ouw, sedapnya). Air liurnya akan segera mengucur
sehingga tak sabar lagi untuk segera menikmati. Tetapi orang lain, akan segera
bergidik. Jijik. Jangankan untuk memakannya, melihat orang lain makan saja rasanya
tengkuk sudah geli. Iihh, makanan kok hitam begitu. Baunya nusuk-nusuk lagi...!
Singkatnya, persepsi dipengaruhi oleh zhan (prasangka) Anda, sebagaimana
warna kacamata mempengaruhi penglihatan kita terhadap benda-benda yang kita
lihat. Selain itu, persepsi kita dipengaruhi oleh pengalaman, ilmu, dan juga kondisi
psikis kita saat itu. Jika Anda sedang marah sekali, Anda akan mudah melakukan
kesalahan dalam menafsiri perkataan orang lain, termasuk perkataan suami atau istri
Anda. Ini satu contoh.
Lalu apa perlunya kita berdiskusi soal persepsi dengan pembicaraan kita
mengenai masa pengantin baru? Untuk menjawab pertanyaan ini, sekali lagi mari kita
ingat bahwa masa pengantin baru adalah masa yang sangat peka. Keindahan malam
zafaf dan kebahagiaan masa pengantin baru bisa berantakan karena persepsi kita tidak
baik. Akibatnya, kita mudah menaruh "kecurigaan" manakala kita menjumpai hal-hal
yang tidak mengenakkan. Ini dapat menjadi sebab munculnya bibit perselisihan yang
bersifat latent (tersembunyi).
3

Karena itu, pengantin baru perlu belajar menjaga persepsi terhadap apa yang
dilakukan oleh suami atau istrinya. Jika tidak, bersama keindahan itu akan tumbuh
penyakit yang dapat meledak sewaktu-waktu ketika masa pengantin baru telah lewat. 
Ada hal lain yang kita butuhkan di masa pengantin baru, yaitu penerimaan yang
tulus. Penerimaan dari kedua pihak. Bukan suami saja atau istri saja. Sederhana
bukan? Ya, sederhana. Sangat sederhana menuliskannya. Jauh lebih sederhana
daripada mengamalkannya.
Merintis Kebiasaan Yang Baik
Allah menyempurnakan setengah agama kita ketika kita dikaruniai kekuatan
untuk menikah. Kemudian kita disuruh menyempurnakan yang setengahnya. Salah
satu yang bisa kita lakukan untuk menyempurnakan setengah dari agama kita adalah
dengan merintis kebiasaan yang baik dan saling mengingatkan tentang watak (khuluq)
serta perilaku yang tidak baik. Sebagian dari kita mungkin memiliki perilaku buruk
yang tidak diketahuinya, kecuali dengan bantuan orang lain, termasuk suaminya
sendiri.
Berkenaan dengan merintis kebiasaan yang baik ini, ada sebuah hadis yang dapat
kita renungkan:

Khath Arab

"Barangsiapa yang menetapkan sunnah-hasanah (kebiasaan yang baik) lalu ia
diamalkan, maka ia mendapat pahala seperti orang yang mengerjakannya tanpa
dikurangi sedikit pun.
Dan barangsiapa yang menetapkan dalam Islam satu sunnah sayyi'ah
(kebiasaan yang buruk) lalu ada yang mengamalkannya, maka ia memperoleh dosa
seperti yang mengerjakannya tersebut tanpa dikurangi sedikit pun." (HR Muslim).
Kebiasaan baik yang kita rintis di rumah kita bisa jadi menyangkut ibadah
mahdhah seperti shalat, bisa jadi berkenaan dengan perilaku kita kepada keluarga atau
perilaku kita terhadap tetangga atau lebih luas lagi. Yang jelas, bisa merintis sunnah
hasanah atau tidak, sebaiknya suami isteri berusaha untuk mengurangi perilakuperilaku
yang buruk. Syukur kalau bisa saling belajar melihat kekurangan masingmasing
dan kemudian menyadarinya, bukan menjadikannya untuk berapologi. Syukur pula kalau
bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan sehingga menjadi kebaikan.

Saya tidak berpanjang-panjang dengan masalah sunnah hasanah ini. Saya grogi
membahasnya. Karena itu, marilah kita beralih kepada tema kita yang lain, yakni
mengenai  mengurangi keburukan dan memperbaiki kekurangan. Mudah-mudahan
dengan pertolongan Allah, keluarga kita akan barakah dan selamat dan fitnah dunia
maupun fitnah akhirat. Mudah-mudahan dengan pertolongan Allah, anak-anak kita
dapat lebih memikirkan ummat Muhammad dibanding orangtuanya atas sebab kita
berusaha memperbaiki sebagian kekurangan kita.
Hambatan besar yang mungkin muncul ketika kita ingin menjadikan rumah kita
sebagai tempat untuk saling memperbaiki kekurangan, adalah seperti yang pernah
dilukiskan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' 'Ulumuddin pada pembahasan
tentang penyakit hati. Ia berkata, "Akan tetapi, biasanya kita justru menyibukkan diri
dengan mencari-cari jawaban untuk menunjukkan kepada orang itu bahwa ia sendiri
juga menyandang cacat-cacat seperti itu. Lalu kita akan berkata kepadanya: 'Anda
sendiri juga melakukan begini... dan begitu....' Dan sikap permusuhan seperti itu
pasti menghalangi kita daripada memanfaatkan nasehatnya."  
Seperti kata Al-Ghazali, adakalanya kita berkata saat diingatkan, "Habis, Mas
kemarin juga begitu." 
Atau kalimat lain yang mirip dengan itu, misalnya, "Ah, Mas nyuruh bangun
awal. Mas sendiri susah dibangunkan. Bagaimana mau shalat malam kalau tidur
terus?"
Contoh lain yang semakna dengan itu masih banyak. Silakan Anda cari sendiri.
Atau, silakan Anda ingat-ingat apakah dalam hidup Anda pernah mengucapkan
Kado Pernikahan
151
kalimat-kalimat yang seperti itu manakala Anda diingatkan oleh suami Anda (atau
suami diingatkan oleh isterinya). Atau, Anda sering mengucapkannya? Jika ya, maka
ingatlah bahwa sesungguhnya suami Anda bukan Nabi yang Allah
mema'shumkannya, sehingga ia terjaga dari melakukan kesalahan. Ia juga bukan
tergolong sahabat Nabi --yang sekalipun tidak ma'shum, tetapi Allah meridhai mereka
dan mengampuni kesalahannya. Ia adalah manusia biasa, sangat biasa. Sehingga
terbuka kemungkinan melakukan kesalahan, sekalipun ia sangat menginginkan
kebaikan. Sederhananya, ia mungkin sering tidur tanpa bangun malam, meskipun
berkali-kali ia mengatakan ingin shalat malam.
Mari kita perhatikan hadis ini:


Khath Arab

"Allah merahmati seseorang yang bangun pada malam hari lalu menunaikan
shalat. Dia bangunkan istrinya dan jika istri enggan, maka dia percikkan air ke
wajahnya. Dan Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam hari untuk
menunaikan shalat. Dia bangunkan suaminya dan apabila suaminya enggan, maka
dia percikkan air ke wajahnya." (HR Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Majah dan
yang lainnya. Ibnu Hibban dan Al-Hakim menshahihkan hadis ini. Syaikh
Muhammad Nashiruddin Al-Albani berpendapat, hadis ini hasan).
Atau mari kita simak hadis ini:


Khath Arab



Dari Abu Darda' r.a., dari Nabi Saw., beliau bersabda, "Tiga (orang), Allah
mencintai mereka, tersenyum kepada mereka dan merasa gembira dengan mereka.
Pertama, orang yang apabila suatu golongan menghadapi serbuan maka ia
berperang sendirian semata-mata karena Allah 'Azza wa Jalla, maka ia terbunuh
atau ditolong oleh Allah 'Azza wa Jalla dan dicukupi-Nya lalu Allah berfirman
(kepada para malaikat, "Lihatlah hamba-Ku ini bagaimana dia bershabar karena-Ku
dengan (mengorbankan) dirinya."
Kedua, orang yang memiliki istri cantik dan kasur empuk lagi bagus, kemudian
ia bangun (melakukan shalat) malam, maka Allah berfirman, "Ia meninggalkan
syahwatnya dan mengingat-Ku. Padahal kalau suka ia tidur saja."

Ketiga, orang yang apabila dalam perjalanan (safar) bersama dengan
rombongan lalu di saat itu begadang malam kemudian tidur, ia bangun waktu sahur
dalam keadaan susah dan senang." (HR Thabrani dengan sanad hasan. AlHaitsami
berkata, "Para perawinya terpercaya."
Menurut Syaikh Muhammad
Nashiruddin
Al-Albani, hadis ini hasan).

Hadis-hadis ini tidak berbicara tentang sifat suami sebagai manusia biasa. Dan
saya pun tidak bermaksud untuk menjelaskan kepada Anda makna dari dua hadis
tersebut karena saya belum berhak menjelaskan. Tetapi melalui hadis ini saya ingin
berbincang-bincang dengan Anda bahwa suatu saat barangkali Anda yang
memercikkan air ke wajahnya, dan di saat lain Anda yang susah dibangunkan
sehingga suami perlu memercikkan air ke wajah Anda. Suatu saat Anda yang perlu
mengingatkan suami ketika ia melakukan kesalahan atau mengucapkan kalimatkalimat
yang merusak. Tetapi di saatlain boleh jadi suamilah yang harus mengingatkan Anda karena Anda
melakukan kesalahan atau mengucapkan kalimat yang tidak baik; kesalahan yang sama seperti
yang pernah dilakukan oleh suami Anda.

Jika Anda menerima peringatan dan nasehat suami, sementara suami pun
demikian, maka insya-Allah dari rumah Anda akan terbit cahaya yang menerangi dan
memberi kesejukan bagi sekeliling. Paling tidak bagi orang yang mendiami rumah
Anda. Tetapi jika Anda berkata "Uuh, Mas juga sering begitu", maka kisah romantis
tentang pernikahan penuh barakah selesai sampai di sini. Ia akan merasa terhalang
secara psikis untuk mengingatkan Anda dengan segera di saat ia menjumpai Anda
melakukan kesalahan. Yang paling mudah ia lakukan kemudian adalah marah dan
menyalahkan. Kalau ini terus berlanjut, berarti Anda berdua telah jatuh dalam
coercive communication (komunikasi memaksa). Selengkapnya tentang coercive
communication ini bisa Anda simak pada bab Komunikasi Suami-Istri di jendela tiga
buku ini. 
---
Seperti kata Al-Ghazali, 
saat diingatkan adakalanya kita berkata,
"Habis, Mas kemarin juga begitu."
---
Dan Istri Pun Hamil
Masa pengantin baru, barangkali terasa belum lewat ketika istri Anda muntah-
muntah di pagi hari. Ketika Anda mendekat, ia menepis Anda. Di saat Anda
membutuhkan seorang teman untuk berbincang santai, ia malah berangkat tidur dan
enggan bangun. Belakangan periksa, ternyata ia telah positif mengandung.

Sebagian orang terkejut dengan masa nyidam. Apalagi kalau mereka sama-sama
tidak mengerti bahwa perubahan situasi emosi yang drastis itu disebabkan oleh
datangnya kehamilan, percekcokan bisa tersulut dengan cepat sebagaimana api yang
membakar rumput kering. Akibatnya, hubungan suami dengan istri akan renggang.
Masing-masing menyimpan perasaan yang tidak mengenakkan.
Datangnya kehamilan dan masa nyidam itu adakalanya pada bulan ketiga
pernikahan, adakalanya dua tahun kemudian. Akan tetapi tidak menutup
kemungkinan istri sudah mengandung setelah satu bulan menikah.
Nah, jika Anda masih menginginkan suasana pengantin baru, apa yang sebaiknya
Anda lakukan bersama istri  Anda yang mulai mengandung?
Silakan Anda jawab sendiri. Mumpung masih pengantin baru.



Catatan Kaki:
1. Ustadz Hari Moekti sempat menceritakan pengalaman-nya berumah tangga
pada kesempatan acara bedah buku "Seni Dalam Pandangan Islam" karya
Abdurrahman Al-Baghdadi di Fakultas Sastra UGM. Cerita serupa juga
dikemukakan ketika menjadi pembicara pada seminar Memaksimalkan
Kecerdasan Anak yang diselenggarakan oleh Unpas, Bandung awal Juli lalu. 
2. Soal bagaimana perubahan pandangan itu mengubah juga kehidupan
pernikahannya, lebih baik Anda bertanya langsung kepada Ustadz Hari Moekti
sehingga memperoleh penjelasan yang lebih baik dan lebih jernih. Di atas
segala-galanya, tentu saja hanya Allah 'Azza wa Jalla sumber segala
kebahagiaan dan Dia-lah yang memberi kebahagiaan kepada siapa pun yang Dia
Kehendaki. Wallahu A'lam bishawab.
3.Bibit perselisihan bersifat latent (tersembunyi) karena pada masa ini
keindahan sebagai pengantin baru menutupi berbagai "ketidaksesuaian
kecil". Di sinilah permaafan dan permakluman dibutuhkan agar hal yang
tidak mengenakkan tidak menjadi bibit perselisihan yang sewaktu-waktu bisa
meledak. Setelah masa pengantin baru usai, rumah tangga masih penuh
kesejukan. Rumah terasa lapang dan damai, meskipun secara fisik sempit.
Masalahnya, persoalan hubungan antara suami dan istri tidak sesederhana
menuliskan kata permaafan dan permakluman. 

Jumat, 03 Februari 2012

Cara Memasang Jam Di Blog


Lagi Tur ke tetangga-tetangga blog, eh ada yang masang jam di gadget bagus juga, bisa untuk ngontrol kalo lagi ngeblog kadang gak inget waktu. Untuk memasang jam blog  ada sebuah situs yang menyediakan berbagai bentuk jam apalagi disitus tersebut kita tinggal mengopy dan paste kodenya tanpa harus registrasi terlebih dahulu ke situs tersebut, situs-situs tersebut sangatlah banyak tap-i yang banyak dipakai adalah :

www.clocklink.com

baiklah berikuti ini caranya memasang widget jam di blog.

1. Pertama Kunjungi www.cloklink.com
2. Lalu klik menu Gallery (disitu kamu bisa memilih kategori yang ingin kamu pilih )
3. terus kategori analog kamu pilih
4. kemudian klik view HTML tag pada kotak dibawah jam yang kita pilik lalu akan tiumbul halaman baru di windows baru. disitu nanti kita ada ketentuan2 yang memakai bahasa inggris.
5. Lalu langsung aja kamu pilih accept
6. Selanjutnya kamu diminta memilih warna (color) ( time zone untuk waktu indonesia bagian Barat.
7. Copy seluruh kode HTML kemuadian disimpan  di komputer kamu contoh pada noteped atau word

Langkah selanjutnya kamu menuju blog kamu.
1. Pertama Login ke blogger
2.Klik Tata letak
3. Klik tab Elemen Halam
4.Klik Tambah gadget tadi kedalam konten terseb
5. Copy paste kode yang kita taruh di notepad kedalam konten tersebut.
6. Selesai... Selamat Mencoba..

Kamis, 02 Februari 2012

Cara membuat Blog Gratis super gampang dan mudah


Kemaren Aku ditanya kawan ku, gimana si wan caranya buat blog kaya punya mu yang kamu kotak katik tiap malem ?? Aku jawab aja nanti tak postingkan caranya, mudah kok nah ikuti langkah-langkah dibawah ini :

Langkah Pertama : 
Sebuah Account Buka Web. http://www.blogger.com, biar lebih mudah pilih yang bahasa indonesia agar kamu mudah mengerti petunjuk-pentunjuknya nanti.
Kemuadian Klik Tombol Link Ciptakan Blog Anda ( Crete a Blog ) Ciptakan Sebuah Akun Google, Proses ini akan menciptakan akun google yang dapat kamu gunakan pada layanan google yang lainnya. Ok.. Jika Kamu sudah memiliki akun  di google mungkin dari Gmail, Google Groups atau Orkut, silahkan login terlebih dahulu, Anda bisa membuat blogger dari situ, atahu ikuti cara berikut mengisi Formulir meliputi :

1. Alamat Email ( Selain Gmail ) Contoh : iwan_efendi21@yahoo.com
2. Ketik Ulang email
3. Masukan kata Sandi
4. Keting Ulang Kata sandi
5. Isi Nama Tampilan ( Nama Yang digunakan untuk menandai posting Blog kamu)
6. Verikasi Kata, Penerimaan
7. Persyaratan, centang "saya menerima Persyaratan dan Layanan"
8. Klik tombol Lanjutkan.

Langkah Kedua :
Beri Nama Blog Kamu, nama Blog ini akan berfungsi sebagai domain atau pintu masuk untuk mengakses halaman blog kamu. Contohnya kaya gini : http://namablogmu.blogspot.com, untuk membuat domain ini kamu baca strategi pilihan nama domain. Kalau sudah punya nama Blog yang sesuai keinginan kamu ikuti sebagai berikut :
1. Isi Judul Blog, Judul blog akan muncul pada blog yang kamu publikasikan pada dasbor, dan profil kamu.
2. Buat alamat blog (URL)Klik Tombol Lanjutkan.

Langkah Ketiga :
Pilih sebuah template, ada ratusan bahkan jutaan template yang bisa kamu download secara gratis, kamu bebas memili mana yang kamu sukaidan sesuai konten Blog kamu. kamu bisa mengganti templatenya nanti, untuk awal kamu ikuti dulu seperti dibawah ini :
1. Pilih salah satu Template
2. Tekan Tombol Lanjutkan
3. Mulai Bloging, Blog kamu sudah jadi. Blog sudah selesai dibuat. silahkan tambah entr, buat profil pribadi, atau ubah sesuai tampilan blog kamu...modiflah sesuai yang kamu suka...

SELAMAT MENCOBA...Semoga dimengerti...

Rabu, 01 Februari 2012

Cara Membuat Kursor Bertaburan Bintang

Cara Membuat Kursor Bertaburan Bintang

Lagi Gila Negeblog pengennya mendisain terus biar tampilan Blog menjadi bagus heeeeee....biar blog menjadi guanteng kaya yang punya ...sesuai judul diatas cara membuat kursor bertaburan bintang-bitang ...tadinya aku juga lihat blog kawan-kawan yang lain eh,,ternyata bagus juga langsung deh aq terapin di blog aq. ok lah gini caranya gampang kok ikuti langkah langkah dibawah ini :

1. pertama-tama kamu login dulu
2.lalu masuk ke Rancangan/tataletak terus Element Laman
3. kemudia Tambah Gadget dan pilih HTML/Java Script
4. Kalo Sudah masukan kode dibawah ini :

<script type='text/javascript'>
// <![CDATA[
var colour="#0000FF";
var sparkles=65;

var x=ox=400;
var y=oy=300;
var swide=800;
var shigh=600;
var sleft=sdown=0;
var tiny=new Array();
var star=new Array();
var starv=new Array();
var starx=new Array();
var stary=new Array();
var tinyx=new Array();
var tinyy=new Array();
var tinyv=new Array();
window.onload=function() { if (document.getElementById) {
var i, rats, rlef, rdow;
for (var i=0; i<sparkles; i++) {
var rats=createDiv(3, 3);
rats.style.visibility="hidden";
document.body.appendChild(tiny[i]=rats);
starv[i]=0;
tinyv[i]=0;
var rats=createDiv(5, 5);
rats.style.backgroundColor="transparent";
rats.style.visibility="hidden";
var rlef=createDiv(1, 5);
var rdow=createDiv(5, 1);
rats.appendChild(rlef);
rats.appendChild(rdow);
rlef.style.top="2px";
rlef.style.left="0px";
rdow.style.top="0px";
rdow.style.left="2px";
document.body.appendChild(star[i]=rats);
}
set_width();
sparkle();
}}
function sparkle() {
var c;
if (x!=ox || y!=oy) {
ox=x;
oy=y;
for (c=0; c<sparkles; c++) if (!starv[c]) {
star[c].style.left=(starx[c]=x)+"px";
star[c].style.top=(stary[c]=y)+"px";
star[c].style.clip="rect(0px, 5px, 5px, 0px)";
star[c].style.visibility="visible";
starv[c]=50;
break;
}
}
for (c=0; c<sparkles; c++) {
if (starv[c]) update_star(c);
if (tinyv[c]) update_tiny(c);
}
setTimeout("sparkle()", 40);
}
function update_star(i) {
if (--starv[i]==25) star[i].style.clip="rect(1px, 4px, 4px, 1px)";
if (starv[i]) {
stary[i]+=1+Math.random()*3;
if (stary[i]<shigh+sdown) {
star[i].style.top=stary[i]+"px";
starx[i]+=(i%5-2)/5;
star[i].style.left=starx[i]+"px";
}
else {
star[i].style.visibility="hidden";
starv[i]=0;
return;
}
}
else {
tinyv[i]=50;
tiny[i].style.top=(tinyy[i]=stary[i])+"px";
tiny[i].style.left=(tinyx[i]=starx[i])+"px";
tiny[i].style.width="2px";
tiny[i].style.height="2px";
star[i].style.visibility="hidden";
tiny[i].style.visibility="visible"
}
}
function update_tiny(i) {
if (--tinyv[i]==25) {
tiny[i].style.width="1px";
tiny[i].style.height="1px";
}
if (tinyv[i]) {
tinyy[i]+=1+Math.random()*3;
if (tinyy[i]<shigh+sdown) {
tiny[i].style.top=tinyy[i]+"px";
tinyx[i]+=(i%5-2)/5;
tiny[i].style.left=tinyx[i]+"px";
}
else {
tiny[i].style.visibility="hidden";
tinyv[i]=0;
return;
}
}
else tiny[i].style.visibility="hidden";
}
document.onmousemove=mouse;
function mouse(e) {
set_scroll();
y=(e)?e.pageY:event.y+sdown;
x=(e)?e.pageX:event.x+sleft;
}
function set_scroll() {
if (typeof(self.pageYOffset)=="number") {
sdown=self.pageYOffset;
sleft=self.pageXOffset;
}
else if (document.body.scrollTop || document.body.scrollLeft) {
sdown=document.body.scrollTop;
sleft=document.body.scrollLeft;
}
else if (document.documentElement && (document.documentElement.scrollTop || document.documentElement.scrollLeft)) {
sleft=document.documentElement.scrollLeft;
sdown=document.documentElement.scrollTop;
}
else {
sdown=0;
sleft=0;
}
}
window.onresize=set_width;
function set_width() {
if (typeof(self.innerWidth)=="number") {
swide=self.innerWidth;
shigh=self.innerHeight;
}
else if (document.documentElement && document.documentElement.clientWidth) {
swide=document.documentElement.clientWidth;
shigh=document.documentElement.clientHeight;
}
else if (document.body.clientWidth) {
swide=document.body.clientWidth;
shigh=document.body.clientHeight;
}
}
function createDiv(height, width) {
var div=document.createElement("div");
div.style.position="absolute";
div.style.height=height+"px";
div.style.width=width+"px";
div.style.overflow="hidden";
div.style.backgroundColor=colour;
return (div);
}
// ]]></script>

TAMBAHAN :

Untuk Yang berwarna Merah itu Bisa diganti sesuai Warna Kesukaanmu... Kalo Belum Punya Kodenya Bisa Kunjungi DISINI

Oh ya masih lanjut ni ke

5. Kemuadian Jangan Lupa Di Save dan Silahkan dilihat hasilnya

selamat mencoba.....

Cara membuat Menu Tab View

Cara membuat Menu Tab View

Untuk para blogger yang sudah senior pastinya sudah tahu yang dinamakan tab view, tapi untuk para pemula mungkin banyak yang belum atau tidak tahu apa kegunaannya dan fungsinya.
Banyak sekali Website dan Blog yang sudah menggunakan tab view dalam blognya. Fungsinya adalah untuk menghemat space yang ada di halaman Blog kita dan pastinya membuat blog kita terlihat rapi dan bagus.Baiklah ikutilah cara-cara dibawah ini :

1. Pertama kamu harus login ke blogger masuk ke dasbor pilih menu " Layaot -> edit html '
2. Langkah Kedua cari kode berikut ( gunakan CTRL+F untuk mempermudah pencarian ) ]]></b:skin>
3. lalau kemudian masukan kode dibawah ini sebelum kode ]]></b:skin> atau kedalam tag CSS.

div.TabView div.Tabs
{
height: 24px;
overflow: hidden;
}
div.TabView div.Tabs a
{
float: left;
display: block;
width:  90px; /* Lebar Menu Utama Atas */  text-align: center;
height: 24px; /* Tinggi Menu Utama Atas */
padding-top: 3px;
vertical-align: middle;
border: 1px solid #000; /* Warna border Menu Atas */
border-bottom-width: 0;
text-decoration: none;
font-family: "Times New Roman", Serif; /* Font Menu Utama Atas */
font-weight: 900;
color: #000; /* Warna Font Menu Utama Atas */
}
div.TabView div.Tabs a:hover, div.TabView div.Tabs a.Active
{
background-color: #FF9900; /* Warna background Menu Utama Atas */
}
div.TabView div.Pages
{
clear: both;
border: 1px solid #6E6E6E; /* Warna border Kotak Utama */
overflow: hidden;
background-color: #FF9900; /* Warna background Kotak Utama */
}
div.TabView div.Pages div.Page
{
height: 100%;
padding: 0px;
overflow: hidden;
}
div.TabView div.Pages div.Page div.Pad
{
padding: 3px 5px;
}


4. Yang perlu diperhatikan adalah texs-texs yang berwarna merah itu adalah tanda untuk pengaturan tab view. ada ukuran warna dll.
5. Langkah selanjutnya yaitu pasang kode sebelum kode </head>

<script type='text/javascript'>

function tabview_auxundefinedTabViewId, id)
{
  var TabView = document.getElementByIdundefinedTabViewId);

  // ----- Tabs -----

  var Tabs = TabView.firstChild;
  while undefinedTabs.className != &quot;Tabs&quot; ) Tabs = Tabs.nextSibling;

  var Tab = Tabs.firstChild;
  var i   = 0;

  do
  {
    if undefinedTab.tagName == &quot;A&quot;)
    {
      i++;
      Tab.href      = &quot;javascript:tabview_switchundefined&#39;&quot;+TabViewId+&quot;&#39;, &quot;+i+&quot;);&quot;;
      Tab.className = undefinedi == id) ? &quot;Active&quot; : &quot;&quot;;
      Tab.blurundefined);
    }
  }
  while undefinedTab = Tab.nextSibling);

  // ----- Pages -----

  var Pages = TabView.firstChild;
  while undefinedPages.className != &#39;Pages&#39;) Pages = Pages.nextSibling;

  var Page = Pages.firstChild;
  var i    = 0;

  do
  {
    if undefinedPage.className == &#39;Page&#39;)
    {
      i++;
      if undefinedPages.offsetHeight) Page.style.height = undefinedPages.offsetHeight-2)+&quot;px&quot;;
      Page.style.overflow = &quot;auto&quot;;
      Page.style.display  = undefinedi == id) ? &#39;block&#39; : &#39;none&#39;;
    }
  }
  while undefinedPage = Page.nextSibling);
}

// ----- Functions -------------------------------------------------------------

function tabview_switchundefinedTabViewId, id) { tabview_auxundefinedTabViewId, id); }

function tabview_initializeundefinedTabViewId) { tabview_auxundefinedTabViewId,  1); }

</script>

<script type='text/javascript'>tabview_initializeundefined&#39;TabView&#39;);
</script>


6. Kemudian di simpan
7. Lalu pergi ke menu page elements
8  Pilih Add Gadget --> html/java script ditempat yang akan kamu letakan menu tab view ini.
9. dibawah ini script yang di pasang :

<form action="tabview.html" method="get">
<div class="TabView" id="TabView">
<div class="Tabs" style="width: 350px;">
<a>Tab 1</a>
<a>Tab 2</a>
<a>Tab 3</a>
</div>
<div class="Pages" style="width: 350px; height: 250px;">

<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 1.1 <br />
Tab 1.2 <br />
Tab 1.3 <br />
</div>
</div>

<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 2.1 <br />
Tab 2.2 <br />
Tab 2.3 <br />
</div>
</div>

<div class="Page">
<div class="Pad">
Tab 3.1 <br />
Tab 3.2 <br />
Tab 3.3 <br />
</div>
</div>

</div>
</div>
</form>

<script type="text/javascript">
tabview_initialize('TabView');
</script>

KETERANGAN :
- Angka-angka teks berwarna biru (350px) adalah ukuran tinggi dan lebar tabview./
- kode yang berwarna hijau adalah teks yang di menu utama (menu atas)
- kode yang berwarna merah adalah isi dari tabview kamu bisa mengisinya dengan link gambar, baner, script dan lain2.
- Untuk menambahkan jumlah menu maka perhatikan teks yang berkedip-kedip tambahkan menu tersebut dibawahnya.

Ok Kawan selamat mencoba...

Selasa, 31 Januari 2012

CARA MEBUAT EFEK SALJU ( SNOW ) DI BLOG


CARA MEBUAT EFEK SALJU ( SNOW ) DI BLOG

Mempercantik Blog emang gak ada habis-habis, karena dengan mempercantik blog, pengunjung juga betah dan suka mengunjungi blog kita nah gimana ya caranya menerapkan efek salju buat blog kita ??? Nah ikuti langkah-langkah dibawah ini mudah kok :

1. Langkah pertama Login dulu ke Dasbor
2. Langkah Kedua Cari Rancangan " edit html " --> cari kode </body>
3. Langkah Ketiga Copy kode dibawah ini dan letakan diatas kode </body>


<script src='http://iwandevan.googlecode.com/files/snow.js' type='text/javascript'></script>

4. Dan Langkah ke Empat Preview dulu untuk memastikan bekerja atau tidak jaca scriptnya pada template kamu.

5. Langkah yang kelima kalau tadi di Preview udah pas dan mengeluarkanefek salju Seve Aja templatenya jadi deh... selamat mencoba ya semoga berhasil...

Senin, 30 Januari 2012

CARA MEMASANG WIDGET WHOS AMUNG US

CARA MEMASANG WIDGET WHOS AMUNG US

Untuk apa sih whos amung ???
Whos amung itu adalah widget untuk mengecek terhadap jumlah pengunjung blog kigta dan salah satu kelebihannya whos amung
us adalah tools yang berfungsi sebagai pemberitahuan bahwa artikel aanda di copy pate oleh orang lain.
ok langsung aja cara memasangnya lihat dibawah ini :

1. Silah kan klik Whos Amung us Disini
2. Pilihlah posisi widget yang akan diletakkan pada blog kamu ada 3 pilihan, Left, Bottom, Right. pada masing-masing posisi
terdapat 3 pilihan.kamu bisa memilih sesuai dengan selera kamu.
3. Klik yang diinginkan
4. Copy Script eidget Whos Amung dan pastekan pada blog kamu

Ok kaya gitu diatas lah caranya selamat mencoba dan semoga berhasil ...

Minggu, 29 Januari 2012

CARA BUAT DAFTAR ISI ( CONTENTS ) WIDGET DIBLOG MU

CARA BUAT DAFTAR ISI ( CONTENTS ) WIDGET

Gimana ya cara buatnya ??? dan buat apa sih daftar isi ???
daftar isi pada blog akan memudahkan pengunjung blog kita untuk mencari artikel yang peengunjung cari
dengandaftar isi di blog kita akan membuat para pengunjung lebih betah baca2 di blog kita., karena sudah kita suguhi
dengan semua conten atau semua postingan yang ada di blog kita.
heee ok lah gak usah panjang lebar lagi ikutilah langkah2 berikut ini :

1. Login dulu ke blog kamu
2. edit elemen -->Add Widget selanjutnyapilih (javascript/html) kemuadian copy dan pste kode di bawah ini :

<div style="border: 2px solid rgb(51, 255, 51); overflow: auto; height: "350px;" margin="5px" ;>
<script style="text/javascript" src="http://adesanusi.googlepages.com/daftar-isi.txt"></script>
<script style="text/javascript">
var numposts = 1000;
var showpostdate = false;
var showpostsummary = false;
var numchars = 100;
var standardstyling = true;
</script>
<script src="http://iwandevan.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=published&alt=json-in-script&max-results=999&callback=showrecentposts"></script>
</div>
Widget By: [<a href="http://iwandevan.blogspot.com">trik blog</a>]

Keterangan :
- Untuk kode yang berwarna merah di ganti aja nilainya sesuai selera kamu
- Gati iwandevan.blogpot.com dengan URL blog kamu
- Var Numpost : Jumlah daftar posting yang ditampilkan
- Var Showpostdate : Menampilkan tanggal ( false berarti tidaak di tampilkan )
- Var showpostsummary: Menampilkan ringkasan posting
- Var Numchar : Jumlah Karakter Post Summary
rgb(51,255,51) warna border daftar isi

Selamat Mencoba ya..

Sabtu, 28 Januari 2012

Kado Pernikahan Bab 9

Memasuki Malam Zalaf
alau sudah ada kerelaan untuk menjadi teman hidup, maka tunggu sesaat
lagi jalinan perasaan itu  akan sah. Sesaat lagi, apa-apa yang haram bagi
kita telah menjadi halal atas karunia Allah. Sesaat lagi, seorang jejaka
mulai harus memberikan kelembutan sikap kepada wanita yang beberapa
waktu lalu dipinangnya. Sesaat lagi, seorang wanita mulai mempunyai kewajiban
untuk bertaba’ul (pengurusan dan pelayanan). Ini kelak di akhirat akan dimintakan
tanggung jawab kita. Ada perjanjian yang sangat berat kepada Allah, sehingga Allah
memberi hak kepada kita beberapa kesenangan dan memberi amanah di balik
kesenangan-kesenangan itu. Perjanjian ini terikat sesaat lagi, ketika seorang ayah
mengucapkan ijab atas anak gadisnya dan seorang laki-laki mengucapkan qabul
(penerimaan) untuk mengikat jalinan perasaan sebagai suami-istri.
Inilah akad nikah. Inilah akad yang menjadikan halal apa-apa yang sebelumnya
haram, dan membuat berpahala apa-apa yang sebelumnya merupakan dosa.

Ikatan Itu Bernama Mitsaqan-Ghalizhan
Nabi berdiri di Mina, di Masjid Kheif. Dia memandang ribuan jama’ah yang
hadir untuk berhaji di sekitarnya. Kemudian bibirnya yang tidak pernah berdusta
menyebutkan pujian kepada Allah. Lalu memulai khuthbahnya.
“Wahai manusia,” kata Rasulullah berseru, “dengarkan penjelasanku baik-baik,
karena aku tidak tahu apakah aku masih berjumpa lagi dengan kalian di tempat ini
pada tahun yang akan datang.”
Kado Pernikahan
116
Suara Rasulullah bergetar. Para sahabat merasa ada yang akan hilang. Ada tangis
yang terasa, tapi menahannya di tenggorokan. Ada kesedihan. Ucapan Rasulullah kali
ini, mengisyaratkan perpisahan. Tahun depan mungkin Rasulullah sudah tidak
bersama mereka lagi. Betapa besar kehilangan kalau Rasulullah benar-benar dipanggil
oleh Yang Mengutusnya, Allah subhanahu wa ta’ala. Betapa besar kehilangan kalau
kali ini adalah haji perpisahan, haji wada’, sedang wajah suci itu telah bertahun-tahun
membimbing mereka sekaligus menanggung luka-luka dalam beberapa peperangan.
Para sahabat merasakan kesedihan itu. 
Kemudian Rasulullah berkata, “Apakah aku sudah menyampaikan risalah
Tuhanku kepada kalian?” 
Para sahabat menjawab dengan suara serentak, dengan gemuruh yang sama, dan
dengan jawaban yang sama, “Benar. Engkau sudah menyampaikan risalah kepada
kami.”
“Allahumma isyhad. Ya Allah, saksikanlah!” Sebagian sahabat sudah tidak
sanggup lagi menahan tangisan mereka. Mereka mengetahui bahwa tugas Nabi sudah
berakhir, kata K.H. Jalaluddin Rakhmat. 
“Wahai manusia,” begitu kata Nabi selanjutnya, “Hendaknya yang hadir
menyampaikan kepada yang tidak hadir. Tahukah kalian hari apakah sekarang ini?”
“Hari yang suci.”
“Negeri apakah ini?”
“Negeri yang suci.”
“Bulan apakah ini?”
“Bulan yang suci.”
“Sesungguhnya darah kalian, harta kalian, kehormatan kalian, sama sucinya
dengan hari ini, negeri ini, pada bulan ini. Sesungguhnya kaum Mukmin itu
bersaudara. Tidak boleh ditumpahkan darahnya. Tuhan kalian satu. Bapak kalian
semuanya Adam dan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah
ialah yang paling takwa. Tidak ada kelebihan orang Arab di atas orang asing kecuali
karena takwanya. Apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”
Suara para sahabat bergemuruh. Mereka menjawab, “Benar.” Begitulah setiap
kali Nabi menyampaikan satu bagian (maqtha’) nasehatnya, beliau mengakhirinya
dengan “apakah aku sudah menyampaikan kepada kalian?”; dan para sahabat
menjawab serentak dengan “benar”. Setiap beliau memulai bagian nasehatnya, kata
Kang Jalal, beliau berkata, “Simaklah pembicaraanku, kalian akan memperoleh
manfaat sesudah aku tiada. Pahamilah baik-baik supaya kalian memperoleh
kemenangan.”
Hari ini, Rasulullah telah tiada. Dan sekarang, saya ingin menyampaikan salah
satu pesan Rasulullah saat itu, ketika Anda sudah menguatkan hati untuk mengikat
perjanjian yang sangat berat (mitsaqan-ghalizhan). Istri Anda mempunyai hak atas
Kado Pernikahan
117
Anda karena perjanjian itu. Ia mempunyai hak yang suci, sama sucinya dengan hari
ketika khothbah perpisahan itu diucapkan. 
Ketika Anda sudah mengikat perjanjian yang sangat berat, tahukah Anda apa hak
istri Anda? Dan ketika Anda menerima perjanjian berat dari suami Anda, tahukah
Anda hak suami atas Anda?
Di haji wada’ itu, Rasulullah Saw. Mengingatkan dengan peringatan suci,
“Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian
sebagaimana kalian mempunyai hak atas mereka. Hak kalian atas mereka ialah
mereka (para istri) tidak boleh mengizinkan orang yang tidak kalian senangi masuk ke
rumah kecuali dengan izin kalian. Terlarang bagi mereka melakukan kekejian. Jika
mereka berbuat keji, bolehlah kalian menahan mereka dan menjauhi tempat tidur
mereka, serta memukul mereka dengan pukulan yang tidak melukai mereka. Jika
mereka taat, maka kewajiban kalian adalah menjamin rezeki dan pakaian mereka
sebaik-baiknya. Ketahuilah, kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah,
dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan Kitab Allah. Takutlah kepada Allah
dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan kalian untuk selalu berbuat baik.”
“Aku wasiatkan kalian untuk selalu berbuat baik,” begitu kata-kata terakhir dari
Rasulullah ketika mengingatkan kita tentang kewajiban di balik amanah pernikahan.
Ada yang harus dijaga dalam perjanjian yang sangat berat ini (mitsaqan-ghalizhan).
Ada yang harus diperjuangkan karena amanah ini. 
Ada yang besar dalam perjanjian berat ini. Hati yang menerima, jiwa yang rela,
sikap yang menenteramkan, dan kesediaan untuk berjuang bersama. Sudah siapkah
engkau? Aku bertanya kepada diriku sendiri dan juga kepadamu.  
Perjanjian berat akan kita ikrarkan. Allah dan para malaikat menjadi saksi. Para
tamu juga menjadi saksi. Ada yang menjadi saksi khusus ketika perjanjian berat itu
diucapkan. 
Akad nikah memang harus ada saksi. Sebenarnya, apakah saksi itu? Mengapa
perjanjian berat ini memerlukan saksi? Padahal Allah Maha Tahu dan tak ada yang
bisa disembunyikan dari penglihatan-Nya. 
Maha Besar Allah. Sungguh Allah tidak pernah zalim kepada setiap makhlukNya.
Pernikahan
memerlukan
saksi
untuk mengingatkan kepada
kita tentang
amanah

di
baliknya. Mudah-mudahan kita selalu ingat
dan tetap menjaganya sampai
kelak

bertemu
dengan Allah
di Hari Kiamat.
Jadi, ikatan pernikahan bukanlah ikatan main-main. Ada kesenangan-kesenangan
di dalamnya yang boleh kita rasakan bersama, dan ada amanah di baliknya. Ada
sebuah amanah besar.
Sekarang ketika ayah dari calon istri Anda akan mengucapkan ijab nikah,
marilah kita perhatikan beberapa hal berkenaan dengan Ijab-Qabul Nikah.


Kado Pernikahan
118
Mengucapkan Ijab-Qabul Nikah
Perjanjian berat itu terikat melalui beberapa kalimat sederhana. Pertama adalah
kalimat ijab, yaitu keinginan pihak wanita untuk menjalin ikatan rumah tangga
dengan seorang laki-laki. Kedua adalah kalimat qabul, yaitu pernyataan menerima
keinginan dari pihak pertama untuk maksud tersebut.
Ijab-qabul adakalanya diucapkan dalam bahasa Arab. Adakalanya juga
diucapkan dalam bahasa setempat. Keduanya boleh dipakai. Ibnu Taimiyyah
mengatakan, ikatan nikah bisa terjalin dengan ungkapan yang bermakna nikah,
dengan kata dan bahasa apa pun.
Mana yang lebih afdhal? Mana yang lebih baik untuk dipakai? Wallahu A’lam
bishawab. Nikah adalah perjanjian yang berat. Kita perlu menghayati ucapan ijabqabul.
Salah satu syarat ijab-qabul adalah
kedua pihak memiliki
sifat tamyiz
(mampu

membedakan
baik dan buruk), sehingga
ia
memahami
perkataan
dan maksud dari

ijab-qabul
itu. Di atas
pemahaman terhadap
maksud
ijab-qabul, ada penghayatan. 
Sebagian dari kita mungkin lebih bisa merasakan makna di balik perjanjian yang
sangat berat ini ketika diucapkan dalam bahasa Arab, karena ini merupakan bahasa
Al-Qur’an. Tetapi sebagian lainnya, lebih dapat merasakan makna dari setiap kata
yang didengar dan diucapkan ketika ketika menggunakan bahasanya sehari-hari,
misal bahasa Indonesia.
Jika Anda lebih mudah merasakan makna ijab-qabul dalam bahasa Arab, Anda
dapat memilih untuk menggunakan bahasa Arab ketika berlangsung akad nikah.
Tetapi jika Anda lebih mampu menghayati dan lebih mudah terharu dengan bahasa
Indonesia, sesungguhnya akad-nikah dalam bahasa Indonesia tidak membuatnya lebih
rendah nilainya dibanding bahasa Arab. Jika dengannya Anda lebih merasakan
kedalaman arti akad nikah, insya-Allah bahasa Indonesia bisa lebih baik.
Yang jelas, apa pun bahasa yang digunakan, akad nikah hendaknya tidak
berbelit-belit dan terlalu mempersulit proses demi kesempurnaan adat istiadat.
Keagungan pernikahan tidak diukur dari lengkap tidaknya mengulang kalimat ijab
ketika mengucapkan qabul. Ini sekedar satu contoh saja. 
Juga, hendaknya kita tidak terjebak ke dalam keinginan untuk mencapai "suasana
khusyuk" sehingga justru mempersulit diri. Jika kita menengok kisah-kisah
pernikahan di masa shahabat dan beberapa generasi berikutnya, kita sering mendapati
proses akad nikah yang begitu sederhana.  Kadang terasa "terlalu sederhana" untuk
ukuran kita yang senang berbelit-belit ini. Misalnya, bukan hal yang aneh kalau kita
membaca seseorang minta dinikahkan --meminang-- lalu orangtua sang perempuan
mengatakan, "Ya, kau kunikahkan dengan Fulanah binti Fulan." Selesai. Dan dari
pernikahan-pernikahan semacam itulah justru lahir orang-orang yang memiliki
keutamaan besar di dunia dan akhirat.
Di zaman kita sekarang, agaknya sulit menjumpai model pernikahan yang
sederhana seperti itu. Barangkali hanya tinggal di sebagian daerah Lamongan, Jawa
Timur saja tradisi pernikahan Islami yang sangat sederhana tetap bisa berlangsung.
Kado Pernikahan
119
Proses pernikahan berlangsung sangat cepat. Begitu pinangan diterima --ini yang
pernah terjadi-- orangtua si gadis langsung menyatakan, kurang lebih, "Bagaimana,
akad nikah sekarang?" Jika ya, saksi bisa dipanggil dari tetangga kanan kiri. Perkara
mahar, gampang. Bisa dicari. Walimah, bisa dipersiapkan besok. Sedang untuk
hidangan sekarang, orang dapur bisa mempersiapkan.
Saya tidak tahu apakah ada daerah lain yang masih mempunyai tradisi
pernikahan yang sederhana dan Islami seperti itu. Jika masih ada daerah lain, saya
kira itu ada di daerah-daerah basis pesantren yang masih kental budaya pesantrennya.
Daerah-daerah Situbondo dan Probolinggo, barangkali.
Wallahu A'lam bishawab.

Siapa yang Menikahkan?
Sesungguhnya yang paling berhak untuk menikahkan seorang anak wanita
adalah ayahnya, karena dia adalah wali bagi anaknya. Tetapi adakalanya, keluarga
pengantin wanita menyerahkan kepada orang lain untuk mengijabkan pernikahan
anak wanitanya dengan laki-laki yang akan menjadi suami anaknya. 
Sesungguhnya pernikahan merupakan ikatan yang suci. Ketika seorang ayah
mengucapkan ijab nikah, di dalamnya juga tersirat penyerahan tanggungjawab atas
anak wanitanya kepada laki-laki yang ia telah mantap dengannya. Ketika
mengijabkan, seorang ayah juga telah mempersaksikan bahwa tanggungjawabnya
terhadap anak wanitanya telah tertunaikan. 
Jadi, ijab nikah bukan sekedar ucapan untuk mensahkan ikatan batin antara anak
wanitanya dengan seorang laki-laki yang telah dipilihnya. Di dalamnya juga terdapat
tanggungjawab ruhiyyah, semoga pernikahan ini menjadi jalan kebaikan bagi
orangtua serta keluarga anaknya yang baru saja menikah. Ini antara lain tampak
ketika seorang ayah mendoakan menantu laki-lakinya sebelum mengantarkannya
untuk menemui istrinya di malam pertama.
Anas bin Malik r.a. menceritakan kisah perkawinan Fathimah Az-Zahra r.a. Anas
berkata, Nabi bersabda, “Bawakan aku air!” ‘Ali berkata, “Aku tahu apa yang
dimaksudkan oleh beliau. Maka aku bangkit dan memenuhi gelas besar kemudian
memberikannya. “Beliau mengambilnya lalu meludahinya, kemudian bersabda
kepadaku, “Majulah!” Maka beliau menyiram kepalaku dan bagian depan tubuhku.
Kemudian beliau bersabda:

Khath Arab

Allahumma innii u’iidzuhu bika wa dzurriyatuhu minasy-syaithaanirrajiim.
Ya Allah, sesungguhnya aku melindungi dirinya dan keturunannya dengan-Mu
dari setan yang terkutuk.
Kado Pernikahan
120
Beliau bersabda, “Menghadap ke belakang!” Maka aku pun menghadap ke
belakang. Lalu beliau menyiram daerah antara dua belikat, lalu berdoa:

Khath Arab

 Inni u’iidzuhu bika wa dzurriyatuhu minasy-syaithanir rajiim.
Sesungguhnya aku melindunginya dan keturunannya dengan-Mu dari setan yang
terkutuk.
Kemudian bersabda, “Hai Ali, temuilah istrimu dengan membaca basmalah
supaya mendapat barakah.” (HR. Abu Bakar bin As-Sina).
Abu Bakar bin As-Sina menulis dalam kitabnya, “Abu ‘Abdurrahman
memberitahukan kepada kami, ‘Abdul A’la bin Washil dan Ahmad bin Sulaiman
menceritakan kepada kami, Malik bin Isma’il menceritakan kepada kami, dari
‘Abdurrahman bin Hamid Ar-Rawasi, ‘Abdul Karim bin Salith menceritakan kepada
kami, dari Ibnu Buraidah, dari ayahnya r.a. Dia menceritakan perkawinan Fathimah,
lalu berkata: Pada saat malam pertama tiba, Nabi Saw. bersabda, “Hai ‘Ali, jangan
mengucapkan apapun sebelum kamu menemuiku.” Kemudian Nabi Saw. meminta air.
Beliau menggunakannya untuk wudhu, lalu membasuhkannya kepada ‘Ali sambil
berdoa:
Khath Arab

Allahumma baarik fiihimaa wa baarik ‘alaihima wa lahumaa fii syamlihimaa.
Ya Allah, barakahilah keduanya dengan barakah yang meliputi keharmonisan
keduanya.
Ketika seorang ayah mempercayakan anak wanitanya dengan ucapan ijab kepada
calon menantu, insya-Allah ia berada dalam keadaan hati yang sangat bersih dan
paling besar pengharapannya kepada Allah.  
Adapun kalau bukan ayah, maka keluarga wanita bisa meminta kepada orang
yang ‘alim (berilmu) untuk mewakili ayah wanita tersebut dalam mengijabkan.
Tetapi, siapakah orang ‘alim itu? Wallahu A’lam bishawab. Sepanjang pengetahuan
saya orang ‘alim adalah orang yang sangat besar rasa takutnya kepada Allah dan
mengetahui halal-haramnya suatu perkara.
Wallahu A'lam bishawab.
Ada perkara-perkara lain dalam masalah ijab-qabul. Tetapi bukan wilayah saya
untuk membahasnya, termasuk yang berkenaan dengan orang yang mengijabkan
pernikahan seorang wanita kepada seorang laki-laki. Adapun pembahasan saya
sekilas tentang orang yang menikahkan, yang demikian ini sebagai ikhtiar untuk
menyampaikan apa yang lebih utama dan insya-Allah lebih besar barakahnya.
Kado Pernikahan
121
Mudah-mudahan pernikahan yang baru saja berlangsung akan penuh barakah Allah
dan dibarakahi atas mereka. Semoga dari pernikahan itu lahir keturunan yang
memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.
Wallahu A'lam bishawab.

Walimah Itu Ungkapan Syukur
Kalau pernikahan sudah berlangsung, maka suami bisa menyelenggarakan
walimah sebagai ungkapan syukurnya kepada Allah. Melalui walimah, ia
mengungkapkan kerendahan hatinya dengan meminta doa barakah kepada kaum
muslimin yang datang; doa yang sungguh-sungguh, bukan sekedar mengikuti
kebiasaan bikin undangan, serta mengumumkan kepada masyarakat bahwa dua orang
yang bukan muhrim itu kini telah halal hidup bersama.
Rasulullah Saw. menganjurkan kepada kita untuk mengadakan walimah ketika
kita menikah. Rasulullah mengingatkan dengan sangat agar kita mengadakan walimah
untuk pernikahan kita, sesederhana apapun. Banyak hadis yang menunjukkan perkara
ini. Ketika Rasulullah mengetahui 'Abdurrahman bin Auf menikah --saat itu
'Abdurrahman bin Auf tidak menyelenggarakan walimah-- maka Rasulullah bersabda,
"Buatlah sebuah perayaan, adakan walimahan meskipun hanya dengan memotong
seekor kambing."
Ada hadis yang senada dengan itu. Dari Anas r.a., ia berkata, "Rasulullah belum
pernah berpesta untuk sesuatu  kejadian sebagaimana yang Rasulullah lakukan
terhadap Zainab, "Buatlah walimah, berpestalah meskipun hanya dengan memotong
seekor kambing." (HR Bukhari dan Muslim).
Masih banyak hadis-hadis lain yang berbicara tentang perintah untuk
mengadakan walimah. Semuanya menunjukkan bahwa mengadakan walimah untuk
sebuah pernikahan sangat penting. Dari sinilah lahir kesimpulan hukum tentang
walimah. Sebagian besar 'ulama sepakat bahwa walimah hukumnya sunnah
muakkadah.
Dalam hal ini, masalah penting yang perlu kita ingat adalah, titik tekan anjuran
walimah ada pada penyelenggaraan walimahnya, bukan pada penyembelihan seekor
kambing sebagai pesta minimal. 'Abdurrahman bin Auf --sahabat utama Nabi Saw.--
adalah termasuk orang paling kaya di masa itu, sehingga perkataan "meskipun hanya
dengan memotong seekor kambing" menggambarkan penegasan tentang pentingnya
mengadakan walimah. Tetapi jika untuk memberi mahar cincin besi saja tidak bisa,
tentu ia tidak diharuskan mengadakan walimah dengan memotong seekor kambing.
Sebab jika ini dilaksanakan, justru bisa mendatangkan madharat.
Wallahu A'lam bishawab.
Di Indonesia, umumnya pesta walimah diselenggarakan oleh orangtua dari
mempelai wanita. Karena itulah, saya ingatkan kepada mereka agar memperhatikan
kemaslahatan dalam menyelenggarakan pesta pernikahan untuk anaknya.
Kado Pernikahan
122
Menyelenggarakan pesta walimah secara berlebihan sampai di luar kesanggupan
mereka atau pun menantunya, justru bisa mendatangkan madharat dan kerusakan
sehingga pernikahan yang suci itu kehilangan barakah. Memaksakan diri dalam
menyelenggarakan walimah juga bisa menjadi sunnah sayyi'ah, teladan buruk yang
bila dicontoh orang lain akan menyebabkan kita berdosa. Wallahu A'lam bishawab.
Ukuran berlebihan ini bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, kebiasaan yang berlaku
di masyarakat. Kedua, penyelenggaraan walimah dibandingkan dengan kemampuan
secara pribadi. Pesta walimah yang amat jauh lebih sederhana dari kebiasaan yang
berlaku di masyarakat masih dapat digolongkan berlebihan, apabila untuk
mengadakan walimah itu pengantin laki-laki atau orangtua pengantin perempuan
sampai memaksakan diri melebihi kesanggupan ekonominya saat itu. 
Jadi, jika Anda mengadakan walimah dengan memotong seekor kambing,
sementara untuk membeli seekor ayam pun Anda sangat kepayahan, maka walimah
yang Anda laksanakan sudah termasuk berlebihan. Disebabkan oleh walimah itu,
boleh jadi Anda sudah termasuk melampaui batas. Tindakan yang melampaui batas
ini akan membawa akibat dalam dua hal. Pertama, beban bagi diri Anda pribadi.
Kedua, hilang atau berkurangnya barakah pernikahan Anda lantaran agama tidak
menyukai tindakan yang melampaui batas, termasuk dalam soal pernikahan. Kecuali
Anda menyadari kekeliruan Anda dan beristighfar, mungkin Allah akan
mengaruniakan barakah dan rahmat-Nya.
Persoalannya kemudian, di zaman kita ini kadang seorang pengantin laki-laki
tidak diberi kewenangan untuk menentukan bagaimana bentuk walimah yang sesuai
dengan kemampuannya sendiri secara pribadi, tanpa mengaitkan dengan kemampuan
orangtua atau saudaranya. Di sebagian daerah, adat istiadat pernikahan kaum
Muslimin sudah bergeser jauh dari pesan Islam. Sehingga menyebabkan para pemuda
mengalami kesulitan menikah disebabkan oleh tingginya biaya walimah yang harus ia
tanggung. Ketika persoalan ini sudah menyangkut masalah prestise keluarga di
hadapan masyarakat atau keluarga besan (mertua), maka persoalan yang suci dan
penuh kemuliaan ini bergeser men-jadi persoalan harga diri pribadi dan harga diri
keluarga. Alhasil, sistem pernikahan ini tidak mengkondisikan tumbuhnya pribadi
yang matang, mandiri, dan berani bertanggung jawab --yang saking jarangnya,
sampai-sampai terasa seperti slogan. Sistem pernikahan ini lebih cenderung
membentuk orang untuk memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap orang
lain, sekalipun itu kerabatnya sendiri, dan memudahkan tumbuhnya kekuasaan
keluarga terhadap anak-anaknya, sekalipun sudah waktunya untuk mandiri. Sistem
yang demikian ini juga menyulitkan lahirnya pemuda yang memiliki sikap laisal
fataa ma yaquulu kaana abi, wa inna mal fataa ma yaquulu ha ana dza (bukan
pemuda mereka yang berkata "inilah bapakku", tetapi sesungguhnya pemuda adalah
yang berkata inilah dadaku).
Selain itu, karena sistem yang demikian sering mempertaruhkan rasa malu
seseorang atau bahkan keluarga di hadapan sekelompok orang atau masyarakat secara
terbuka, maka secara jangka panjang mendorong orientasi setiap individu yang ada di
Kado Pernikahan
123
masyarakat itu untuk lebih memperhatikan hal-hal yang dapat mengangkat prestise
keluarga daripada apa yang membawa kemaslahatan sangat besar bagi masyarakat.
Juga, karena sistem semacam itu mempersulit perkara yang sebenarnya
sederhana, akhirnya menimbulkan perasaan takut pada pemuda untuk memenuhi
panggilan agama ini dengan wanita-wanita setempat. Rentetan akibat berikutnya tentu
sangat panjang. Salah satu yang sempat saya identifikasi adalah keluarnya ketentuan
dari pemuka masyarakat yang melarang pemudanya untuk menikah dengan wanitawanita
dari lain suku. Ini, tentu saja,
merupakan
langkah yang tidak
tepat dan dapat

membawa
masyarakat
kepada kejumudan
yang
besar.
Disamping itu,
langkah yang
semacam
ini
tidak akan
mampu mengobati
kerawanan
sosial dengan sempurna.
Langkah
itu hanya mengobati
simptom
(gejala),
bukan
akar penyakitnya.
Kembali ke soal berlebihan tidaknya pesta pernikahan yang kita selenggarakan.
Jika walimah seyogyanya dilakukan berdasarkan kemampuan mempelai laki-laki
secara pribadi, apakah ini berarti keluarga mempelai laki-laki dan keluarga mempelai
perempuan tidak boleh mengeluarkan biaya untuk acara tersebut? Letak persoalannya
bukan di sini. Letak persoalannya terletak pada ada tidaknya hal-hal yang membuat
seorang mempelai laki-laki menyelenggarakan walimah jauh melampaui batas
kemampuan wajarnya, terpaksa atau tidak. Ada pun kalau pihak keluarga mempelai
wanita atau keluarga mempelai laki-laki ada yang berinisiatif untuk ikut membantu
menyelenggarakan walimah, insya-Allah baik saja, sejauh hal itu memang diniatkan
untuk membantu. Apalagi kalau niatnya lebih luhur lagi, bukannya sekadar demi
mempertahankan harga diri keluarga.
'Alaa kulli hal, karena walimah merupakan ungkapan syukur kepada Allah
sekaligus majelis untuk meminta doa para hadirin agar pernikahan kita barakah, maka
hendaknya walimah itu tidak merendahkan asma'-Nya yang tinggi lagi mulia. Maksud
saya, penyelenggaraan walimah hendaknya tidak mengakibatkan kita secara sengaja
mengejek Tuhan dengan alasan keadaan dharurat. Misalnya, apa yang dilakukan oleh
sebagian orang dengan berhias sebelum memasuki waktu shalat Dzuhur --kadang
malah persiapannya sejak sebelum Subuh-- dan melewati beberapa waktu shalat tanpa
menyentuh air demi menjaga agar keindahan rias tidak rusak oleh air wudhu.
Saya sempat sedih dan merasa terpukul ketika pada suatu pesta pernikahan,
seseorang dengan ringan berkata bahwa Allah Maha Pengampun. Benar bahwa Tuhan
Maha Pengampun, tetapi Dia juga Maha Pedih Siksa-Nya. Saya juga merasa bingung
ketika dalam pesta pernikahan yang lain periasnya bercerita, biasanya ia merias
pengantin sebelum masuk waktu shalat, kecuali jika pengantinnya termasuk orangorang
yang dipandang taat. Padahal, itu untuk
pesta-pesta
walimah
yang diadakan
sore
atau
malam
hari. Sehingga
merias
sebelum
memasuki waktu shalat
--kecuali jika
sedang
mens--
berarti
secara
sengaja
mengabaikan
waktu shalat.

Saya belum termasuk orang yang khusyuk. Tetapi ketika mendengar hal yang
semacam itu, saya jadi bertanya apakah pesta pernikahan itu tidak justru
memburukkan taat kita kepada Allah di saat Ia menyempurnakannya? Apakah kita
tidak mendustakan-Nya ketika mengatakan dharurat (apa boleh buat, terpaksa
Kado Pernikahan
124
begini), padahal saat itu kita sedang mendapat kemudahan dan kebaikan dari-Nya?
Atau, jangan-jangan sikap kita seperti itu memang telah menjadi doa mohon keadaan
dharurat sehingga kita sekarang mengalami kesulitan yang bermacam-macam di
negeri ini. Wallahu A'lam bishawab wastaghfirullahal 'adzim.
Masih banyak hal yang bisa kita bicarakan tentang acara walimah nikah ini,
semoga walimah tidak menjadikan pernikahan kita berkurang barakahnya. Apalagi
sampai merusak dan menghapus barakah atas pernikahan kita, sehingga kita
mendapati rumah tangga kita kering, gersang, menjengkelkan, dan penuh
pertengkaran. Masih banyak yang bisa kita bicarakan agar walimah nikah dapat
menjadi ungkapan syukur kita yang jernih dan kerendahan hati kita untuk meminta
doa dengan tulus, lalu para tamu pun be-nar mendoakan dengan hati yang ikhlas
(bukan sebagai basa basi sosial) sehingga Allah berkenan melimpahkan barakah-Nya.
Semoga melalui pernikahan
yang barakah
itu Allah berkenan memberi

syafa'at
kepada kita,
kelak
di hari kiamat.

***
O ya, satu lagi masalah yang berkenaan dengan walimah. Sebagian dari kita ada
yang bersikap sangat keras sehingga pengantin wanita sama sekali tidak mau keluar
untuk menjumpai tamu dari kaum laki-laki dengan mengajukan argumentasi (hujjah)
perintah hijab bagi Ummahatul Mukminin, istri-istri Nabi.
Saya tidak akan berpanjang-panjang dalam soal hijab, kecuali dengan meyakini
wajibnya menutup aurat secara sempurna dengan mengulurkan kain yang menutupi
dada. Saya tidak berpanjang-panjang dalam soal ini karena bukan bagian saya. Yang
ingin saya sampaikan kepada Anda adalah, seorang pengantin wanita boleh
menjumpai tamu laki-laki berdasarkan sebuah hadis shahih riwayat Bukhari &
Muslim.
Dari Sahal, dia berkata, "Ketika Abu Usaid As-Sa'idi menjadi pengantin, dia
mengundang Nabi Saw. beserta para sahabat beliau. Maka tidak ada yang membuat
makanan dan menghidangkannya pada mereka selain istrinya, Ummu Usaid. Dia telah
merendam beberapa biji kurma di dalam satu bejana kecil yang terbuat dari batu pada
malam harinya. Tatkala Nabi Saw. selesai makan, Ummu Usaid menghancurkan
kurma tersebut, lalu menuangkannya sebagai hadiah khusus untuk Nabi Saw." (HR
Bukhari & Muslim).
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, pensyarah shahih Bukhari paling otoritatif,
menerangkan, "Hadis ini dapat dijadikan dalil mengenai diperbolehkannya wanita
melayani suami dan tamu undangannya, tapi dengan catatan tidak menimbulkan
fitnah, serta dengan tetap memperhatikan hal-hal yang wajib dia tutup."
Ada dua catatan yang diberikan oleh Al-Hafizh sehubungan dengan pembolehan
wanita melayani suami dan tamu undangan, yaitu tidak menimbulkan fitnah serta
dengan tetap
memperhatikan hal-hal wajib dia tutup. Dua hal inilah barangkali
yang sulit dijaga sehingga membuat sebagian dari kita bersikeras tidak mau
menampakkan diri sama sekali di hadapan para undangan --yang terdiri dari wanita
dan laki-laki-- lalu ada kesan bahwa menampakkan diri ketika walimah adalah tidak
Kado Pernikahan
125
boleh. Padahal untuk melayani undangan laki-laki saja dibolehkan, asal memenuhi
dua ketentuan sebagaimana disebutkan oleh Al-Hafiz Ibnu Hajar.
Wallahu A'lam.
Masalah ini perlu saya kemukakan kepada Anda atas dua alasan. Pertama, saya
melihat sikap tidak mau menampakkan diri sama sekali mulai merebak, sehingga
kadang-kadang menimbulkan "fitnah" di masyarakat. Jika sikap itu dikarenakan tidak
bisa memenuhi dua ketentuan dari Al-Hafizh, maka yang demikian itu insya-Allah
akan membawa kebaikan. Apalagi kalau bisa menjelaskan kepada tamu dengan cara
yang baik. Kedua, saya menyampaikan disebabkan oleh kekhawatiran saya bahwa hal
ini dipandang haram. Sikap ini saya dasarkan pada peristiwa ketika Sayyidina 'Ali
karamallahu wajhahu minum sambil berdiri seraya mengatakan kepada khalayak
tentang dibolehkannya minum sambil berdiri. Selengkapnya tentang peristiwa Sayyidina
'Ali ini bisa Anda
baca pada bab Keindahan
Suami-istri.

Begitulah. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan membawa kebaikan bagi kita,
dunia dan akhirat. Selebihnya, karena walimah sudah selesai, saya hanya bisa menitip
doa semoga pernikahan Anda penuh barakah. Doa yang maksudnya sama dengan doa
Anda tatkala mengecup ubun-ubun istri di malam zafaf: 

Khath Arab

Barakallahu likulli waahidin minnaa fii shaahibihi.
Semoga Allah membarakahi masing-masing di antara kita terhadap teman
hidupnya.
Ya Allah Ya Rahim, barakahilah pernikahan orang-orang yang mengharapkan
barakah-Mu. Allahumma amin.

Ehmm, karena tamu-tamu sudah pulang ke rumah masing-masing dan burungburung
juga sudah kembali ke sarangnya,
maka jangan lupa: malam
zafaf Anda telah
tiba.
Di kamar pengantin, istri Anda telah lama
menunggu.
Maka jangan
biarkan ia
gelisah
karena Anda tak
kunjung datang
untuk
menghabiskan malam
bahagia dan
penuh
barakah
(mudah-mudahan.
Allahumma amin).

Tapi sabar dulu. Sebelum memasuki malam zafaf, apa yang sudah Anda ketahui
tentang malam yang penuh cerita? Bagaimana agar malam zafaf terlewatkan dengan
baik, dan bukannya meninggalkan cerita duka dan benih kekecewaan? Ada ilmunya.
Mudah-mudahan Allah menjadikan tulisan berikut ini bermanfaat dan penuh barakah
bagi kita semua, terutama bagi Anda yang akan memasuki malam zafaf.
Dan agar Anda tak terlalu gelisah, inilah pembahasan tentang malam zafaf itu.
Silakan mencermati.

Kado Pernikahan
126
Memasuki Malam Zafaf
Masa sesudah akad nikah adalah saat yang peka. Hari itu seorang jejaka baru saja
menjadi suami, dan seorang gadis memulai kehidupannya sebagai istri. Perasaan
mereka sangat sensitif ketika pertama kali bertemu dan berdekatan. Ada salah
tingkah, tapi ada perasaan ingin dekat. Ada rasa bahagia, tapi tak sedikit
canggungnya. Agak takut, tapi juga agak terbuka. 
Malam zafaf memang malam yang peka. Kekecewaan di malam ini, bisa
membawa pengaruh bagi kehidupan selanjutnya. Kebahagiaan atau sentuhan perasaan
yang dalam sangat membantu keduanya untuk hidup bersama menuju keluarga
barakah. Keindahan di malam zafaf menjadi jalan untuk saling menerima, saling
percaya dan rasa cinta yang diliputi kerinduan-kerinduan halus. Adapun salah tingkah
dan canggung, itu adalah rahmat Allah Ta'ala. Maha Besar Allah dengan segala
rahmat-Nya. Insya-Allah ini akan kita bicarakan nanti.
Lalu, apakah malam zafaf itu? Inilah malam ketika seorang wanita pertama kali
memasuki rumah suaminya setelah ia dinikahkan. Ini adalah malam ketika ia pertama
kali berdekatan dengan suami dalam satu kamar --yang meskipun luas, rasanya sempit
saja. Sederhananya, malam zafaf adalah malam pemboyongan istri ke kamar
suaminya. Pada masa sekarang, malam zafaf adalah malam ketika pertama kali
mereka bermalam bersama.
Yang tidak sederhana adalah bagaimana menghabiskan malam zafaf itu. Yang
demikian ini agar Anda dapat menikmati keindahan agung sebagai suami-istri.
Mudah-mudahan dengan demikian malam zafaf Anda akan penuh barakah. Sehingga
hari-hari berikutnya Anda merasakan ketenteraman jiwa (sakinah), kecintaan yang
tulus (mawaddah) dan rahmah. 
Ada beberapa hal yang diajarkan oleh agama kita agar pengantin baru
memperoleh kenikmatan yang mesra di malam zafaf. Jika Anda akan memasuki
malam zafaf, kesampingkan dulu salah tingkah Anda. Mari kita simak beberapa hal
yang mudah-mudahan dapat membawa rumahtangga Anda penuh rasa cinta dan
harmonis (ulfah).

Kelengkapan Zafaf
Pengantin baru perlu melakukan beberapa persiapan sehingga malam zafaf
terlaksana dengan penuh barakah dan keindahan yang tak terlupakan. Persiapan ini
meliputi fisik, atribut-atribut kebendaan, maupun persiapan psikis dan ruhiyyah.
Persiapan-persiapan fisik inilah yang saya sebut sebagai kelengkapan zafaf, sematamata
agar tulisan
ini hanya dibaca oleh
mereka yang telah memerlukan.

Seorang laki-laki maupun wanita perlu memperhatikan kelengkapan zafaf ini.
Mudah-mudahan Allah melimpahkan barakah bagi kedua mempelai di malam
pertama mereka.

Kado Pernikahan
127
Kelengkapan Laki-laki
Seorang lelaki, kata Ustadz Abduh Ghalib Ahmad ‘Isa, hendaknya berhias
dengan menghilangkan bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan, membersihkan
janggutnya, menggunting kukunya, mandi dengan air dan sabun, dan memakai
pakaian yang baru jika berkemampuan. Jika tidak, maka hendaklah ia memakai
pakaian yang bersih.
Seorang lelaki dianjurkan untuk berhias di malam itu. Sebab, hubungan seksual
di malam itu mempunyai kesan yang sangat dalam untuk jangka waktu yang sangat
lama, kata Mahmud Al-Shabbagh. ‘Aisyah r.a. pernah ditanya, “Pekerjaan apa yang
mula-mula dilakukan oleh Nabi pada saat beliau memasuki rumahnya?” ‘Aisyah
menjawab, “Sikat gigi.” (HR Muslim).
Ada kemungkinan, kata Al-Shabbagh, bahwa Nabi Muhammad Saw. Melakukan
hal itu untuk menyambut istri beliau dengan ciuman. Alangkah manisnya jika seorang
suami mencium istrinya bila hendak meninggalkan rumahnya pada pagi hari, dan jika
bertemu lagi dengan istrinya pada sore harinya, agar tetap awet muda.
Sebelum memasuki malam zafaf, seorang laki-laki hendaknya memotong
kumisnya dan merapikan jenggotnya. Jenggot bukan untuk dicukur, karena
memanjangkan jenggot merupakan sunnah. Sedang wewangian akan
menyempurnakan kelengkapan fisik sehingga lebih indah bagi Anda berdua. InsyaAllah.


Kelengkapan Wanita
Wanita hendaknya melakukan beberapa hal untuk memasuki malam zafaf.
Wanita hendaknya memotong kuku-kukunya terutama kuku jemari tangan. Yang
demikian ini agar tidak menjadikan malam zafaf kurang mengenakkan di ujungnya,
karena ketika wanita mencapai puncak kenikmatan dalam berhubungan intim, wanita
banyak mengenakan jari-jemari tangannya pada suami dengan cengkeraman yang
kuat.
Mengenai rambut, wanita hendaknya dalam keadaan bersih ketika memasuki
malam zafaf. Ia telah mencukur rambut ketiaknya sehingga bersih. Juga mencukur
rambut kemaluannya
1
. Yang demikian ini termasuk perkara-perkara sunnah.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Kami pernah bersama-sama
Nabi Saw. dalam suatu perang. Pada saat kami telah selesai, kami bergegas
menunggangi unta yang lambat jalannya, sehingga aku tersusul oleh seorang
penunggang dari belakangku. Lalu aku menoleh, dan tiba-tiba aku bertemu dengan
Rasulullah Saw. Beliau bertanya, ‘Apa yang membuatmu tergesa-gesa?’
Aku menjawab, ‘Baru saja aku menikah (menjadi pengantin).’
Beliau bertanya, ‘Gadis atau janda yang engkau nikahi?’
Aku menjawab, ‘Janda!’
Kado Pernikahan
128
Nabi bersabda, ‘Hendaklah engkau menikah dengan seorang gadis agar engkau
bisa bermain dengannya dan ia bisa bermain denganmu.’
Jabir berkata, ‘Maka pada saat kami tiba, kami berangkat untuk masuk.’
Beliau lantas berkata, ‘Bersabarlah! Masuklah kalian pada waktu malam atau
waktu Isya’ agar wanita yang rambutnya kusut bisa menyisirnya dan wanita yang
ditinggal pergi dapat mencukur bulu kemaluannya.’” (HR Bukhari).
Rasulullah Saw. bersabda, “Lima perkara dari fithrah; mencukur bulu kemaluan,
berkhitan, menggunting kumis, mencabuti bulu ketiak, dan memotong kuku.” (HR
Jama’ah).
Dari Anas bin Malik r.a., berkata, “Telah dijangkakan waktu untuk kami
terhadap urusan menggunting kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak,
mencukur bulu ari-ari
2
, yakni jangan lebih dari empat puluh hari sekali.” (HR
Muslim dan Ibnu Majah).
Inilah perkara-perkara sunnah yang berkenaan dengan kebersihan.
Melaksanakannya insya-Allah akan dirahmati. Sehingga kita mendapatkan
kemanisannya kelak setelah hari perhitungan. Apalagi untuk malam zafaf. InsyaAllah
ada
hikmah
yang
sangat
besar di dalamnya.
Sebagian
kecil dari hikmah itu
adalah
agar di malam zafaf itu
pengantin wanita memiliki askhanu
aqbalan.

Apa yang dimaksud dengan askhanu aqbalan? Askhanu aqbalan adalah lebih
hangatnya vagina pada seorang wanita. Sebagian sahabat Nabi menganjurkan kita
agar tetap menikahi gadis-gadis karena lebih hangat vaginanya (askhanu aqbalan).
Mereka lebih hangat dibanding janda. Dan seorang gadis dapat mencapai yang lebih
hangat lagi dengan mencukur rambut kemaluannya sehingga bersih. 
Dalam sebuah hadis disebutkan,

Khath Arab

“Kawinilah oleh kalian perawan sebab perawan itu lebih segar mulutnya, lebih
subur rahimnya, lebih hangat vaginanya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit.”
(HR Abu Na’im melalui Ibnu Umar r.a. Periksa Mukhtarul Ahaadits).
Manfaat mencukur rambut kemaluan bagi wanita, agar ia lebih dapat terdorong
gairahnya untuk menikmati hubungan seksual pertama bersama suaminya. Sementara
suaminya belum begitu ia kenal. Kalaupun sebelumnya sempat mengenal, tak pernah
sedekat ini. Sehingga ada salah tingkah, canggung, sekaligus perasaan malu
bercampur rindu dan takut. 
Kalau gairahnya tumbuh dan perasaannya terbangkitkan, insya-Allah malam
zafaf akan menjadi malam yang sangat mengesankan dan sulit terlupakan. Adapun
bagi laki-laki, bersihnya kemaluan wanita dan askhanu-aqbalan dapat membuatnya
lebih bersemangat sekaligus memudahkannya melaksanakan tugas sakralnya dengan
Kado Pernikahan
129
baik, sekalipun ia masih gugup dan berkeringat cemas. Mudahmudahan mereka
memperoleh kenikmatan yang sempurna dan penuh barakah. Mudah-mudahan dari
pertemuan pertama di malam zafaf itu lahir keturunan yang memberi bobot kepada
bumi dengan kalimat laa ilaha illaLlah.
Malam itu pengantin wanita juga perlu memakai wangi-wangian, agar malam
zafafnya dipenuhi malaikat rahmat dan menjadikan suami terkesan karena bau yang
pertama kali tercium dari istrinya adalah yang sedap. Wewangian ini terutama dipakai
pada daerah-daerah lipatan, yaitu lipatan telinga, lipatan jari-jemari, ma'athif (antara
leher dan geraham), kening, lipatan payudara serta kemaluan, yaitu pada dindingdindingnya
serta permukaannya,
bila perlu. Khusus
pada daerah lipatan, kalau pun
tidak
sempat memberi
wewangian, cukuplah
dalam keadaan bersih.
Dari ‘Aisyah r.a., berkata, “Sepuluh perkara dari fithrah; menggunting kumis,
menurunkan sedikit jenggot, bersikat gigi, berkumur-kumur dan menghisap air ke
dalam hidung, memotong kuku, membasuh lipatan-lipatan anak jari, lipatan-lipatan
telinga, mencabuti bulu ketiak, mencukur bulu-bulu air, beristinja, dan saya telah lupa
yang kesepuluh, mungkin berkumur-kumur.” (HR Ahmad, Muslim, An-Nasa’i dan
At-Tirmidzi).
Dalam sebuah hadis shahih ‘Aisyah menceritakan kepada kita tentang
wewangian wanita. Katanya, “Kami keluar bersama Nabi Saw. ke Makkah. Maka
kami ikatkan pada dahi pembalut yang diberi wewangian ketika kami berihram.
Ketika salah seorang dari kami berkeringat dan mengalir di wajahnya, lalu Nabi
Saw. melihatnya, maka beliau tidak melarangnya.” (HR Abu Dawud, shahih).
Dari Umainah binti Rafiqah, bahwa istri-istri Nabi Saw. membuat pembalutpembalut
yang di dalamnya terdapat wars
dan
za’faran,
lalu mereka mengikatkan
pada
bagian bawah rambut mereka dari dahi
mereka,
sebelum
mereka berihram.
Kemudian
mereka berihram
dalam
keadaan seperti itu. (HR
Ath-Thabrani)
.
Mengharumkan kemaluan setelah membersihkan dengan kapas, terdapat pada
tuntunan bersuci dari haid. Di malam zafaf, ada baiknya wanita memasukinya dalam
keadaan telah memberi wewangian pada kemaluannya. 
‘Aisyah menerangkan bahwa Asma’ bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang
mandi haid. Nabi menjawab, “Hendaklah seseorang kamu mengambil air beserta daun
bidara, lalu bersuci dengan sebaik-baiknya. Kemudian sesudah itu, hendaklah
menyiramkan air atas kepalanya dan menggosok-gosoknya, hingga sampailah air ke
pangkal rambutnya. Sesudah itu, baru menuangkan air ke dalamnya. Sesudah itu,
hendaklah ia mengambil sepotong kapas yang sudah dikasturikan (diberi minyak
wangi), lalu ia membersihkan diri dengan dia.” 
Kala itu Asma’ bertanya, “Bagaimana ia membersihkan diri dengan kapas yang
dikasturikan itu, ya Rasulullah?” 
Nabi menjawab, “Subhanallah, kau bersuci dengan itu.”
3
Kado Pernikahan
130
Kala itu ‘Aisyah dengan suara yang halus berkata, “Kau menggosok-gosokkan
dengan dia tempat-tempat bekas darah (pada dinding kemaluan) yang telah kotor
dengan darah haid.”
Dan Asma’ bertanya lagi tentang mandi janabah. Maka Nabi menjawab,
“Hendaklah ia mengambil air, lalu bersuci dengan sebaik-baiknya. Kemudian barulah
ia menuangkan air atas kepala dengan menggosok-gosokkan kepalanya sehingga air
itu sampai ke pangkal rambutnya (ke tulang kepala). Sesudah itu barulah ia
menuangkan air atas badannya.”
Di akhir pembicaraan, ‘Aisyah berkata, “Sebaik-baik wanita ialah wanita
Anshar. Mereka tidak malu bertanya tentang hal-hal agama.” (HR Muslim, shahih).
Berkenaan dengan berhias dan wewangian bagi wanita, ada baiknya kita
mengingat hadis dari Abu Hurairah. 

Khath Arab

Wewangian lelaki adalah yang tampak baunya dan tersembunyi warnanya. Dan
perhiasan wanita adalah apa yang tampak warnanya dan tersembunyi baunya. (HR
An-Nasa’i dan At-Tirmidzi. Muhammad Nashiruddin Al-Albani menilai hadis
yang dikeluarkan At-Tirmidzi sebagai hadis shahih).
Perhiasan seorang lelaki adalah yang tampak baunya dan tersembunyi warnanya.
Ini adalah perhiasan yang terpuji bagi laki-laki. Sedang bagi wanita, perhiasan yang
ter-puji adalah yang tampak warnanya dan tersembunyi baunya. Maksud perkataan ini
adalah, wewangian yang dipakai seorang wanita tidak tercium harumnya oleh orang
lain kecuali dengan berdekatan betul. Dan tidak ada laki-laki yang diperbolehkan
untuk berdekatan dengan seorang wanita dengan kedekatan yang rapat kecuali
suaminya. Wallahu A’lam bishawab.
Kelak ketika tak ada mata yang melihat kecuali mata suaminya, wanita boleh
memakai ghumrah (pemerah pipi dari minyak za’faran). Juga boleh menggunakan
perhiasan lain. Wanita-wanita dewasa dapat menghias pengantin wanita sehingga
menjadi wanita tercantik dan paling anggun di malam itu, sebagaimana para wanita
dulu juga menghias ‘Aisyah sebelum dipertemukan dengan Rasulullah.
Selain itu, wanita ada baiknya bercelak. Dari Ibnu ‘Abbas r.a., berkata, “Nabi
Saw. bersabda, ‘Hendaklah kamu selalu bercelak, karena celak itu menumbuhkan
bulu mata, menghilangkan kotoran-kotoran pada mata dan membersihkan
penglihatan’.” (HR Ath-Thabrani). 
Tapi terlarang baginya untuk mencukur alisnya. Mencukur alis merupakan salah
satu cara berhias untuk memperoleh kesan  mata lebih sayu. Mata yang terkesan
terlalu lebar --menurut pemilik mata bersangkutan-- dapat diubah kesannya menjadi
lebih sipit dengan cara mencukur sebagian alis. Tetapi Rasulullah melarang cara ini.
Kado Pernikahan
131
Nabi Saw. melaknat cara ini. Karena itu, tidak ada tempat bagi wanita untuk
mempercantik diri dengan mencukur alis. Kata Ibnu Mas’ud r.a. :

Khath Arab

Rasulullah Saw. melaknati perempuan yang membuat tahi lalat, perempuan yang
minta dibuatkan tahi lalat, perempuan yang menipiskan alis mata dan perempuan
yang mengikir giginya supaya menjadi baik yang mengubah ciptaan Allah. Kemudian
ada seorang perempuan yang bertanya kepadanya tentang itu. Maka beliau berkata,
“Bagaimana aku tidak melaknati orang yang dilaknati oleh Rasulullah Saw.,
sedangkan di dalam kitab Allah, Allah Ta’ala berfirman, “Apa yang diberikan Rasul
kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka
tinggalkanlah.”
Di malam itu, wanita juga boleh menggunakan cincin untuk berhias. Masih ada
pembahasan lain yang lebih khusus berkenaan dengan persiapan untuk melakukan
hubungan intim. Insya-Allah kita akan membicarakan dengan tenang masalah ini
pada bab Keindahan Suami-istri. Adapun untuk memasuki malam zafaf, insya-Allah
pembahasan ini telah cukup.

Kelengkapan Tambahan
Ada kelengkapan tambahan yang dapat dilakukan oleh suami. Sebelum
memasuki malam zafaf, suami bisa menata tempat tidur dengan baik. Ia menutupinya
dengan sprei yang bersih. Sprei yang baru diseterika insya-Allah lebih baik, karena
lebih memberikan kenyamanan dan kehangatan. Juga, suami dapat memberi
wewangian pada permukaan spreinya sehingga harum dan sedap.
Pada masa sekarang, malam pertama umumnya di rumah orangtua istri. Karena
itu, sebaiknya istri yang menata tempat tidur dan memberikan sprei yang hangat.
Seorang wanita insya-Allah dapat memilih parfum untuk tempat tidurnya yang pas,
tidak terlalu harum dan tidak menyengat baunya. Ia bisa memilih bau-bau yang
lembut, jika memungkinkan. Adapun kalau sulit dilakukan, sprei yang bersih telah
cukup.
Berkenaan dengan pakaian pada malam zafaf, seorang lelaki hendaknya tetap
menjaga agar pakaian yang dikenakan tidak memperlihatkan aurat. Sebab yang
demikian itu makruh, kata Abduh Ghalib Ahmad ‘Isa menjelaskan. Ia bisa
mengenakan pakaian yang menarik, tetapi tetap sederhana. 
Pengantin wanita bisa mengenakan pakaian-pakaian yang bagus dan menarik,
sehingga ia terlihat anggun di malam itu. Wanita juga bisa mempertimbangkan untuk
menggunakan pakaian yang tidak menyulitkan tugas suami. Mungkin suami Anda
termasuk yang masih canggung dan rikuh.

Kado Pernikahan
132
Mengajak Istri Shalat Bersama
Ada saat-saat untuk merasakan keindahan. Ada saat-saat untuk menghayati
kebesaran Tuhan Yang Telah Men-ciptakan. Sangat besar kasih-sayang Allah kepada
kita. Dan hari ini, Allah mengaruniakan kepada kita seorang sahabat, penyayang,
pelindung, pengasih dan pemberi ketenteraman. Di saat inilah kita perlu mengingat
kebesaran Allah dan mensyukurinya.
Malam ini adalah malam pertama untuk memasuki malam-malam berikutnya
sebagai suami-istri. Hari ini ada-lah hari pertama untuk melangkah ke hari-hari
berikutnya yang panjang. Mudah-mudahan kita dapat tetap bersama-sama sampai
kelak hari perhitungan di hadapan mahkamah Allah.
Maka, alangkah baiknya jika malam ini kita awali dengan shalat sunnah bersama.
Kita mulai kehidupan kita sebagai suami-istri dengan menyebut-nyebut nama-Nya
dan menundukkan diri di hadapan-Nya. Kita memohon pertolongan kepada-Nya. Kita
memohon perlindungan-Nya dari segala keburukan, yang tampak oleh kita maupun
yang tidak tampak. Mudah-mudahan Allah melimpahkan barakah atas malam
pertama kita dan malam-malam berikutnya. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan
kepada kita dari pertemuan di malam ini keturunan yang penuh barakah, keturunan
yang dapat menjadi syafa’at bagi kita kelak di yaumil-hisab.
Ketika malam zafaf tiba, ada baiknya engkau memasuki kamar pengantin dalam
keadaan berwudhu. Sehingga ketika suamimu masuk, engkau dapat mengikuti shalat
di belakangnya. Shalat dua raka’at untuk memohon agar jalinan perasaan (al-’athifah)
berupa rasa kasih dan sayang antara engkau dan suamimu dapat berkembang dan
mengakar kuat di jantung hatimu. Sedang benih-benih kebencian dapat dimatikan
sebelum tumbuh.
Mudah-mudahan pula, akan dipenuhi Allah dengan barakah-Nya. Barakah bagi
Anda berdua maupun barakah bagi keluarga Anda, baik dari pihak istri maupun dari
pihak suami. 
Sesungguhnya, sebaik-baik pernikahan adalah yang paling besar barakah-Nya.
Karena itu, marilah kita awali malam zafaf ini dengan shalat dua raka’at. Apabila aku
telah bertakbir, maka ikutilah dengan takbir di belakangku.
Sesungguhnya, shalat bersama dua rakaat bagi pengantin baru, dapat menjauhkan
keduanya dari perasaan benci. Saat-saat awal memang penuh keindahan. Tetapi di
saat-saat awal pula, benih-benih kebencian mudah tumbuh. Ketidakpercayaan mudah
muncul di hati masing-masing. Dan dengan shalat dua raka'at, insya-Allah keburukan
itu menjauh dengan rahmat Allah. 
Telah diriwayatkan dari Syaikh Syaqiq, ia berkata, “Datanglah seorang lelaki
bernama Abu Huraiz, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku menikah dengan
perempuan gadis, dan aku merasa khawatir ia membenciku”. 
Maka ‘Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata, 
Kado Pernikahan
133
Sesungguhnya rasa kasih itu dari Allah, sedang kebencian itu dari setan dimana
ia berkeinginan untuk membencikan kepada kalian pada apa yang telah Allah
halalkan bagimu. Maka apabila istrimu datang kepadamu, maka perintahlah agar ia
shalat di belakangmu dua raka’at, dan berdo’alah Anda, “Ya Allah barakahilah
bagiku dalam keluargaku, dan berilah barakah mereka padaku. Ya Allah, kumpulkan
antara kami apa yang Engkau kumpulkan dengan kebaikan, dan pisahkan antara
Kami jika Engkau memisahkan menuju kebaikan”. (Ditakhrij oleh Ibnu Syaibah).
Ada doa-doa lain yang bisa dipanjatkan ketika itu. Ada yang berupa rangkaian
doa untuk memohon barakah dengan cinta kasih dan penerimaan istri atas diri kita.
Sesudahnya dilanjutkan dengan doa memohon keturunan yang bertakwa. Kemudian
segera diikuti dengan mengajak istri mengecap kemesraan bersama. Tentang ini,
Anda bisa mencari di berbagai sumber. Insya-Allah ada banyak sumber yang bisa
Anda rujuk untuk doa sesudah shalat bersama.
Tetapi, sebelum shalat, ada doa yang sebaiknya tidak Anda abaikan. Ketika
pertama kali menemui istri di malam perkawinannya, suami disunatkan menyebut
asma' Allah. Lalu memegang nashiyahnya pada permulaan menjumpainya, kata Imam
An-Nawawi, dan mengucapkan doa berikut:
Semoga Allah membarakahi masing-masing di antara kita terhadap teman hidupnya.
Doa ini diucapkan dengan memegang dan mengecup nashiyah istri. Apa
nashiyah itu? An-nashiyah adalah rambut yang tumbuh di bagian depan kepala.
Makna yang dimaksud ialah ubun-ubun, baik yang ada rambutnya ataupun tidak.
Dalil memegang ubun-ubun di atas ialah hadis Abu Dawud dan Nasa’i serta Abu
Ya’la Al-Maushuli, melalui Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya dari kakeknya secara
marfu’ dengan adanya sanad ini. Demikian keterangan yang saya ambil dari AlAdzkaar
Imam
An-Nawawi.
Kemudian dilanjutkan dengan doa lain, misalnya yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Sinni dalam hadis yang shahih:

Khath Arab

Apabila salah seorang dari kamu menikahi seorang perempuan, maka hendaklah
ia memegang ubun-ubunnya, membaca basmalah dan memanjatkan doa memohon
barakah, serta mengucapkan doa, “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu
kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan aku mohon perlindungan-Mu dari
kejahatannya dan kejahatan wataknya. 
Kalau engkau sudah mengucapkan doa, maka sekarang engkau bisa bergegas
shalat bersama istrimu. Sebelum mengajaknya melakukan kebersamaan, ajaklah
untuk beristighfar. Ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri dari kesalahankesalahan
dan memulai
kehidupan baru dengan
sesuatu yang lebih baik. Dengan hati

dan
niat yang lebih baik.
Kado Pernikahan
134
Wallahu A’lam bishawab.

Masalah Kita
Shalat bersama di malam zafaf (secara umum di hari pertama setelah akad
nikah) sangat baik dilakukan untuk memohon barakah dan ulfah (keharmonisan)
kepada Allah Ta'ala, sehingga tidak ada kebencian yang tersisa di hati kita.
Masalahnya, rangkaian acara setelah akad kadang demikian panjangnya dan langsung
bersambung dengan walimah. Rangkaian acara yang panjang kadang demikian
melelahkan, sehingga suami-istri yang baru menikah itu tidak berkesempatan untuk
melaksanakan shalat bersama dua rakaat. Alhasil, shalat bersama dua rakaat tidak bisa
dilangsungkan di hari pertama.
Nah, kalau begitu, apa yang harus Anda lakukan?

Makanan Kecil Pembuka
Ketika suami mendatangi istrinya pada malam zafaf, kata Abduh Ghalib Ahmad
‘Isa, maka hendaknya ia tersenyum kepada istrinya dengan wajah yang manis sambil
menyampaikan salam penghormatan kepadanya dengan ucapan: Assalamu’alaikum
wa rahmatullahi wa barakatuh. Semoga kesejahteraan atasmu rahmat Allah dan
barakah-Nya.
Dalam kaitannya dengan ini, telah diriwayatkan hadis dari Anas r.a. bahwa ia
berkata, Rasulullah Saw. telah bersabda kepada saya,

Khath Arab

Wahai Anakku, jika engkau datang pada keluargamu, maka ucapkan salam,
maka akan menjadikan kebarakahan atasmu dan atas keluargamu (penghuni
rumahmu). (HR At-Tirmidzi, dan ia berkata, “Ini hadis hasan lagi shahih).
Pada malam zafaf ini, suami hendaknya bersikap lemah lembut dan mengajaknya
berbicara dari hati ke hati dengan perkataan yang halus dan menyenangkan. Ini insyaAllah
akan mencairkan kekakuan.
Kalaupun
wajah masih
gugup dan tangan masih

gemetar,
rasa cinta dan kedamaian
berada di
dekat suami mulai terasa
bergetar
di

dada.

Perkataan yang halus dan menyenangkan ini diikuti dengan sikap penuh kasihsayang
ketika
membuka
malam
zafaf
dengan segelas
susu atau
sedikit makanan kecil

yang
manis-manis.
Di malam
zafaf
ini, segelas
susu berdua
bukanlah
retorika bahasa

agar
tulisan ini terasa indah. Tetapi demikianlah
contoh yang sampai kepada kita. 
Segelas susu berdua di awal pertemuan dapat menghapus kekakuan di antara
kedua mempelai. Ada kemesraan dan kelembutan yang tumbuh. Ada jalinan perasaan
Kado Pernikahan
135
yang mulai terajut. Ada sikap kikuk mencair pelahan ketika Anda berdua meminum
dari gelas yang sama. Insya-Allah.
Saya kira pembicaraan kita tentang segelas susu berdua cukup sampai di sini.
Silakan Anda melanjutkan sendiri dengan menyeduh segelas susu untuk malam zafaf
Anda kelak. Selebihnya, mari kita dengarkan cerita dari Asma' binti Yazid bin Sakan:

Khath Arab

Aku menghias ‘Aisyah untuk Rasulullah Saw., lalu aku datang kepadanya.
Kemudian aku memanggil beliau supaya memandang ‘Aisyah secara jelas. Beliau
kemudian datang di sampingnya. Selanjutnya didatangkan sebuah wadah besar berisi
susu. Beliau meminumnya. Lalu Nabi memberikan kepada ‘Aisyah. Ketika itu
‘Aisyah menundukkan kepalanya dan merasa malu.
Asma’ berkata, “Kemudian aku membentaknya dan berkata kepadanya,
‘Terimalah dari tangan Nabi Saw.”
Asma’ berkata lagi, “Lalu ia menerimanya dan meminumnya sedikit.” Kemudian
Nabi bersabda kepadanya, “Berilah temanmu itu.” (HR Ahmad).

Apakah Sekarang Saat yang Tepat?
Salah satu keindahan yang berhak dirasakan oleh suami-istri adalah saat ketika
mereka telah bersatu dalam kemesraan yang dalam. Mereka mencapai kenikmatan
yang belum pernah terasakan sebelumnya ketika melakukan hubungan seks. Inilah
keindahan dan sekaligus kenikmatan yang oleh Allah dijanjikan pahala besar di sisiNya.
Bagi Anda pahala
shalat
Dhuha sampai
pahala anak
laki-laki
yang gugur di

medan
perang ketika melakukan
itu
kepada istri.

Tetapi apakah sekarang saat yang tepat untuk maksud tersebut? Bukankah
suami-istri masih rikuh dan gugup ketika bertemu? Apakah malam zafaf tidak
sebaiknya dihabiskan dengan bincang- bincang saja agar tumbuh keakraban dan
perasaan dekat? Baru beberapa malam lagi dapat mengajak istri untuk maksud
tersebut.
Sebagian informasi yang disampaikan dalam beberapa pembicaraan memang
menyebutkan, hubungan intim ketika baru pertama kali bertemu cenderung tidak bisa
mengantarkan kepada puncak kenikmatan (orgasme). Tetapi pembicaraan tentang
orgasme sering hanya bersifat fisik biologis saja. Padahal ada kebahagiaan dan
keindahan di atas kenikmatan biologis belaka. 
Lihatlah wanita melahirkan, secara biologis mereka sakit. Mereka secara fisik
mengalami perobekan. Tetapi dengarkan betapa bahagianya mereka. Kelelahan dan
nyeri akibat proses persalinan, seakan tak ada bekasnya begitu anak yang dinantinanti
lahir.
Kado Pernikahan
136
Hubungan Anda berdua insya-Allah juga demikian. Jika kerinduan Anda tidak
sekedar kerinduan biologis, insya-Allah Anda akan merasakan betapa indah malam
itu, meskipun harus salah tingkah dan gugup. Justru, salah tingkah dan gugup bisa
memberi kebahagiaan tersendiri yang membuat malam zafaf tidak pernah terlupakan.
Ada hal lain. Sebagian informasi tentang keringnya hubungan intim di malam
pertama, sejauh yang saya ketahui tidak memiliki dasar yang dapat dipercaya secara
ilmiah. Argumen qila wa qila (kabarnya konon katanya) tidak bisa diterima sebagai
hukum ilmiah.
Selain itu, melakukan hubungan intim di malam zafaf bukan sekedar sebagai
pelampiasan dorongan seks terhadap lawan jenis. Ada yang lebih tinggi dari itu. Di
atas dorongan biologis, ada dorongan cinta terhadap lawan jenis. Di atas cinta ada
kasih-sayang yang lebih tulus. Di atas kasih ada dorongan ruhiyyah, dorongan untuk
mencapai kesucian dan keutamaan ukhrawi. Masing-masing dorongan memiliki
keindahannya sendiri. Jika engkau menunduk karena besarnya rasa cinta dan sayang
pada suami, maka kehadirannya saja sudah membuatmu bahagia. Sedang sentuhannya
semakin membuatmu tidak bisa berkata apa-apa. Insya-Allah. 
Pada malam zafaf, suami-istri yang baru menikah insya-Allah berada dalam
keadaan hati yang paling bersih dan paling baik persangkaannya kepada Allah.
Mereka berada dalam keadaan hati yang lapang, jiwa yang tenang serta muatan
ruhiyyah yang tinggi. Keadaan ini tidak selalu bisa dicapai di malam-malam
selanjutnya. Manusia berada dalam keadaan hati yang paling bersih, niat yang paling
suci dan kesadarannya tentang kebesaran Allah yang paling mendalam hanyalah
sa’atan-sa’atan (sesaat-sesaat). Tidak setiap waktu kita bisa mencapai niat yang
sangat suci dan persangkaan kepada Allah yang paling baik.
Ketika kita dalam keadaan sangat merasakan betapa agungnya Allah dan niat
yang betul-betul mengharapkan pertolongan dan ridha-Nya, insya-Allah akan tumbuh
di rahimmu anak yang takwa lagi suci. Anak yang penuh barakah dan dibarakahi.
Mereka lahir untuk memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.
Mereka lahir atas kekuasaan dan keputusan Allah Yang Maha Suci, diikuti niat yang
suci serta persangkaan yang baik pada bapak-ibunya ketika melakukan hubungan suci
suami-istri.
Jadi jika memungkinkan untuk melakukan di malam itu, maka melaksanakannya
insya-Allah lebih baik dan lebih besar barakah-Nya. Meskipun gugup dan masih
sangat salah tingkah. Kalaupun tidak, meniatkan untuk mendatangi karena mengharap
ridha dan barakah-Nya insya-Allah sudah tercatat sebagai kemuliaan. Selain itu,
mendatangi istri untuk maksud tersebut di malam zafaf juga sebagai ungkapan syukur
atas karunia Allah Yang Maha Penyayang.
Hubungan seks di malam ini lebih dimaksudkan untuk mencapai barakah.
Adapun kalau Anda telah mempunyai dorongan yang meluap-luap, yang demikian ini
adalah rahmat Allah sebagai rizqi bagi Anda dan istri Anda. Kita memohon kepada
Allah mudah-mudahan rizqi yang dikaruniakan Allah kepada kita di malam zafaf ini
Kado Pernikahan
137
dipenuhi dengan barakah-Nya dan atas perantara itu Allah menjauhkan kita dari siksa
api neraka.
Rizqi ketika melakukan kemesraan bersama, meliputi beberapa tingkatan.
Pertama, rizqi dimampukan untuk melakukan hubungan intim secara halal. Kedua,
rizqi diberi kenikmatan yang ada di dalam jima’. Ketiga, rizqi diberi pahala dan
kemuliaan karena hubungan seks yang kita lakukan, dari pahala shalat Dhuha sampai
dengan pahala seorang anak laki-laki yang terbunuh dalam peperangan fi sabilillah.
Dan Allah Maha Kuasa untuk melipatgandakan dan meninggikan lagi pahala serta
barakah jima’ yang dilakukan oleh suami-istri sesuai dengan niatnya. 
Masih ada tingkatan-tingkatan rizqi lainnya dalam hu-bungan intim suami-istri,
khususnya di malam zafaf. Salah satunya adalah rizqi berupa anak yang dilahirkan
dari hu-bungan intim di malam itu. Sebaik-baik rizqi adalah yang paling besar
barakah-Nya. Dan pada malam zafaf insya-Allah kita berada dalam keadaan hati dan
jiwa yang paling siap untuk menerima karunia ruhiyyah. Pada malam zafaf insyaAllah
kita berada dalam
niat paling
bersih,
pengharapan terbaik, dan prasangka

kepada
Allah yang paling
bersih.
Karena itu, melaksanakan
kemesraan suami-istri di
malam
zafaf insya-Allah merupakan kemuliaan
yang utama. Insya-Allah dari malam

zafaf
ini lahir anak-anak
yang
menjadi syafa’at
bagi orangtuanya di hari kiamat

dengan
seizin Allah. Anak-anak yang hukma-shabiyyan
rabbi-radhiyyan
(sejak
kecil

memiliki
kearifan dan diridhai Tuhan). Anak-anak
yang memberi bobot
kepada bumi
dengan
kalimat
laa
ilaha illaLlah.

Islam memberikan tuntutan kepada kita ketika memasuki malam zafaf adalah
agar suami-istri yang baru menikah dapat segera memperoleh kenikmatan hubungan
intim. Ibarat puasa, segerakanlah berbuka ketika maghrib tiba. Yang demikian ini
lebih besar barakah dan ridha-Nya.
Wallahu A’lam bishawab.
Ada yang bisa kita renungkan untuk kita jadikan sebagai cermin ketika
membicarakan masalah melakukan hubungan intim dan rizqi yang ada di dalamnya.
Salah satu teladan kita adalah Umar bin Khaththab, seorang sahabat Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam yang termasuk khulafaur-rasyidin.
Umar bin Khaththab r.a. mengingatkan dengan mencontohkan dirinya, “Sungguh
aku memaksakan diri bersetubuh dengan harapan Allah akan mengaruniakan dariku
makhluk yang akan bertasbih dan mengingat-Nya.”
Umar r.a. juga menganjurkan, “Perbanyak anak, karena kalian tidak tahu dari
anak yang mana kalian mendapatkan rizqi.”
Jadi kalau memungkinkan, mendatangi istri di malam zafaf insya-Allah lebih
utama dan lebih besar barakah-Nya. Sedang istri bisa mengingatkan suami tentang
niat. Adapun kalau suami tampak masih ragu, istri bisa menyemangati dengan caracara
yang baik, halus
dan mengesankan suaminya.
Semoga Allah meridhai usaha
Anda.

Kado Pernikahan
138
Rasulullah Saw. bersabda, “Nikah itu sunnahku. Siapa yang tidak mau
menerapkan sunnahku, sudah tentu ia bukan dari golonganku. Maka budayakanlah
perkawinan, karena aku bangga dengan banyaknya bilanganmu lebih dari umat-umat
lain di hari kiamat.” (HR Ibnu Majah).
Nah, mari kita tetapkan niat untuk memberikan kesenangan kepada istri di
malam pertama. Mudah-mudahan Allah mengaruniai dengan kebersihan hati,
memperbaiki akhlak kita sesudahnya, dan mensucikan niat. Semoga pertemuan kita
saat ini penuh barakah dan dibarakahi. Allahum-ma amin. 
Tetapi sekalipun Anda sebaiknya bersegera mendatangi istri untuk melakukan
apa yang lazim dilakukan oleh orang yang sudah menikah, Anda juga perlu
memperhatikan kesiapan dan perasaan istri. Jika Anda tetap memaksakan untuk
hubungan intim, sementara istri berada dalam ketidaksiapan dan ketakutan, malam
pertama Anda bisa meninggalkan kesan yang mengerikan, bukan membahagiakan.
Karena itulah, barangkali ada baiknya Anda jawab pertanyaan Ukasyah Abdul
Mannan Al-Thayyibi Hasan 'Asur (namanya memang panjang sekali) dalam bukunya
Etika & Nasehat Malam Pertama. Salah satu bab di buku itu diberi judul berupa
pertanyaan, "Malam Pertama, Mengerikan atau Membahagiakan?"
Jika Anda ingin malam zafaf Anda tidak berakhir dengan kesedihan yang
mengerikan, maka Anda perlu mendekati istri dengan cara yang baik dan lembut agar
ia siap. Sesudahnya, Anda bisa melakukan apa yang seharusnya Anda lakukan.

Urusan Berkenaan dengan Pakaian
Setelah kecupan di kening ketika berdoa, shalat dua raka’at bersama-sama,
meminum susu segelas berdua --kalau bersedia bisa meminum di bekas bibir istri
pada mulut gelas-- dan menjalin kedekatan dengan sikap lembut serta pembicaraan
yang halus, sekarang kita bisa menjalin kedekatan yang lebih dalam lagi. Sebelum
suami membuka aurat dan istri membuka auratnya, Abduh Ghalib Ahmad ‘Isa
mengingatkan agar kita masing-masing memanjatkan doa kepada Tuhan. 
Ada doa yang diajarkan Nabi Saw.:
Allahumma jannibnasy-syaithaana wa jannibisy-syaithana maa razaqtanaa.
Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari syaithan dan
jauhkanlah syaithan dari apa yang Engkau rezekikan kepada kami.
Setelah memanjatkan doa dengan permohonan yang sungguh-sungguh,
pengantin pria dapat melepaskan pakaiannya. Demikian juga pengantin wanita dapat
melepaskan pakaiannya. Anda dapat melepas pakaian seluruhnya dan kemudian
menutupi keadaan Anda berdua dengan selimut. Tetapi yang lebih utama adalah
melepaskan sedikit demi sedikit. 
Melepaskan sedikit demi sedikit dapat membuat suami lebih tertarik dan
semangatnya tumbuh. Tetapi mudahkanlah suami untuk mendapatkan apa-apa yang
ingin dimaksudkan. Jangan menyulitkan, apalagi ketika perasaannya sudah
Kado Pernikahan
139
terbangkitkan. Anda yang tahu bagaimana menggoda suami. Anda juga bisa
membantu suami melepaskan pakaian, dan suami juga bisa membantu istrinya
melepas pakaian. 
Ketika suami-istri melepas pakaian, sebaiknya suami aktif mengajak bergurau,
seperti bermain, memeluk, dan mencium. Demikian nasehat Ustadz ‘Abduh Ghalib
Ah-mad ‘Isa, seorang ulama di Khartoum.
Rasulullah Saw. bersabda,

Khath Arab

Janganlah salah seorang dari kalian mengumpuli istrinya seperti binatang
mengumpuli. Tetapi agar ada utusan antara kedua. Maka ditanyakan, “Apakah yang
dimaksud utusan itu?” Beliau bersabda, “Mencium dan bercanda.” (HR AdDailami).



Bercanda
Hubungan intim hendaknya dilakukan dengan tenang dan sabar. Tidak tergesagesa.
Apalagi
di malam zafaf,
ketika istri baru pertama kalinya
membuka
aurat di
hadapan
suami.
Karena itu,
jangan terlalu panas (tapi
juga jangan  terlalu
dingin).

Di malam zafaf, seorang suami hendaknya melakukan persenggamaan secara
perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit. Sikap terburu-buru dapat membuat istri takut
sehingga cenderung menarik diri secara psikis. Sikap tenang dan sabar, insya-Allah
lebih dekat kepada maslahat dan kebahagiaan agung, meskipun suami harus
menempuh jalan beberapa kali agar bisa melaksanakan maksudnya. Itulah sebabnya,
sebelum memasuki malam zafaf istri ada baiknya mempersiapkan kelengkapan
zafafnya agar tercapai kenikmatan yang mengesankan. 
Ibnu Qayyim mengatakan, “Setiap kenikmatan yang membantu terwujudnya
kenikmatan di hari akhir adalah kenikmatan yang dicintai dan diridhai oleh Allah
Swt. Pencipta kenikmatan itu akan merasakan kenikmatan dalam dua segi. Pertama,
perbuatan tersebut menyampaikan dirinya kepada ridha Allah Swt. Selain itu, akan
datang pula kepadanya nikmat-nikmat lain yang lebih sempurna.”
Ketika mengajak untuk menghabiskan malam zafaf dengan kenikmatan yang
diridhai Allah, suami dapat memberitahukan kepada istrinya bahwa ia tidak akan
tergesa-gesa. Ia ingin menghabiskan malam zafaf dengan tenang secara bersamasama.
Dan ini diberitahukan
kepada istri
sebelum sama-sama
melepas
pakaian
ataupun
pada permulaannya.
Yang demikian
ini
insya-Allah
akan menumbuhkan rasa

cinta
istri kepada suami serta perasaan tenteram
ketika berada di
dekatnya. Sebab,
Kado Pernikahan
140
seorang suami yang mencintai istrinya dengan kecintaan yang kuat akan berusaha
untuk memperhatikan perasaan istrinya.
Ajaklah istri untuk bercanda dan bergurau dulu sebelum Anda melakukan
persetubuhan. Sehingga istri merasa senang, perasaannya terhadap hubungan intim
terbangkitkan, lalu menumbuhkan kesiapan padanya untuk melakukan itu bersama
Anda dalam kenikmatan yang sempurna. Ketika perasaannya terbangkitkan dan
cintanya kepada suami berkembang, istri bisa lebih terbuka. Ia tidak terhalang oleh
rasa malunya.
Mendatangi istri tanpa menyenangkannya terlebih dulu, termasuk kelemahan
bagi seorang suami. Rasulullah Saw. mengingatkan,

Khath Arab

Tiga hal yang termasuk kelemahan suami. Beliau menghitung darinya: Dari
seorang suami mendekati budak perempuannya atau istrinya kemudian ia
mengumpulinya sebelum mengajak bercanda kepadanya dan menyenangkannya. Ia
mengumpulinya kemudian ia memperoleh hajatnya dari istrinya itu sebelum ia (istri
atau budak perempuannya) memperoleh hajatnya.
Katakan, keindahan-keindahan serta rasa bahagia yang ingin Anda sampaikan
kepada istri. Begitu juga istri, dapat menyampaikan perasaannya yang sedang mekar
kepada suami. Mudah-mudahan Anda dapat meresapi ketenteraman yang ada di
antara Anda berdua. Bukankah Anda adalah pakaian suami Anda, dan suami adalah
pakaian bagi Anda? Pakaian itu memberi perlindungan, rasa aman, ketenteraman dan
kesenangan.
---
“Wanita yang terbaik di antara kamu 
ialah yang membuang perisai malu
ketika ia membuka baju untuk suaminya, 
dan memasang perisai malu
ketika ia berpakaian lagi.”
---

O ya, jangan lupa nasehat Kanun al-Idrisi al-Hasani, penulis kitab Qurratul
'Uyun fin Nikah Syar'i wa Adabihi. Dalam kitabnya itu, Kanun mengingatkan agar
Anda tidak lupa meletakkan bantal di bawah --maaf-- pantat istri. Yang demikian ini
adalah untuk kebaikan Anda berdua sehingga malam zafaf terlewatkan dengan indah
dan meninggalkan kenangan yang mengesankan.
Kado Pernikahan
141
Sekali lagi saya ingatkan Anda soal bantal ini. Kelihatannya sepele, tapi dari
masalah-masalah yang sampai kepada saya ternyata tidak semua orang tahu nasehat
Kanun Al-Idrisi ini. Soal mengapa Anda perlu memakai bantal, silakan baca sendiri di
kitab Qurratul 'Uyun. Atau, Anda bisa ikut pengajiannya setiap bulan Ramadhan di
berbagai musholla dan masjid di Jombang, Jawa Timur.

Salah Tingkah Itu Rahmat
Ada yang bertanya kepada saya tentang salah tingkah dan canggung, bagaimana
menghilangkannya? Mengapa saya harus merasa rikuh?
Saya menjawab, salah tingkah itu rahmat. Ini adalah rahmat yang perlu
disyukuri. Ada keindahan-keindahan yang Anda dapatkan ketika salah tingkah. Salah
satu manfaat salah tingkah, Anda tidak saling menuntut ketika pertama kali
melakukan kemesraan bersama di malam zafaf. Anda justru merasa ingin melakukan
yang menyenangkan teman hidup Anda. Anda tidak ingin melukainya. Nah, di sinilah
insya-Allah Anda akan merasakan betapa salah tingkah itu rahmat yang tidak perlu
ditakuti, justru disyukuri. 
Begitu.
---
Semangat suami bisa surut karena istri
yang bersikap dingin. Sebaliknya,
seorang suami yang sulit bangkit
dapat menjadi suami yang penuh kehangatan
karena istrinya...
---

Selanjutnya, Istri Hendaknya Tidak Malu
Al-Khara’ithy mengatakan, “Ammarmah bin Watsi-mah memberitahu kami,
bapakku memberitahuku, dia berkata, “Abdullah bin Rabi’ah adalah orang yang
terkenal di kalangan orang-orang Quraisy sebagai orang yang baik dan selalu menjaga
kehormatan dirinya. Penisnya tidak bisa ereksi. Sementara orang-orang Quraisy tidak
pernah ada yang memberi kesaksian tentang kebaikan atau keburukannya dalam
masalah ini. Dia pernah menikahi seorang wanita. Tapi hanya beberapa waktu
berselang, istrinya lari darinya dan kembali ke keluarganya lagi. Begitu seterusnya.
Lalu Zainab binti Umar bin Salamah bertanya, “Mengapa para wanita itu lari dari
anak pamannya?”
Ada yang menjawab, “Karena wanita-wanita yang pernah menjadi istrinya tak
mampu membuatnya mampu melaksanakan tugas sebagai suami.”
Kado Pernikahan
142
 “Tak ada yang menghalangiku untuk membuatnya bangkit,” kata Zainab,
“Demi Allah, saya adalah wanita berperawakan besar dan bergairah.”
Maka akhirnya Zainab menikah dengannya, kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah,
selalu sabar meladeninya dan akhirnya mereka dikaruniai enam anak.
Semangat suami bisa surut karena istri yang bersikap dingin dan menahan
tangannya dari cengkeraman yang mesra kepada suami. Sikap dingin adakalanya
karena rasa malu yang menguasai, sementara ia sebenarnya berkeinginan untuk
memperoleh kehangatan cinta dari suaminya. Tapi seperti minuman hangat yang
didekatkan pada segelas es, gairah dan kemesraan suami bisa surut oleh dinginnya
sikap istri dalam menanggapi usapan sayang dan kecupan cinta suaminya.
Sebaliknya, seorang suami yang sulit terbangkitkan hasratnya dapat menjadi
laki-laki yang penuh kehangatan karena istri yang tahu bagaimana menumbuhkan
ketertarikan suami kepada dirinya saat melakukan hubungan intim. Rasa malu tidak
menghalanginya untuk memberikan kebahagiaan pada suaminya, dan merasakan
keindahan berdekatan dengan suami. Karena keindahan dalam berhubungan intim
merupakan kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah. Insya-Allah, seorang istri
yang mau menggairahkan suaminya akan memperoleh ridha dan barakah-Nya.
Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan kepada Anda; kebahagiaan ketika
melakukan hubungan intim bersama suami, kebahagiaan ketika menjalani kehidupan
rumah tangga sehari-hari, kebahagiaan ketika Allah menitipkan benih suami di rahim
Anda, kebahagiaan ketika bayi Anda mengisap ASI yang menjadi bagian dari diri
Anda sendiri, dan terutama kebahagiaan ketika bertemu dengan Allah. Allahumma
amin.
Benarlah nasehat Sayyidina Muhammad Al-Baqir kepada kaum wanita. Beliau
mengatakan, “Wanita yang terbaik di antara kamu ialah yang membuang perisai
malu ketika ia membuka baju untuk suaminya, dan memasang perisai malu ketika ia
berpakaian lagi.”
Seorang suami akan merasa semakin sayang ketika istri mampu membangkitkan
semangatnya ketika sama-sama menanggalkan pakaian. Dan ia merasakan cinta
semakin mendalam disertai kebahagiaan dan keinginan untuk memberikan
ketenteraman ketika ada rona merah di wajah istri setelah ia menutupi tubuhnya
dengan pakaian kembali. Inilah sebagian di antara rahasia-rahasia.

Berbicara Dari Hati Ke Hati
Setelah mencapai kenikmatan puncak dari istri Anda, dan urat-urat telah
melemah, tunggulah istri untuk mencapai ketenangan kembali. Jangan cepat-cepat
meninggalkannya, karena yang demikian ini termasuk salah satu kelemahan laki-laki
sebagaimana kita simak pada hadis terdahulu. Usapan pelan yang mesra dan kecupan
lembut di kening masih ada yang mengharapkan. Kalau Anda berdua telah mencapai
ketenangan yang membahagiakan, suami dapat membantu istrinya untuk mengenakan
pakaiannya kembali. Tetapi jika istri tampak sangat malu, Anda dapat
Kado Pernikahan
143
membiarkannya dengan memberikan perlindungan. Ketika seorang istri mencapai
puncak kenikmatan (orgasme), ada semburat merah di wajah yang menyertai.
Sesudah itu ia merasa malu sekali terhadap suaminya. Apalagi ini untuk pertama
kalinya ia terbuka terhadap lawan jenis.
Sayangilah istri Anda. Ajaklah ia berbicara dari hati ke hati dalam suasana yang
lebih tenang. Dengarkan apa yang ingin ia sampaikan; perasaannya, kebahagiaannya,
harapan-harapannya, dan mungkin juga sedikit kekhawatirannya sekaligus
keinginannya untuk mendapatkan suami yang memberi perlindungan, rasa aman,
ketenteraman, ikatan batin dan penerimaan.
Anda dapat membicarakan masalah-masalah ringan untuk beberapa saat. Kalau
di antara perasaan bahagia itu istri sempat merasakan perasaan takut kehilangan, atau
kekhawatiran apakah ia bisa menjadi istri sebagaimana yang Anda harapkan, atau ada
pengharapan-pengharapan, maka biarkanlah dada Anda menjadi tempat istri
merebahkan kegelisahannya. Berikan keteduhan padanya beberapa saat.
Sesudah tenang, Anda bisa bersuci dari hadas besar. Tetapi jika Anda ingin
mengulangi sekali lagi atau istri masih merasakan kerinduan, cukuplah seorang suami
berwudhu dan membersihkan apa yang menjadi bagiannya sebelum melakukannya
lagi. Adapun kalau Anda memilih untuk mandi ketika akan mengulangi, yang
demikian ini lebih utama dan insya-Allah lebih mendatangkan kebahagiaan bagi istri.
Tetapi berwudhu saja telah mencukupi. Mandi jika terlalu lama justru dapat
memadamkan kerinduan istri.

Mandi Janabah Bersama
Ada kewajiban sesudah jima’. Masing-masing wajib mandi janabah untuk
mensucikan diri dari hadas besar. Anda dapat melakukannya sendiri-sendiri, tapi bisa
juga mandi bersama-sama dalam satu bak agar keindahan dan kemesraan pada malam
zafaf dapat lebih sempurna. Mudah-mudahan jalinan perasaan (al-’athifah) di antara
Anda terikat lebih kuat. Semoga jalinan perasaan itu penuh barakah dan dibarakahi. 
Anda masih bisa bermain-main kecil, bercanda bersama istri ketika mandi
janabah. ‘Aisyah r.a. mengatakan, “Aku pernah mandi jinabat bersama-sama
Rasulullah Saw. dari satu bejana. Tangan kami berulang-ulang ke dalamnya.”
(Muttafaq ‘alaih). Ibnu Hibban menambah, “Dan tangan kami bertemu di
dalamnya.”
Selain untuk lebih menyempurnakan kemesraan dan keakraban, kesempatan
mandi jinabat juga merupakan kesempatan pertama untuk melakukan amal shalih.
Barangkali ada yang masih belum mengerti cara mandi, Anda bisa mengingatkan
dengan penuh kasih-sayang dan perhatian. Semoga Allah meridhai dan memberikan
barakah atas niat Anda.


Kado Pernikahan
144
Masih Ada Kehangatan
Masih ada kehangatan yang tersisa untuk menuju peraduan malam yang indah.
Kerlingan mata dan pembicaraan singkat yang pendek bisa mengantarkan Anda ke
peraduan sebelum menutup malam zafaf dengan doa dan memanjatkan rasa syukur
kepada Allah. Semoga apa yang menjadi rizqi Anda di malam ini, bisa menjadi rizqi
yang penuh barakah di waktu-waktu berikutnya hingga hari kiamat. Semoga dari
keindahan di malam zafaf, akan tumbuh di rahim istri keturunan yang penuh barakah,
keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.
Setelah mengucapkan doa, terkatuplah mata pelahan-lahan. Sedangkan tangan
dengan tangan masih bisa saling menggenggam. Ada ketenteraman di sana. InsyaAllah.

Khath Arab

Barakallahu likulli waahidin minkumaa fii shaahibihi wa jama’a bainakumaa fii
khairin.
Semoga Allah membarakahi masing-masing Anda berdua terhadap teman hidup
Anda, dan menghimpunkan Anda berdua dalam kebaikan.
Allahumma amin.

Catatan Kaki:
1. Membersihkan rambut-rambut yang tumbuh pada daerah kemaluan, baik pada
laki-laki maupun perempuan, lazim disebut dengan istilah istihdaad. Istihdaad
boleh dilakukan dengan menggunting atau memotong habis dan dengan
mencabutnya, atau dengan cara melumurinya dengan obat perontok rambut.
Tetapi lebih utama dengan cara mencukur, membersihkan dengan menggunakan
pisau cukur. Demikian penjelasan dari Muhammad ‘Athiyah Khumais dalam
Fiqih Wanita tentang Thaharah. Saat ini banyak tersedia pisau cukur yang
higienis, praktis, aman dan nyaman. Syekh Ibnu Daqiqil ‘Aid mengatakan,
“Sebagian mereka cenderung menguatkan wanita mencukur, karena dengan
cara mencabut dapat merusak kulit. Hal itu dikuatkan pula oleh Imam Nawawi
dan lain-lain dengan katanya: Menurut Sunnah, mencukur bulu ari-ari dengan
pisau cukur, itulah yang lebih baik bagi laki-laki dan perempuan.”
2. Yang dimaksud dengan bulu ari-ari adalah rambut yang tumbuh pada bagian
atas zakar laki-laki dan yang tumbuh di sekitar vagina (faraj) perempuan.
Demikian penjelasan Muhammad ‘Athiyah Khumais.
3. Abdul Halim Abu Syuqqah menjelaskan, Ath-Thabrani menjelaskan dalam AlKabir
dan di dalamnya terdapat Haki-mah
binti Umaimah.
Ibnu Juraij
meriwayatkan
darinya, tetapi tak seorang
pun berbicara tentangnya. Abu Dawud
berhujjah
dengan riwayatnya, dan sisa
rijalnya adalah rijal
shahih.

Kado Pernikahan
145

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes